Stablecoin tak lagi hanya identik dengan kripto. Hyundai baru saja mengujinya untuk transfer dana lintas negara, memperlihatkan bagaimana teknologi blockchain mulai mendapat tempat dalam sistem keuangan perusahaan berskala global.
Hyundai Buktikan USDT Bisa Percepat Transfer Dana
Dikutip dari laporan Tether pada Senin (13/07/2026), Hyundai menyelesaikan uji coba transfer dana lintas negara menggunakan stablecoin USDT sebagai bagian dari pengembangan sistem cadangan (treasury) perusahaan.
“Pada tahap awal Proof-of-Concept (PoC), Hyundai Motor America mengonversi dana sebesar US$20.000 menjadi USDT. Stablecoin tersebut kemudian dikirim ke Hyundai Motor Mexico sebelum kembali dikonversi menjadi dolar AS,” ungkap pihak Tether.
Seluruh proses, mulai dari pengiriman hingga verifikasi transaksi, rata-rata hanya memerlukan waktu tujuh menit. Angka tersebut lebih singkat dibandingkan transfer antarbank internasional yang biasanya memakan waktu tiga hingga empat jam.
Visa Uji Stablecoin Baru, Tantang Sistem Pembayaran Tradisional
Uji coba tersebut memanfaatkan infrastruktur penyelesaian transaksi milik Axiym. Di sisi lain, Hyundai Card bertugas merancang skema pengiriman dana sekaligus memastikan transaksi memenuhi standar regulasi, kepatuhan, akuntansi, dan operasional perusahaan.
Meski transaksi yang diuji hanya US$20.000, fokus utama Hyundai bukan pada nominal. Perusahaan ingin menilai apakah settlement berbasis stablecoin dapat diterapkan tanpa mengubah sistem tata kelola yang sudah berjalan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa teknologi blockchain dipertimbangkan sebagai fondasi baru dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Fokusnya bergeser, dari sekadar aset investasi menjadi solusi pembayaran lintas negara yang lebih efisien.
Adopsi Stablecoin Meluas, Korporasi Mulai Tinggalkan Cara Lama
Bagi perusahaan, perpindahan dana yang cepat, transparan, dan efisien menjadi kebutuhan strategis. Di tengah tuntutan tersebut, stablecoin menawarkan alternatif untuk mempercepat settlement tanpa mengorbankan standar operasional maupun kepatuhan.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menilai perkembangan ini menandai perubahan dalam sistem keuangan. Menurutnya, stablecoin kini berkembang menjadi bagian penting dari infrastruktur pembayaran generasi berikutnya.
“Inisiatif Hyundai menunjukkan bahwa kebutuhan akan infrastruktur keuangan yang mampu mendukung perpindahan dana lintas negara secara lebih cepat, efisien, dan transparan terus meningkat,” jelas Ardoino.
Ke depan, pengujian akan diperluas ke lebih banyak koridor, termasuk penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal. Langkah tersebut dilakukan untuk menguji pemanfaatan stablecoin dalam operasional treasury perusahaan secara lebih luas.
Tren tersebut juga tercermin dari data on-chain. Berdasarkan DeFiLlama, total kapitalisasi pasar saat ini stablecoin telah mencapai sekitar US$312,27 miliar, meningkat lebih dari US$200 miliar dibandingkan awal 2025.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa stablecoin tidak lagi identik dengan industri kripto. Kini, banyak perusahaan yang melihatnya sebagai solusi untuk mempercepat pembayaran global, mengelola kas, serta memindahkan modal secara lebih efisien.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


