Harga XRP tercatat turun tipis dalam 24 jam terakhir, meskipun sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa aset ini masih berada dalam fase konsolidasi yang relatif sehat.
Pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,36, setara Rp23.293 per koin, melemah sekitar 0,17 persen dalam sehari terakhir.
Penurunan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang cenderung hati-hati, dengan pelaku pasar besar maupun ritel terlihat belum menunjukkan agresivitas tinggi. Namun, di balik pergerakan harga yang relatif datar, data jaringan justru mencerminkan kondisi fundamental yang lebih stabil dibandingkan periode spekulatif sebelumnya.
Aktivitas On-Chain Menguat, Tekanan Spekulatif Mereda
Berdasarkan data terbaru dari analis TopNotch di CryptoQuant, peran NVT Ratio (Network Value to Transaction) sebagai indikator utama dalam menilai kesehatan valuasi XRP. Rasio ini mengukur hubungan antara kapitalisasi pasar dengan volume transaksi aktual di jaringan.

Ia mencatat bahwa lonjakan NVT yang terjadi sepanjang 2025 kini telah mereda memasuki 2026. Saat ini, nilai NVT berada di sekitar 170,2, yang tergolong dalam kisaran netral hingga rendah jika dibandingkan dengan puncak tahun sebelumnya.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa harga XRP saat ini lebih didukung oleh aktivitas transaksi nyata, bukan sekadar dorongan spekulatif.
“Data NVT saat ini menunjukkan bahwa aktivitas jaringan cukup kuat untuk menopang harga di kisaran US$1,30 hingga US$1,40,” ungkap TopNotch.
Lebih lanjut, pola pergerakan NVT yang semakin stabil dan rapat pada April 2026 menunjukkan adanya fenomena “volatility compression.” Dalam banyak kasus, kondisi ini kerap menjadi sinyal awal sebelum terjadinya pergerakan harga yang lebih besar, baik ke atas maupun ke bawah.
Selain itu, adopsi institusional turut memperkuat struktur pasar. Secara tidak langsung disebutkan bahwa dana sekitar US$1 miliar telah mengalir ke XRP ETF spot hingga pertengahan April 2026, yang berkontribusi pada peningkatan volume transaksi berkualitas tinggi di jaringan.
Pergerakan Whale XRP dan Likuiditas Masih Terbatas
Di sisi lain, analis Arab Chain di CryptoQuant juga mencatat adanya perubahan perilaku investor besar. Data Binance menunjukkan bahwa penarikan XRP oleh whale turun signifikan menjadi sekitar 1,08 miliar XRP, level terendah sejak 2021.
Penurunan ini mencerminkan berkurangnya aktivitas transfer skala besar dan pendekatan yang lebih berhati-hati dari investor institusional.

Secara tidak langsung, kondisi ini juga beriringan dengan pelemahan harga XRP dalam periode yang sama, yang sempat bergerak di sekitar US$1,33. Fase ini dinilai sebagai periode “tenang” di mana whale cenderung menahan pergerakan sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.
Sementara itu, analis Crypto Andy mengungkapkan adanya pergerakan besar ke bursa. Sekitar 89,8 juta XRP atau senilai US$119 juta dilaporkan masuk ke Coinbase. Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar derivatif yang melemah, dengan open interest turun drastis dari miliaran dolar menjadi sekitar US$1,5 miliar.

Kombinasi antara masuknya pasokan ke bursa dan minimnya leverage di pasar menciptakan kondisi likuiditas yang tipis. Secara tidak langsung, hal ini mencerminkan pasar yang didominasi oleh posisi hati-hati, dengan sentimen ritel yang masih cenderung negatif.
Struktur Teknikal Jaga Peluang Rebound
Dari sisi teknikal, analis GainMuse menilai bahwa harga XRP masih berada dalam struktur bullish setelah berhasil menembus pola triangle dan kini sedang melakukan retest pada area support utama. Zona US$1,35 hingga US$1,355 menjadi titik krusial yang berfungsi sebagai fondasi pergerakan selanjutnya.

Retest ini dianggap sebagai bagian dari proses validasi breakout, di mana resistance lama berubah menjadi support baru. Selama harga XRP mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan tetap terbuka.
Target jangka pendek berada di kisaran US$1,42, yang mencerminkan potensi rotasi penuh dari area support menuju resistance dalam struktur yang lebih besar. Namun demikian, kondisi pasar saat ini masih menunjukkan kehati-hatian, sehingga pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada kembalinya likuiditas dan partisipasi pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



