Heboh! Bitcoin Mulai Menguasai Jantung Politik AS, Ini Faktanya

Bitcoin (BTC) tidak lagi hanya menjadi aset investasi, tetapi mulai memainkan peran penting dalam arah kebijakan politik AS.

Hal itu diungkapkan oleh analis riset pasar AS dari XWIN Japan di CryptoQuant, Delia Rojo, yang menilai semakin banyak pembuat kebijakan di Washington memiliki keterkaitan dengan aset kripto, baik secara langsung maupun melalui instrumen investasi berbasis aset digital.

Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan besar dalam hubungan antara dunia politik dan industri aset digital. Jika sebelumnya kebijakan pemerintah menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar kripto, kini aset digital justru mulai memengaruhi proses politik, penyusunan regulasi, hingga strategi nasional AS.

Pada saat artikel ini ditulis, BTC diperdagangkan di kisaran US$62.150, setara Rp1,12 miliar. Dalam 24 jam terakhir, koin ini terkoreksi 1,97 persen dalam 24 jam terakhir, namun secara mingguan masih membukukan kenaikan sekitar 6,14 persen.

Bitcoin Tak Lagi Sekadar Aset, Kini Ikut Membentuk Politik AS

Menurut Delia Rojo, hanya sebagian kecil anggota Kongres AS yang tercatat memiliki aset kripto secara langsung. Namun, sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk pejabat senior pemerintahan Donald Trump serta anggota parlemen yang terlibat dalam penyusunan regulasi aset digital, diketahui memiliki eksposur terhadap Bitcoin maupun aset kripto lainnya.

BACA JUGA:  Jepang Siapkan Langkah Besar, Bitcoin Masih Berpeluang Menuju US$144.000

Delia menjelaskan kondisi tersebut tidak lagi sekadar mencerminkan keputusan investasi pribadi. Keberadaan aset digital kini telah menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas, mencakup regulasi, strategi pemilu, kebijakan keuangan, hingga daya saing ekonomi nasional AS.

XWIN juga menyoroti bahwa pesatnya pertumbuhan Bitcoin ETF spot serta meningkatnya adopsi oleh investor institusi telah memperkuat posisi AS sebagai pusat pasar Bitcoin global. Dampaknya, berbagai keputusan yang diambil di Washington kini dinilai semakin berpengaruh terhadap arah pergerakan pasar aset digital di berbagai negara.

Menurut XWIN, banyak pembuat kebijakan kini memandang aset digital sebagai infrastruktur strategis yang berkaitan dengan inovasi sistem keuangan, daya saing dolar AS, hingga pengaruh geopolitik negara.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan perhatian mengenai transparansi dan potensi konflik kepentingan apabila penyusun regulasi turut memiliki aset yang dapat dipengaruhi oleh kebijakan yang mereka buat.

“Kripto tidak lagi sekadar dipengaruhi oleh politik, kripto mulai memengaruhi politik itu sendiri,” ungkap XWIN Japan.

Lembaga riset tersebut menilai memahami siapa yang memiliki aset digital, siapa yang menyusun regulasinya, serta bagaimana pemerintah mengintegrasikan kripto ke dalam strategi nasional akan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan memantau pergerakan harga di masa mendatang.

BACA JUGA:  Cabo Verde Paksa Uruguay Berbagi Poin, Trader Polymarket Rugi Rp25 Miliar

Bitcoin Masih Punya Peluang Meledak, Level Ini Jadi Penentunya

Di tengah berkembangnya pengaruh Bitcoin terhadap kebijakan di AS, analis Celal Kucuker melihat prospek teknikal aset tersebut masih tetap positif selama area support utama mampu dipertahankan.

BTC analisis 9 jul

Menurutnya, level US$58.000 telah terbukti menjadi dasar yang kuat setelah beberapa kali berhasil menahan tekanan jual. Area tersebut juga berada dekat dengan garis tren naik jangka panjang pada grafik bulanan, sehingga selama tidak ditembus ke bawah, struktur bullish dinilai masih tetap utuh.

Celal mengatakan terdapat sejumlah pola teknikal yang saling mendukung peluang kelanjutan tren naik. Berdasarkan kombinasi indikator tersebut, ia memperkirakan Bitcoin berpotensi mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) baru dalam sekitar lima hingga enam candle bulanan mendatang apabila momentum bullish tetap bertahan.

Dalam skenario tersebut, ia memproyeksikan target kenaikan berada di kisaran US$144.000 hingga US$165.000 sebagai zona utama pada siklus berikutnya apabila aset tersebut mampu melanjutkan tren naiknya.

Tekanan Bearish Dinilai Masih Membayangi Bitcoin

Pandangan berbeda disampaikan analis Tryrex yang menilai pergerakan Bitcoin mulai kehilangan momentum setelah berhasil mencapai area sekitar US$64.000.

Bitcoin 9 jul

Menurutnya, harga Bitcoin kini memasuki fase ranging atau bergerak dalam kisaran tertentu setelah gagal mempertahankan kenaikan. Dalam waktu dekat, ia memperkirakan aset tersebut berpotensi kembali menguji area support di sekitar US$57.000.

BACA JUGA:  OJK Wanti-Wanti Modus Scam Berbasis Aset Virtual, Kripto Ikut Disorot

Tryrex menilai pengujian ulang tersebut kemungkinan menjadi salah satu retest terakhir sebelum kekuatan support mulai melemah. Apabila level tersebut kembali disentuh, ia memperkirakan area US$57.000 tidak akan mampu bertahan lama sehingga membuka peluang koreksi yang lebih dalam.

Ia juga mengamati bahwa pada grafik harian, harga BTC masih bergerak di dalam pola yang dibatasi garis tren menurun. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan bearish dinilai belum sepenuhnya mereda.

Dalam jangka menengah, Tryrex memperkirakan pasar masih membutuhkan beberapa bulan lagi untuk mencapai titik dasar siklus.

Sebelum fase tersebut terbentuk, ia melihat masih terdapat peluang terjadinya satu gelombang penurunan besar terakhir yang berpotensi membawa Bitcoin turun menuju kisaran US$50.000 atau bahkan lebih rendah apabila tekanan jual kembali mendominasi pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait