Harga ZRO Rebound, LayerZero Buka Peluang Reli Baru di 2026

Token LayerZero (ZRO) kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah masuk daftar aset trending di sejumlah platform pemantau harga, termasuk CoinGecko, dalam 24 jam terakhir. Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap pergerakan harga dan prospek jangka pendek proyek LayerZero.

Berdasarkan data perdagangan, harga ZRO sempat mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 13 persen dalam satu hari, dipicu oleh beredarnya rumor serta teaser pengumuman dari akun resmi proyek.

Lonjakan tersebut turut mendorong peningkatan volume transaksi dan aktivitas pencarian, sehingga memperkuat posisi LayerZero sebagai salah satu aset kripto yang paling banyak diperhatikan saat ini.

Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar mulai menunjukkan minat terhadap sejumlah altcoin yang dinilai memiliki potensi pemulihan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Di berbagai komunitas kripto, LayerZero menjadi topik pembahasan utama, baik terkait pengembangan teknologi interoperabilitas maupun peluang reli harga dalam jangka menengah. Kondisi ini membuat ZRO semakin sering dipantau oleh investor ritel maupun pelaku pasar profesional.

Dari sisi teknikal, analis Limbo menilai bahwa ZRO menunjukkan potensi penguatan setelah berhasil menembus trendline atas yang terbentuk dari level tertinggi sebelumnya.

BACA JUGA:  Polkadot Jadi Sorotan Utama, Ini 3 Faktor Pendukungnya

analisis harga ZRO

Breakout tersebut dipandang sebagai sinyal bullish awal, dengan peluang kenaikan menuju area resistance terdekat di kisaran US$2,35. Menurut Limbo, pergerakan ini mencerminkan mulai berkurangnya tekanan jual dalam jangka pendek.

Sementara itu, analis Jaz menilai bahwa struktur pergerakan ZRO pada time frame harian menunjukkan adanya fase transisi dari tren turun jangka panjang menuju potensi pembalikan arah.

Sejak mencapai puncak pada akhir 2024, harga ZRO bergerak dalam pola downtrend yang ditandai oleh garis resistance menurun, mencerminkan dominasi tekanan jual selama beberapa bulan.

Transisi Token LayerZero Menuju Potensi Pembalikan Arah

Menurut Jaz, memasuki awal 2026, tekanan jual terhadap LayerZero mulai melemah, ditandai dengan terbentuknya pola harga yang lebih stabil dan level terendah yang semakin tinggi.

Analisis ZRO

Pada fase konsolidasi sebelumnya, ZRO membentuk area support kuat di kisaran US$1,40 hingga US$1,50. Zona ini beberapa kali menjadi titik pantulan harga dan berfungsi sebagai area akumulasi.

Meskipun sempat terjadi penembusan sementara di bawah level tersebut, harga ZRO kembali naik dalam waktu relatif singkat. Kondisi ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar. Area tersebut kini dipandang sebagai fondasi penting bagi potensi pergerakan naik berikutnya.

BACA JUGA:  ZachXBT Siap Bongkar Skandal Insider Kripto Terbaru

Dalam beberapa pekan terakhir, analisis Jaz melihat harga LayerZero mulai keluar dari struktur turun jangka pendek dengan membentuk higher low dan mendekati garis resistance utama.

Di area ini, pergerakan harga juga sempat bergerak sideways dalam rentang sempit, yang mencerminkan fase konsolidasi sebelum pergerakan lanjutan. Pola tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik descending wedge atau falling wedge, yang secara historis kerap menjadi sinyal awal pembalikan arah dari bearish ke bullish.

Berdasarkan pengukuran teknikal, Jaz mengidentifikasi target awal di sekitar US$2,28 atau setara dengan potensi kenaikan sekitar 21 persen dari area konsolidasi. Target berikutnya berada di kisaran US$2,65 dengan potensi kenaikan sekitar 39 persen, yang bertepatan dengan area supply sebelumnya.

Untuk jangka menengah hingga panjang, target lanjutan berada di sekitar US$3,70, dengan potensi kenaikan mendekati 95 persen sebagai area resistance mayor historis.

Tantangan Resistance dan Risiko Koreksi Harga

Meski menunjukkan peluang reli, pergerakan LayerZero masih menghadapi tantangan signifikan. Jaz menyoroti area resistance utama di kisaran US$1,90 hingga US$2,00 yang bertepatan dengan garis tren turun jangka panjang. Zona ini menjadi area pertarungan utama antara pembeli dan penjual.

BACA JUGA:  Mengurai Insiden Salah Kirim 2.000 BTC oleh Crypto Exchange Korsel

Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut secara konsisten, potensi koreksi dan pergerakan sideways masih terbuka.

Apabila terjadi penolakan di area resistance tersebut, harga ZRO berpeluang kembali melemah menuju area support terdekat.

Dari sisi risiko penurunan, level US$1,50 dinilai sebagai batas penting yang perlu dijaga. Jika harga turun dan menembus area ini, support berikutnya berada di sekitar US$1,35. Penurunan di bawah zona tersebut berpotensi membatalkan skenario pembalikan arah dan mengembalikan LayerZero ke fase konsolidasi atau tekanan jual lanjutan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait