Langkah mengejutkan datang dari Harvard. Di tengah meningkatnya minat institusi terhadap kripto, dana abadi universitas ternama ini justru memangkas eksposurnya. Sinyalnya beragam, bukan sekadar keluar, tetapi lebih mengarah pada perubahan strategi yang lebih dalam.
Harvard Pangkas Bitcoin, Lepas Ethereum
Dokumen 13F yang dilaporkan ke SEC pada Jumat (15/05/2026) mengungkap bahwa Harvard Management Company memangkas kepemilikan di iShares Bitcoin Trust (IBIT) hingga 43 persen pada kuartal pertama 2026. Nilainya kini tersisa US$117 juta.
Langkah ini bukan tanpa konteks. Sebelumnya, Harvard sempat agresif membangun posisi sejak pertengahan 2025 dan bahkan mencapai sekitar US$443 juta pada kuartal ketiga tahun lalu.
Namun sejak akhir tahun 2025, arahnya mulai berubah. Pemangkasan dilakukan secara bertahap, menandakan adanya penyesuaian strategi di tengah dinamika pasar.

Tak hanya itu, Harvard juga keluar dari posisi mereka di BlackRock Spot Ethereum ETF (ETHA) senilai US$86,8 juta. Padahal, investasi ini ditambahkan satu kuartal sebelumnya, sehingga eksposurnya tergolong sangat singkat.
Penjualan penuh ini terjadi setelah performa ETHA melemah sepanjang awal 2026. Kondisi tersebut tampaknya menjadi salah satu faktor yang mempercepat keputusan Harvard untuk hengkang dari Ethereum.
Perubahan Strategi, Bukan Keluar Total
Meski terlihat seperti mundur dari kripto, data bahwa menunjukkan Harvard belum sepenuhnya keluar. Mereka masih mempertahankan eksposur terhadap Bitcoin, meski dalam porsi yang lebih kecil.
Menariknya, posisi IBIT kini bukan lagi aset utama dalam portofolio mereka. Sejumlah nama besar seperti TSMC, Alphabet, Microsoft, hingga SPDR Gold Trust kini menempati posisi lebih tinggi.
Perubahan ini memberi sinyal bahwa Harvard sedang melakukan rebalancing ke aset lebih konvensional, bukan benar-benar meninggalkan kripto. Dalam konteks dana abadi, langkah seperti ini sering berkaitan dengan kebutuhan likuiditas atau penyesuaian risiko.
Di sisi lain, keputusan keluarnya Harvard dari Ethereum bisa dibaca sebagai respons terhadap volatilitas jangka pendek, bukan penilaian jangka panjang terhadap aset tersebut.
Saat Harvard Mundur, Institusi Lain Justru Masuk
Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah kontras dengan langkah institusi lain. Dana kekayaan negara Abu Dhabi, Mubadala Investment Company, justru menambah kepemilikan IBIT sebesar 16 persen menjadi sekitar US$566 juta.
Aksi ini melanjutkan tren akumulasi yang sudah berlangsung sejak akhir 2024. Artinya, di saat sebagian institusi memilih mengurangi eksposur, yang lain justru melihat peluang.
Fenomena serupa juga terlihat pada pelaku besar lain. JPMorgan meningkatkan kepemilikan IBIT hingga 174 persen. Sementara Wells Fargo memperluas eksposur mereka di Ethereum ETF.

Dengan masih adanya eksposur US$117 juta di Bitcoin ETF, jelas bahwa Harvard belum sepenuhnya keluar dari kripto. Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah ini hanya jeda, atau awal dari pergeseran strategi yang lebih besar?
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


