Hormuz Safe, Cara Iran Kuasai Jalur Minyak Dunia Pakai Bitcoin

Langkah Iran di Selat Hormuz kini memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar kontrol militer atau kebijakan transit, tetapi mulai menyentuh sistem keuangan digital. Melalui platform Hormuz Safe, Teheran tampak serius mengubah jalur pelayaran paling vital di dunia menjadi sumber pendapatan sekaligus alat geopolitik.

Hormuz Safe: Asuransi Kapal Berbasis Bitcoin 

Fars News Agency yang berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi Iran pada Minggu (17/05/2026) melaporkan bahwa Iran meluncurkan Hormuz Safe, platform asuransi maritim berbasis Bitcoin untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.

Lewat sistem ini, kapal dapat langsung memperoleh perlindungan asuransi begitu pembayaran dikonfirmasi. Polis diterbitkan secara digital, diverifikasi menggunakan sistem kriptografi, dan diselesaikan dengan Bitcoin sebagai alat pembayaran utama.

Tampilan Situs Hormuz Safe - Fars News Agency
Tampilan Situs Hormuz Safe – Fars News Agency

Tidak hanya asuransi, platform ini juga menawarkan sertifikat tanggung jawab finansial bagi kapal. Dokumen tersebut berfungsi sebagai izin operasional saat melintas di Selat Hormuz dan berpotensi menghasilkan pendapatan miliaran dolar.

BACA JUGA:  Ada Pergerakan Senyap di Bitcoin, Level Ini Bisa Jadi Pemicu Besar

“Melalui skema ini, berbagai jenis polis asuransi maritim serta sertifikat tanggung jawab finansial dapat diterbitkan. Program tersebut diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan lebih dari US$10 miliar bagi negara,” sebagaimana tercantum dalam laporan Fars News Agency.

Namun, akses ke situs resmi Hormuz Safe dilaporkan terbatas dan tidak dapat diakses dari luar Iran. Hal ini memperkuat indikasi bahwa sistem tersebut masih berada di bawah kendali penuh otoritas domestik.

Upaya Iran Kuasai Selat Hormuz

Peluncuran Hormuz Safe tidak muncul tiba-tiba. Sebelumnya, Iran disebut tengah menyiapkan skema biaya lintas berbasis kripto bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, penting dicatat bahwa kebijakan tersebut sejauh ini masih sebatas rumor dan laporan media.

Iran dikabarkan mempertimbangkan tarif US$1 per barel untuk kapal minyak. Dalam skenario tersebut, kapal diwajibkan melaporkan detail muatan sebelum mendapat izin melintas, lalu melakukan pembayaran menggunakan kripto dalam waktu terbatas.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Kripto Jadi Senjata Iran di Selat Hormuz, Tapi Risiko Baru Mengintai

Kapal yang telah menyelesaikan proses verifikasi dan pembayaran kripto akan diarahkan melewati jalur tertentu yang dekat dengan garis pantai Iran. Mekanisme ini dinilai dapat meningkatkan pengawasan, meski implementasinya di lapangan belum jelas.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Kembali Panas, Kini Bidik US$85.000

Di sisi lain, terdapat laporan mengenai peringatan keras bagi kapal yang tidak mematuhi prosedur di Selat Hormuz. Meski begitu, detail penegakan aturan ini masih belum pasti, terutama di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh.

Kripto Jadi Senjata Baru di Tengah Tekanan Sanksi

Di balik langkah ini, ada tekanan besar yang mendorong Iran beralih ke kripto. Sanksi ekonomi dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun telah membatasi akses Iran ke sistem keuangan global dan jalur pembayaran internasional.

Belum lama ini, kripto Iran senilai Rp5,9 triliun dibekukan oleh otoritas AS. Operasi tersebut menargetkan aliran dana digital yang diduga terkait dengan entitas Iran, termasuk melalui kerja sama dengan penerbit stablecoin seperti Tether.

Kasus ini menjadi sinyal penting. Meski kripto sering dianggap bebas dari kontrol, praktik di lapangan menunjukkan bahwa aset digital tertentu tetap bisa dibekukan jika melibatkan pihak terpusat.

Rp5,9 Triliun Kripto Iran Dibekukan AS, Ada Peran Tether?

Sebagai respons, Iran tampaknya mulai mengandalkan Bitcoin yang relatif lebih sulit dibekukan secara langsung. Hormuz Safe menjadi salah satu implementasi paling nyata dari pergeseran strategi tersebut.

BACA JUGA:  Faucet Bitcoin Starknet Meluncur Hari Ini, Siap Klaim BTC Gratis?

Pada akhirnya, kripto tidak lagi sekadar alat pembayaran, melainkan telah berkembang menjadi instrumen geopolitik. Selat Hormuz pun bukan hanya tentang jalur perdagangan, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi dimanfaatkan dalam dinamika geopolitik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait