Hyperliquid menjadi sorotan utama pasar kripto setelah token native mereka, HYPE, berhasil melampaui kapitalisasi pasar Dogecoin (DOGE).
Data terbaru CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar HYPE sempat mencapai sekitar US$16,05 miliar, sedikit lebih tinggi dibanding DOGE yang berada di kisaran US$15,73 miliar.
Perkembangan tersebut dinilai menjadi salah satu perubahan besar dalam dinamika pasar kripto 2026 karena untuk pertama kalinya proyek bursa terdesentralisasi (DEX) mampu melampaui salah satu memecoin terbesar di industri.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah performa HYPE yang masih menunjukkan momentum kuat dalam beberapa hari terakhir.
Pada saat artikel ini disusun, HYPE diperdagangkan di sekitar US$61,53 dengan kenaikan sekitar 2,02 persen dalam 24 jam terakhir dan melonjak lebih dari 35 persen dalam 7 hari terakhir. Lonjakan itu membuat Hyperliquid semakin diperbincangkan sebagai salah satu proyek dengan pertumbuhan tercepat di sektor derivatif kripto.
Revenue dan Buyback Jadi Mesin Utama
Banyak analis menilai kenaikan Hyperliquid kali ini tidak hanya dipicu spekulasi pasar semata, tetapi lebih didorong oleh fundamental bisnis yang mulai berkembang sangat besar. Salah satu faktor utama berasal dari pendapatan protokol Hyperliquid yang terus meningkat seiring lonjakan aktivitas perdagangan perpetual futures di platform tersebut.
Hyperliquid kini menjadi salah satu protokol dengan revenue terbesar di sektor decentralized finance (DeFi).
Berdasarkan data DefiLlama, dalam periode 30 hari terakhir, platform itu disebut mampu menghasilkan puluhan juta dolar dari aktivitas trading derivatif. Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari fee transaksi trader yang aktif menggunakan platform perpetual exchange milik Hyperliquid.
Juga, total nilai terkunci (TVL) di jaringannya sudah lebih dari US$1,70 miliar, terus bertumbuh positif sejak pertengahan Januari 2026.

Selain itu, model buyback token yang diterapkan juga dianggap menjadi pendorong utama kenaikan HYPE. Sebagian besar fee trading disebut digunakan kembali untuk membeli token HYPE langsung dari pasar.
Skema tersebut menciptakan tekanan beli yang konsisten terhadap token setiap kali volume perdagangan meningkat.
Kondisi ini membuat banyak pelaku pasar mulai membandingkan HYPE dengan saham bursa berbasis blockchain karena valuasinya dinilai mulai ditopang oleh arus pendapatan nyata, bukan sekadar sentimen komunitas seperti yang selama ini mendominasi memecoin.
Dominasi Pasar Perpetual DEX Semakin Besar
Hyperliquid juga terus memperkuat posisinya di sektor perpetual DEX sepanjang 2026. Beberapa data industri menunjukkan platform tersebut kini menguasai sebagian besar market share perdagangan perpetual berbasis DEX secara global.
Volume perdagangan mingguan Hyperliquid dilaporkan menembus US$2 miliar dengan open interest yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pertumbuhan itu membuat Hyperliquid mulai dipandang sebagai pesaing serius CEX besar di pasar derivatif kripto.
Selain faktor volume, banyak trader mulai beralih menggunakan Hyperliquid karena pengalaman trading yang dinilai semakin mendekati CEX seperti Binance atau Bybit.
Platform tersebut menggunakan infrastruktur layer-1 sendiri dengan latency rendah dan throughput tinggi sehingga order book on-chain dapat berjalan lebih cepat dibanding sebagian besar DEX lainnya.
Hyperliquid juga mulai memperluas ekspansinya ke berbagai sektor lain seperti tokenized asset, pasar prediksi, hingga perpetual futures berbasis aset tradisional.
Langkah tersebut memperkuat narasi bahwa Hyperliquid kini berkembang bukan hanya sebagai platform trading kripto, tetapi sebagai infrastruktur finansial berbasis blockchain yang lebih luas.
HYPE Masih Punya Ruang untuk Naik Lebih Tinggi
Di sisi teknikal, analis Vuori melihat HYPE masih menunjukkan kekuatan pasar yang sangat dominan setelah berhasil mencetak tertinggi sepanjang masa (ATH) baru. Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa minat beli terhadap HYPE masih tetap kuat meski pasar kripto secara umum belum sepenuhnya pulih.

Dalam analisis yang dibagikannya, Vuori menyebut area breakout ATH HYPE berada di kisaran US$54 hingga US$56. Zona tersebut kini berubah menjadi resistance sekaligus area konfirmasi bullish utama yang akan menentukan keberlanjutan tren naik berikutnya.
“HYPE berhasil mencapai ATH baru ketika altcoin sedang berada di bawah tekanan berat. Ini adalah sinyal yang sangat kuat bagi pasar.” ungkap Vuori.
Ia juga menilai HYPE bukan sekadar aset spekulatif seperti memecoin, melainkan salah satu proyek kripto terbesar di pasar dengan posisi mendekati peringkat 10 besar kapitalisasi global.
Menurutnya, keberhasilan HYPE mempertahankan momentum bullish di tengah lemahnya pasar altcoin dapat memberikan dampak psikologis besar terhadap sentimen investor kripto secara keseluruhan.
Dalam proyeksinya, Vuori memperkirakan HYPE masih memiliki peluang melanjutkan impuls bullish pada siklus saat ini. Target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di area US$90, kemudian US$140 hingga kisaran ekstrem sekitar US$250 apabila momentum bullish terus berlanjut.
Sementara itu, area support penting terdekat kini berada di kisaran US$41 hingga US$45 yang menjadi ascending trendline utama penopang struktur bullish Hyperliquid saat ini.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


