Hashrate Bitcoin Anjlok 15 Persen, Penambang Mulai Menyerah

Hashrate Bitcoin tercatat turun sekitar 15 persen dari puncaknya pada Oktober 2025, menandai tekanan yang semakin besar terhadap industri penambangan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Penurunan ini mengindikasikan terjadinya miner capitulation, yakni kondisi ketika sebagian penambang menghentikan operasional karena profitabilitas yang melemah.

Selain itu, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin juga dijadwalkan kembali turun beberapa hari lagi, menjadi penurunan ketujuh dalam delapan periode penyesuaian terakhir.

Hash Ribbon BTC

IKLAN
Chat via WhatsApp

Situasi ini terjadi di tengah tekanan biaya operasional yang tinggi, terutama dari sisi energi, serta pendapatan penambang yang menurun pasca-halving 2024, ketika imbalan blok Bitcoin dipangkas menjadi 3,125 BTC.

Akibatnya, sejumlah penambang terpaksa menjual sebagian cadangan Bitcoin mereka untuk menjaga arus kas tetap stabil. Penjualan tersebut berpotensi menambah tekanan pasokan jangka pendek di pasar.

Tekanan Berat di Sektor Penambangan BTC 

Penurunan hashrate Bitcoin mencerminkan berkurangnya total daya komputasi yang digunakan untuk mengamankan jaringan. Dalam beberapa pekan terakhir, hashrate turun dari kisaran sekitar 1,1 zettahash per detik (ZH/s) menjadi di bawah 1 ZH/s.

BACA JUGA:  Waspada! Pola Bear Market Bitcoin 2014 Muncul Lagi di 2026

Angka ini merupakan level terendah sejak September 2025 dan mengindikasikan bahwa sejumlah penambang, terutama yang beroperasi dengan biaya tinggi, mulai mematikan perangkat mereka.

Turunnya hashrate berdampak langsung pada penyesuaian tingkat kesulitan penambangan. Sistem Bitcoin secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan agar waktu pembuatan blok tetap berada di sekitar 10 menit.

Penurunan difficulty yang dijadwalkan pada Kamis mendatang (22/1/2026) diperkirakan mencapai sekitar 4 persen, melanjutkan tren penurunan dalam sebagian besar periode penyesuaian terakhir.

Kondisi ini dipicu oleh menyempitnya margin keuntungan penambang. Pasca halving 2024, pendapatan per blok berkurang signifikan, sementara biaya listrik dan infrastruktur tetap tinggi.

Selain itu, nilai pendapatan per unit daya komputasi atau hashprice, berada di level rendah, sehingga menekan profitabilitas operasional. Dalam situasi ini, sebagian penambang memilih menjual Bitcoin hasil tambang untuk menutup biaya, daripada menahannya dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Pilih Tunggu Momentum, Tren Belum Jelas

Harga Bitcoin Masih Bertahan Meski Hashrate Terus Melemah

Aksi jual dari penambang berpotensi menambah tekanan pasokan Bitcoin di pasar spot dalam jangka pendek. Namun, tekanan tersebut belum sepenuhnya mengubah struktur tren harga secara keseluruhan. Data teknikal menunjukkan bahwa minat beli masih muncul setiap kali harga Bitcoin mendekati area support utama.

Analis kripto Crypto King menilai bahwa Bitcoin masih berada dalam tren bullish pada grafik mingguan. Menurutnya, level support utama telah diuji sebanyak tiga kali dan terus bertahan, sementara pantulan harga terakhir di sekitar level US$93.000 menunjukkan masih adanya minat beli dari pelaku pasar.

analisis harga Bitcoin

Selama harga Bitcoin bertahan di atas garis tren tersebut, arah pergerakan jangka menengah dinilai tetap positif, dengan level US$100.000 menjadi area penting berikutnya untuk diperhatikan.

Di sisi industri, sebagian penambang mulai mencari sumber pendapatan alternatif. Beberapa perusahaan penambangan dilaporkan mengalihkan sebagian kapasitas komputasi mereka ke sektor kecerdasan buatan (AI) dan high-performance computing (HPC).

BACA JUGA:  Bos Indodax Bahas Cara Prediksi Bottom Harga Bitcoin

Infrastruktur yang sebelumnya digunakan untuk menambang Bitcoin dinilai dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komputasi intensif di luar sektor kripto, yang menawarkan arus pendapatan lebih stabil.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia