Sejumlah analis pasar memperingatkan bahwa Bitcoin masih berada pada fase rentan setelah serangkaian sinyal teknikal menunjukkan potensi berdarah-darah lagi dalam beberapa hari hingga pekan ke depan.
Pola yang diamati analis dari berbagai platform mengindikasikan bahwa level-level krusial yang gagal ditembus dapat membuka jalan menuju koreksi lebih dalam jika tekanan jual terus meningkat.
Pola Teknikal Menguatkan Sinyal Penurunan Bitcoin
Peringatan terbaru datang dari analis kripto Ali Martinez yang menyoroti pembentukan pola bearish flag pada grafik Bitcoin. Menurutnya, pola tersebut mengarah pada potensi koreksi signifikan jika struktur harga gagal bertahan di area penyangga terdekat.
“Jika ini adalah pola bearish flag, targetnya adalah US$70.000,” ujar Martinez dalam analisisnya.

Pola teknikal ini menandai risiko yang lebih besar bagi pasar, terutama apabila momentum pemulihan melemah dan volume beli tidak stabil.
Temuan Martinez sejalan dengan pola makro tiga siklus yang diungkap analis Dr. Profit. Ia menjelaskan bahwa sejak 2018, 2021–2022, hingga 2024–2025, Bitcoin menunjukkan urutan pergerakan yang sama sebelum memasuki fase bearish besar.

Polanya, harga BTC menutup beberapa pekan di bawah EMA 50 minggu, mencoba melakukan reclaim namun gagal, lalu bertumpu sebentar di EMA 100 minggu sebelum akhirnya menembus ke bawah dan memicu fase kapitulasi.
“Bitcoin tidak selalu berulang, tetapi seringkali berima,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa retest terhadap EMA 50 minggu dalam waktu dekat akan menentukan arah 6–12 bulan mendatang.
Tekanan Resistance di Level Kritis
Sementara itu, analis Ted menyebut bahwa harga Bitcoin kembali gagal menembus zona penting di kisaran US$93.000–US$94.000. Ia menilai bahwa penolakan pada zona tersebut memperbesar peluang terjadinya retest terhadap area support utama.
“Zona support utama berikutnya berada di sekitar level US$88.000–US$89.000, yang kemungkinan besar akan diuji ulang,” kata Ted.
Menurutnya, respons harga pada area tersebut akan menjadi penentu arah berikutnya bagi pasar.

Ted menjelaskan bahwa jika BTC mampu mempertahankan level US$88.000–US$89.000, peluang terjadinya reli baru masih terbuka. Namun apabila tekanan jual menembus zona tersebut, pasar berpotensi menguji kembali area US$85.000.
Skema ini mencerminkan bagaimana momentum pasar saat ini berada pada titik krusial, dengan ketidakpastian yang meningkat seiring volatilitas yang kembali menguat.
Analis Linda turut mencatat bahwa pola false breakout di kisaran US$91.800–US$94.200 menunjukkan lemahnya struktur teknikal. Menurutnya, retest likuiditas di area tersebut dapat memicu penurunan menuju US$88.000–US$86.000, sejalan dengan struktur double top yang kini terbentuk.
Ia menilai bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi, dengan range perdagangan yang menyempit antara US$84.000–US$94.000.

Sinyal Breakout Masih Ada, namun Risiko Tetap Tinggi
Berbeda dengan pandangan bearish para analis di atas, analis Captain Faibik melihat peluang bullish tetap terbuka selama pasar mampu menembus resistance kunci. Ia menilai bahwa Bitcoin sedang mengalami serangkaian guncangan yang menandakan manipulasi pasar di zona tertentu.

Menurutnya, level US$96.000 adalah area penting yang harus ditembus bull untuk kembali mengendalikan pasar.
Faibik menambahkan bahwa tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak menjebak penjual dan memaksa pembeli berkapital kecil keluar dari pasar.
“Begitu para pembeli berhasil menembus level US$96.000, mereka akan mengambil kendali penuh atas pasar,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pelaku pasar yang melakukan akumulasi ketika harga turun akan menjadi pihak yang menikmati reli berikutnya.
“Dari sini, mereka yang mengakumulasi saham saat harga turun akan menikmati keuntungan dari reli bullish yang akan datang,” tambahnya.
Meski terdapat peluang penguatan, mayoritas analis sepakat bahwa risiko penurunan Bitcoin masih lebih dominan dalam jangka pendek. Pola bear flag, resistance yang gagal ditembus, hingga tekanan distribusi memperkuat potensi koreksi menuju area US$88.000–US$85.000.
Di saat yang sama, skenario pemulihan hanya dapat terkonfirmasi jika harga mampu menembus resistance dan mempertahankan momentum beli secara konsisten.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



