IBM memperkenalkan platform baru bernama Digital Asset Haven yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan dan adopsi aset digital di kalangan institusi keuangan, perusahaan besar dan lembaga pemerintah.
IBM menegaskan bahwa platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan tata kelola, keamanan dan manajemen transaksi aset digital lintas jaringan blockchain dalam satu sistem terpadu.
Platform ini dikembangkan dengan menggandeng Dfns, penyedia teknologi dompet aset digital dan infrastruktur keamanan. Kolaborasi tersebut bertujuan menyediakan kemampuan pengelolaan aset kripto yang sesuai dengan kebutuhan institusi yang beroperasi dalam kerangka regulasi yang ketat.
Digital Asset Haven mendukung lebih dari 40 jaringan blockchain, baik publik maupun privat, sehingga memungkinkan integrasi aset digital secara lintas ekosistem.
“Dengan IBM Digital Asset Haven, klien kami memiliki kesempatan untuk memasuki dan berekspansi ke dunia aset digital yang didukung oleh tingkat keamanan dan keandalan IBM,” ujar General Manager, IBM Z dan LinuxONE, Tom McPherson, dalam siaran pers.
Fokus pada Tata Kelola dan Keamanan Tingkat Enterprise
IBM menyatakan bahwa platform ini dikembangkan dengan perhatian pada aspek tata kelola akses, keamanan dan kepatuhan. Digital Asset Haven memanfaatkan teknologi Multi-Party Computation (MPC) serta modul keamanan perangkat keras IBM Crypto Express untuk melindungi kunci privat dan proses penandatanganan transaksi.
Selain itu, tersedia pula sistem Offline Signing Orchestrator, yang memungkinkan institusi menggunakan metode cold storage tanpa menghambat efisiensi operasional.
Melalui pendekatan ini, IBM menargetkan lembaga yang memerlukan kontrol penuh atas aset digital yang mereka kelola. Solusi tersebut mencakup pengaturan hak akses multi-pihak, proses persetujuan yang diawasi, serta otomasi alur transaksi untuk mengurangi risiko operasional.
“Platform baru yang terpadu ini menghadirkan ketahanan dan tata kelola data yang mereka butuhkan, memberdayakan pemerintah dan perusahaan untuk membangun layanan keuangan generasi mendatang,” tambah Tom.
Menurut IBM, Digital Asset Haven tidak hanya ditujukan bagi institusi yang sudah aktif di sektor aset digital, tetapi juga bagi entitas yang sedang mempertimbangkan transisi awal menuju tokenisasi dan pemanfaatan blockchain di sistem keuangan internal.
Ketersediaan dan Dampak Terhadap Adopsi Aset Digital
Digital Asset Haven akan tersedia dalam format Software as a Service (SaaS) dan Hybrid SaaS mulai kuartal IV 2025, sementara versi on-premises dijadwalkan diluncurkan pada kuartal II 2026.
Jadwal peluncuran bertahap tersebut disebut memberikan fleksibilitas bagi institusi untuk memilih model operasional yang sesuai dengan kebijakan keamanan internal dan tuntutan regulasi masing-masing wilayah.
CEO Dfns, Clarisse Hagège, menegaskan bahwa kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas skala adopsi aset digital di tingkat institusional.
“Bersama IBM, kami telah membangun platform yang melampaui penyimpanan untuk mengorkestrasi seluruh ekosistem aset digital, membuka jalan bagi aset digital untuk beralih dari program percontohan ke produksi dalam skala global,” ujarnya.
Peluncuran Digital Asset Haven mencerminkan momentum yang berkembang dalam sektor keuangan global, di mana tokenisasi aset, stablecoin dan infrastruktur blockchain terus menjadi bagian dari pembahasan strategis regulator dan perusahaan.
Dengan penekanan pada keamanan, kepatuhan dan tata kelola internal, IBM menempatkan platform ini sebagai komponen pendukung bagi institusi yang ingin mengadopsi aset digital secara bertahap namun berkelanjutan.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari tren lebih luas menuju modernisasi sistem keuangan, dengan fokus pada efisiensi, transparansi dan interoperabilitas lintas jaringan. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



