Token Hyperliquid (HYPE) mencatat lonjakan pada awal Maret ini di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.
Kenaikan ini terjadi seiring melonjaknya aktivitas perdagangan kontrak perpetual komoditas di platform Hyperliquid, yang memicu peningkatan volume, open interest, serta perhatian pasar global terhadap ekosistem tersebut.
Pada saat artikel ini disusun, HYPE diperdagangkan di kisaran US$30,70 dengan kenaikan 4,75 persen dalam empat jam terakhir dan melonjak 13,87 persen dalam 24 jam.
Volume perdagangan spot selama 24 jam tercatat sekitar US$98,38 juta, sementara kapitalisasi pasarnya mencapai US$7,88 miliar. Lonjakan tersebut turut mendorong token ini masuk dalam daftar crypto trending di CoinGecko.
Kenaikan HYPE terjadi di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan kontrak perpetual komoditas, seperti minyak dan emas, yang diperdagangkan di Hyperliquid. Ketegangan antara AS, Israel dan Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Kondisi tersebut mendorong trader mencari instrumen lindung nilai secara cepat, termasuk melalui kontrak perpetual berbasis komoditas yang tersedia selama 24 jam tanpa jeda akhir pekan.
Lonjakan Perpetual Komoditas Dorong Aktivitas Hyperliquid
Dalam beberapa hari terakhir, kontrak perpetual komoditas di Hyperliquid mengalami lonjakan volume dan open interest secara tajam. Aktivitas tersebut dinilai sebagai respons langsung pasar terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.
Ketika pasar tradisional tutup pada akhir pekan, trader beralih ke platform derivatif kripto untuk melakukan lindung nilai secara real-time.
Peningkatan transaksi pada kontrak berbasis minyak dan emas tidak hanya memperbesar volume perdagangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan protokol.
Mekanisme distribusi fee di dalam ekosistem Hyperliquid yang terhubung dengan token HYPE memperkuat sentimen positif di kalangan pelaku pasar. Volume tinggi dan konsentrasi likuiditas di satu platform memperbesar eksposur terhadap token tersebut.
Data menunjukkan bahwa aktivitas derivatif yang memuncak di Hyperliquid turut mendorong peningkatan posisi terbuka pada sejumlah pasar berbasis HIP-3. Kondisi ini mencerminkan bertambahnya partisipasi trader dalam mengambil posisi baru di tengah volatilitas global.
HYPE Keluar dari Pola Tekanan, Target Reli Baru Terbuka
Kenaikan harga HYPE juga diperkuat oleh sinyal teknikal. Analis pasar John menyebut dalam analisisnya bahwa pada kerangka waktu empat jam, HYPE telah keluar dari pola descending triangle yang sebelumnya terbentuk.

Menurutnya, target reli HYPE selanjutnya berada di kisaran US$35 dan berpotensi berlanjut hingga US$48 apabila momentum bullish mampu dipertahankan.
Pergerakan harga yang menembus pola teknikal tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan volume, yang dalam analisis teknikal sering dianggap sebagai konfirmasi kekuatan tren.
Lonjakan aktivitas perdagangan komoditas di tengah konflik Iran berdampak langsung pada meningkatnya visibilitas Hyperliquid. Platform ini mencatat peningkatan perhatian atau mindshare dibandingkan sejumlah bursa terpusat, terutama dalam segmen derivatif on-chain.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



