Dulu, berinvestasi dalam tong wiski berkualitas tinggi terdengar seperti sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh kolektor kelas atas atau para miliarder eksentrik.
Namun kini, berkat kolaborasi antara Cask Capital dan teknologi Hedera, siapa pun bisa ikut mencicipi peluang dari industri minuman beralkohol yang nilainya mencapai US$90 miliar itu, tanpa harus menyimpan tong kayu besar di gudang rumah.
Cask Capital, sebuah perusahaan berbasis di London, memperkenalkan platform baru yang memungkinkan siapa saja untuk memiliki bagian kecil dari tong wiski Scotch dengan sistem kepemilikan berbasis NFT.
Idenya terdengar sederhana, tapi efeknya cukup luar biasa, yakni akses yang lebih terjangkau bagi investor global yang sebelumnya terhalang oleh mahalnya harga per tong.
Bukan Hanya untuk Pecinta Wiski Kelas Atas
Biasanya, harga satu tong wiski berkisar antara £2.500 hingga £4.000, setara Rp50 juta hingga Rp80 juta. Bagi sebagian besar orang, angka itu sudah cukup untuk membuat mundur pelan-pelan.
Tapi berkat sistem fraksionalisasi yang ditawarkan oleh Cask Capital, sekarang orang bisa mulai berinvestasi dengan modal sekitar £100 hingga £150 saja, setara Rp2 juta hingga Rp3 juta. Artinya, tidak perlu menjadi pemilik bar di pusat kota atau kolektor elit untuk ikut terjun ke dalam pasar ini.
Yang menarik, setiap tong direpresentasikan sebagai token digital, yang bisa dibeli, dijual, atau ditahan oleh investor. Namun, proses ini tetap terasa normal bagi pengguna biasa.
“Semua token dan tong wiski di pasar kami adalah NFT di bagian belakang. Namun, Anda tidak selalu melihatnya saat membelinya. Kami ingin menarik khalayak global, bukan hanya pengguna kripto asli,” ujar salah satu Pendiri Cask Capital, Jeremy Kadouch, dalam sebuah video yang dibagikan influencer ALLINCRYPTO.
Sentuhan Blockchain Tanpa Ribet Teknologi
Meski seluruh sistem berjalan di atas infrastruktur Hedera, yang dikenal efisien dan ramah lingkungan, platform ini juga tetap menjaga antarmuka yang mudah digunakan. Dengan begitu, calon investor yang baru mendengar istilah blockchain sekalipun tidak akan merasa pusing.
Di sisi lain, penggunaan NFT sebagai bukti kepemilikan membuka potensi baru dalam hal transparansi dan likuiditas. Investor dapat dengan mudah mentransfer kepemilikan atau menjualnya kembali ke pasar sekunder, tanpa proses administratif yang biasanya menyertai investasi aset fisik.
Membuka Akses Global ke Pasar Tertutup
Salah satu kekuatan dari pendekatan ini terletak pada kemampuannya menjembatani dunia tradisional dan dunia digital. Pasar wiski sebelumnya dikenal sangat tertutup dan sulit diakses, terlebih bagi mereka yang tidak tinggal di wilayah seperti Skotlandia atau Irlandia. Namun dengan tokenisasi, batas geografis perlahan mulai sirna.
Lebih lanjut lagi, pendekatan ini juga memberikan pilihan investasi alternatif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dibandingkan harus menebak arah saham teknologi atau memantau harga kripto yang bisa naik turun drastis dalam hitungan menit, memiliki bagian kecil dari tong wiski terdengar seperti ide yang seru, bukan?
Pasar wiski telah tumbuh stabil selama bertahun-tahun, dan permintaan untuk wiski Scotch berkualitas tinggi terus meningkat, terutama dari wilayah seperti Asia, termasuk Tiongkok dan Timur Tengah. Tokenisasi hanya menambahkan lapisan efisiensi dan aksesibilitas pada model yang sudah terbukti.
Namun demikian, seperti semua bentuk investasi, tentu saja ada risiko yang perlu diperhatikan. Nilai tong wiski bisa naik atau turun tergantung permintaan pasar, kondisi penyimpanan dan bahkan kebijakan ekspor.
Tapi bagi banyak orang, setidaknya sekarang mereka punya cara untuk masuk ke dunia yang dulunya terasa terlalu jauh, mahal dan penuh batasan.
Mungkin kedengarannya aneh, berinvestasi dalam alkohol lewat token digital, tapi di dunia yang makin aneh ini, siapa tahu NFT rasa bourbon bisa jadi sesuatu yang masuk akal? [st]