Heboh! 150 Wallet Polymarket Diduga Cuan dari Informasi Militer AS

Lebih dari 150 wallet di Polymarket International diduga memperoleh keuntungan besar dari taruhan yang berkaitan dengan informasi internal militer AS.

Temuan terbaru Anti-Corruption Data Collective (ACDC) menunjukkan kelompok wallet tersebut meraup sekitar US$8 juta dengan rata-rata tingkat kemenangan mencapai 97,2 persen pada pasar bertema militer dan pertahanan.

Temuan itu menambah kekhawatiran mengenai potensi insider trading di pasar prediksi berbasis blockchain.

ACDC memperingatkan bahwa risiko tersebut tidak berhenti pada keuntungan yang diperoleh trader tertentu, tetapi juga dapat membuat informasi sensitif secara tidak langsung tersebar karena aktivitas transaksi dapat dipantau dan ditiru oleh trader besar maupun bot.

Win Rate 97,2 Persen, Jejak 150 Wallet Polymarket Mulai Jadi Sorotan

ACDC menganalisis seluruh pasar Polymarket yang telah diselesaikan hingga 5 Mei 2026 untuk mengidentifikasi taruhan kategori “long-shot.” Taruhan tersebut didefinisikan sebagai posisi kumulatif sedikitnya US$2.500 yang dibuka dalam waktu satu jam atau kurang pada hasil dengan probabilitas 35 persen atau lebih rendah.

Dari analisis tersebut, peneliti menemukan 556 wallet yang kemudian dijuluki “Orca.” Wallet jenis ini umumnya hanya aktif pada sedikit pasar, mengambil posisi besar pada outcome berprobabilitas rendah, tetapi memiliki tingkat keberhasilan sangat tinggi. Dalam banyak kasus, wallet tersebut kemudian menarik dana dan tidak lagi aktif.

BACA JUGA:  Harga XRP di Ujung Tanduk! Ada Potensi Koreksi Jika Skenario Ini Terulang

Dari total itu, sebanyak 152 wallet tercatat sangat sukses dalam perdagangan pasar militer dan pertahanan. Berdasarkan laporan Reuters pada Kamis (20/8/2026), kelompok tersebut secara kolektif menghasilkan sekitar US$8 juta dengan rata-rata win rate 97,2 persen.

ACDC menilai pola tersebut sebagai salah satu indikator paling kuat terkait kemungkinan penggunaan informasi nonpublik.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Namun, ACDC menegaskan karakteristik Orca belum menjadi bukti langsung bahwa pemilik wallet menggunakan rahasia militer. Faktor lain seperti keberuntungan ekstrem tetap memungkinkan.

Selain itu, tidak semua pihak yang diduga memiliki akses informasi internal memenuhi karakteristik Orca yang digunakan dalam penelitian.

Temuan ini melanjutkan riset ACDC pada April lalu. Ketika itu, peneliti menemukan sekitar 52 persen taruhan long-shot pada pasar militer dan pertahanan berakhir dengan hasil yang benar, jauh di atas rata-rata 14 persen untuk seluruh long-shot di platform. ACDC juga mencatat US$9,3 juta telah ditempatkan pada long-shot yang menang dalam kategori militer.

Saat Taruhan Berpotensi Bocorkan Sinyal Sensitif Militer AS

Kekhawatiran terbesar muncul karena transaksi Polymarket International diselesaikan melalui blockchain sehingga aktivitas taruhan dapat diamati secara publik, meski identitas pemilik wallet tetap pseudonim. Transparansi tersebut memungkinkan whale dan bot mendeteksi posisi tertentu dan melakukan perdagangan serupa dalam waktu singkat.

BACA JUGA:  Polymarket Ungkap Prediksi Inflasi AS, Pasar Kripto Bersiap Hadapi CPI

ACDC menemukan Orca biasanya masuk terlebih dahulu menjelang sejumlah peristiwa militer besar, kemudian diikuti whale dan bot.

Salah satu contohnya terjadi beberapa jam sebelum serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. Setelah satu Orca mengambil posisi atas kemungkinan aksi militer AS, sebuah bot dan whale dilaporkan memasang taruhan serupa masing-masing senilai US$200.000 dan US$100.000.

Pola serupa juga ditemukan menjelang serangan udara AS-Israel terhadap Teheran pada Februari. Menurut ACDC, aktivitas Orca terlihat diikuti lonjakan taruhan long-shot baru dari bot dan whale pada outcome yang sama.

Pola tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa aktivitas trader yang memiliki informasi khusus dapat berkembang menjadi sinyal terbuka yang mudah diamati pihak lain.

“Kebanyakan orang sangat meremehkan betapa mudahnya aktivitas taruhan yang tidak biasa diamati di Polymarket. Semuanya terpampang jelas di internet, dan kita bisa melihat tanda-tanda nyata bahwa para pedagang besar serta bot sedang meniru potensi perdagangan berbasis informasi orang dalam. Sungguh naif jika beranggapan bahwa badan intelijen asing tidak memantau pasar-pasar ini,” ujar salah satu Pendiri ACDC, David Szakonyi.

BACA JUGA:  Polymarket Turun Takhta? Rekor Pasar Prediksi US$50,6 Miliar Jadi Titik Balik Persaingan

ACDC menilai situasi tersebut dapat menciptakan risiko keamanan nasional karena transparansi blockchain memungkinkan pihak luar mengamati potensi informasi internal hampir secara real-time.

Pada saat yang sama, transparansi itu pula yang memungkinkan peneliti dan jurnalis melacak pola perdagangan mencurigakan di Polymarket.

Departemen Pertahanan AS tidak mengomentari temuan penelitian pihak ketiga, sementara Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) tidak memberikan komentar khusus mengenai laporan ACDC.

ACDC merekomendasikan verifikasi identitas bagi seluruh trader, penahanan pembayaran dari transaksi mencurigakan selama proses pemeriksaan, serta pembatasan pasar prediksi yang sangat rentan dimanfaatkan menggunakan informasi nonpublik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait