Kabar menggembirakan datang dari Aster, salah satu proyek kripto yang mendapat dukungan dari Binance. Dalam langkah terbarunya, platform perpetual DEX tersebut mengumumkan akan mengalokasikan sebagian besar pendapatan biaya dari Season 3 untuk melakukan buyback token ASTER.
Aster Alokasikan 80 Persen untuk Buyback
Melalui unggahan di akun X pada Jumat (24/10/2025), pihak Aster menjelaskan bahwa mereka menargetkan alokasi hingga 80 persen dari pendapatan biaya yang diperoleh pada Season 3 untuk program buyback.
“ASTER saat ini menargetkan alokasi sebesar 70–80 persen dari biaya Season 3 untuk pembelian kembali (buyback) token ASTER. Besaran pastinya akan disesuaikan dengan kondisi pasar, dan hasil akhirnya akan diumumkan setelah Season 3 berakhir,” jelasnya.
Meskipun angka pastinya masih bergantung pada kondisi pasar, hasil akhir akan disampaikan setelah musim berakhir. Langkah ini menegaskan komitmen perps DEX tersebut untuk menjaga nilai serta likuiditas token.
Selain buyback, platform perdagangan perpetual yang didukung oleh Binance ini juga merencanakan untuk menyelenggarakan airdrop untuk musim-musim berikutnya. Detailnya akan diumumkan setelah proses perencanaan selesai.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Aster berupaya membangun ekosistem yang berkelanjutan dengan memberikan insentif nyata kepada para pengguna dan holder token mereka.
Harga ASTER Melonjak, tapi Saingan Masih Kuat
Pasca pengumuman buyback, harga ASTER langsung bereaksi positif. Dalam 24 jam terakhir, altcoin ini naik 4,5 persen, mendorong kapitalisasi pasarnya ke US$2,26 miliar. Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap langkah strategis yang diambil Aster.
Namun, dari sisi volume perdagangan, ASTER masih tertinggal dibandingkan dua pesaing utamanya di sektor perdagangan perpetual DEX. Data terbaru dari platform DeFiLlama mencatat volume Aster berada di angka US$178 miliar, menempati posisi ketiga.
Di atasnya, terdapat Lighter yang menempati posisi kedua dengan US$259 miliar, sementara Hyperliquid masih memimpin dengan volume US$316 miliar. Meskipun selisihnya cukup besar, peningkatan aktivitas menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Kombinasi antara kenaikan harga ASTER dan strategi buyback yang agresif menjadi sinyal positif bahwa mereka sedang berupaya memperkuat posisinya. Langkah ini juga menambah keyakinan komunitas terhadap prospek jangka panjang proyek tersebut.
Dengan dukungan dari Binance, platform perpetual DEX ini tampaknya tengah membangun fondasi yang kokoh untuk ekspansi jangka panjang. Jika strategi buyback dan airdrop berjalan lancar, bukan tidak mungkin Aster akan segera menyalip para pesaingnya. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



