Platform perdagangan aset digital Hyperliquid mencatatkan pencapaian baru dengan menjadi penyedia likuiditas terdalam di pasar kripto global.
Data terbaru yang dibagikan oleh peneliti Blockworks, Shaunda Devens, menunjukkan bahwa Hyperliquid memiliki kedalaman order book Bitcoin terbesar pada level harga terdekat dari harga pasar.
Pada rentang ±1 basis poin dari harga tengah, Hyperliquid mencatatkan kedalaman order BTC sebesar sekitar US$3,1 juta, melampaui Binance yang berada di kisaran US$2,3 juta.

Data tersebut menempatkan Hyperliquid sebagai salah satu platform dengan likuiditas tertinggi untuk perdagangan derivatif aset digital. Kedalaman order book yang besar memungkinkan pelaku pasar melakukan transaksi dalam jumlah besar dengan dampak harga yang minimal, sehingga meningkatkan efisiensi perdagangan.
Selain Bitcoin, Hyperliquid juga mencatatkan performa kuat pada produk komoditas digital di bawah skema HIP-3. Pada pasar perak digital, platform ini menunjukkan kedalaman order sekitar US$33.000 di level harga terdekat, lebih tinggi dibandingkan Binance yang berada di sekitar US$24.000.
Capaian tersebut memperkuat posisi Hyperliquid sebagai pesaing utama bursa kripto global dalam aspek likuiditas.
Lonjakan Likuiditas dan Aktivitas Perdagangan
Peningkatan likuiditas Hyperliquid terjadi seiring dengan melonjaknya aktivitas perdagangan di platform tersebut.
Data terbaru menunjukkan bahwa open interest pada produk HIP-3 mendekati US$790 juta, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya partisipasi trader dan masuknya modal baru ke dalam ekosistem Hyperliquid.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya minat terhadap perdagangan derivatif berbasis aset kripto dan komoditas digital.
Likuiditas yang dalam, spread yang tipis, serta kecepatan eksekusi transaksi menjadi faktor utama yang menarik pelaku pasar untuk beralih atau memperluas aktivitas mereka di Hyperliquid.
Keunggulan likuiditas ini juga berdampak pada fungsi penemuan harga. Dengan ketersediaan order dalam jumlah besar di berbagai level harga, Hyperliquid dinilai mampu menyediakan referensi harga yang lebih stabil dan representatif bagi pasar.
Kondisi ini memperkuat peran platform tersebut dalam ekosistem perdagangan derivatif global.
Sejumlah analis mencatat bahwa keberhasilan Hyperliquid dalam membangun likuiditas tidak terlepas dari pengembangan infrastruktur perdagangan yang terintegrasi dengan teknologi on-chain.
Sistem ini memungkinkan transparansi data, pemantauan real-time, serta distribusi likuiditas yang lebih merata di berbagai instrumen perdagangan.
Posisi Hyperliquid di Tengah Persaingan Bursa Global
Meskipun mencatatkan keunggulan dalam metrik tertentu, posisi Hyperliquid dibandingkan dengan bursa terpusat besar seperti Binance tetap menjadi perhatian pengamat pasar. Beberapa analis menilai bahwa kedalaman order book pada satu waktu tertentu belum sepenuhnya mencerminkan kinerja likuiditas dalam kondisi pasar yang sangat volatil.
Dalam situasi pergerakan harga ekstrem, faktor seperti stabilitas sistem, kecepatan pemrosesan transaksi, serta ketahanan infrastruktur tetap menjadi penentu utama kualitas layanan perdagangan.
Oleh karena itu, perbandingan antara Hyperliquid dan Binance dinilai perlu mempertimbangkan berbagai indikator, tidak hanya kedalaman order pada level terdekat.
Ada Sinyal Bullish HYPE
Sejalan dengan meningkatnya likuiditas Hyperliquid, analis teknikal GainMuse menilai bahwa token HYPE telah memasuki fase konfirmasi breakout setelah berhasil menembus garis resistance menurun yang membatasi pergerakan harga sejak Oktober.

Pada grafik, harga sebelumnya bergerak dalam fase kompresi dan konsolidasi di atas garis support utama sebelum akhirnya mencatatkan penembusan di area sekitar US$32. Breakout tersebut terjadi bersamaan dengan terbentuknya zona imbalance (IMB), yang menjadi area penting bagi kelanjutan tren.
GainMuse menambahkan bahwa selama harga mampu bertahan di atas area breakout dan zona IMB di kisaran US$30–US$32, struktur bullish dinilai masih terjaga.
Area support terdekat kini berada di sekitar zona konsolidasi sebelumnya, sementara resistance berikutnya mengarah ke target zone di area US$37–US$40 sesuai proyeksi pada grafik.
Kegagalan harga kembali turun ke bawah garis resistance lama berpotensi memperkuat dominasi buyer dan membuka ruang kelanjutan kenaikan dalam jangka menengah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



