Harvard Kurangi Bitcoin ETF, Mulai Borong Ethereum ETF

Harvard Management Company (HMC), pengelola dana abadi Harvard University, mengurangi kepemilikan Bitcoin ETF milik BlackRock sebesar sekitar 21 persen pada kuartal keempat 2025, sekaligus membuka posisi baru dalam Ethereum ETF.

Langkah ini terungkap dalam dokumen portofolio institusional di SEC yang mencatat posisi investasi per 31 Desember 2025 dan dipublikasikan pada Februari 2026.

Setelah penyesuaian tersebut, Harvard masih memegang sekitar 5,35 juta saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) dengan nilai sekitar US$265,8 juta. Pada saat yang sama, institusi tersebut memulai investasi baru di iShares Ethereum Trust (ETHA) dengan membeli sekitar 3,87 juta saham senilai US$86,8 juta.

Secara total, eksposur Harvard terhadap ETF berbasis Bitcoin dan Ethereum mencapai sekitar US$352,6 juta pada akhir 2025.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Langkah ini menunjukkan bahwa Harvard tidak sepenuhnya keluar dari Bitcoin, tetapi melakukan penyesuaian komposisi portofolio dengan menambahkan Ethereum sebagai bagian dari strategi investasi aset digital mereka.

BACA JUGA:  Espresso (ESP) Meroket dan Bersiap Jadi Tulang Punggung L2

Rebalancing Portofolio, Bitcoin Tetap Jadi Eksposur Terbesar

Meskipun kepemilikan IBIT dikurangi, Bitcoin ETF tersebut tetap menjadi salah satu aset digital terbesar dalam portofolio Harvard Management Company.

Pengurangan ini terjadi setelah sebelumnya Harvard meningkatkan eksposur Bitcoin secara signifikan pada kuartal-kuartal sebelumnya, menjadikan IBIT sebagai salah satu kepemilikan publik paling bernilai dalam portofolio mereka.

Rebalancing portofolio merupakan praktik umum dalam pengelolaan dana institusional, terutama untuk menyesuaikan risiko, diversifikasi dan eksposur terhadap berbagai kelas aset.

Dalam konteks ini, pengurangan sebagian kepemilikan Bitcoin ETF tidak mencerminkan penghentian investasi, melainkan penyesuaian alokasi untuk mengakomodasi strategi investasi yang lebih luas.

Dengan nilai US$265,8 juta, kepemilikan Bitcoin ETF Harvard tetap menunjukkan tingkat eksposur yang signifikan terhadap aset digital tersebut. Bitcoin masih menjadi aset kripto utama dalam portofolio mereka, baik dari sisi nilai maupun proporsi dibandingkan dengan aset kripto lainnya.

BACA JUGA:  Trump Media Perluas Jejak di Kripto, Ajukan Dua Crypto ETF Baru

Keputusan mempertahankan eksposur besar terhadap Bitcoin mencerminkan posisi aset tersebut sebagai instrumen investasi yang telah diadopsi secara luas oleh institusi besar. Bitcoin ETF memberikan akses ke aset tersebut melalui instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar tradisional, tanpa memerlukan penyimpanan langsung aset kripto.

Harvard Mulai Bangun Posisi di Ethereum Melalui ETF

Selain mengurangi sebagian kepemilikan Bitcoin ETF, Harvard juga membuka eksposur baru terhadap Ethereum melalui pembelian iShares Ethereum Trust. Investasi senilai US$86,8 juta ini menjadi langkah pertama Harvard dalam memperoleh eksposur langsung terhadap Ethereum melalui ETF.

Pembelian ini menandai perubahan penting dalam pendekatan investasi Harvard terhadap aset digital, dari sebelumnya berfokus pada Bitcoin menjadi lebih terdiversifikasi dengan memasukkan Ethereum.

Ethereum ETF memungkinkan investor institusional memperoleh eksposur terhadap Ether tanpa harus membeli dan menyimpan aset tersebut secara langsung.

BACA JUGA:  Bitcoin ETF Kehilangan Arus Dana, Sinyal Pasar Sedang Rapuh?

Dengan kombinasi investasi di ETF berbasis Bitcoin dan Ethereum, Harvard kini memiliki eksposur yang mencakup dua aset digital terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Total investasi sebesar US$352,6 juta menunjukkan bahwa aset digital tetap menjadi bagian dari strategi alokasi portofolio institusional mereka.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia