IDRX Gandeng Solana, Gaspol Tokenisasi Aset Berbasis Rupiah

Kolaborasi antara IDRX dan Solana Superteam Indonesia menjadi langkah baru dalam mempercepat pengembangan tokenisasi aset berbasis rupiah di Tanah Air.

Berdasarkan laporan SWA, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada Jumat (23/1/2026) di Jakarta, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur tokenisasi aset dunia nyata (RWA) berbasis teknologi blockchain.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menargetkan terciptanya ekosistem aset digital yang terintegrasi dengan ekonomi riil, sekaligus memperluas akses pembiayaan dan investasi bagi masyarakat.

IDRX sebagai penerbit stablecoin berbasis rupiah dan Solana Superteam Indonesia sebagai penggerak ekosistem blockchain Solana bekerja sama dalam menyiapkan sistem tokenisasi yang efisien, aman dan mudah diakses.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Proyek ini diarahkan untuk mengubah aset biasa, seperti properti, proyek usaha, dan aset produktif lainnya, menjadi token digital yang dapat diperdagangkan secara transparan.

Dengan memanfaatkan jaringan Solana yang dikenal memiliki kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong adopsi teknologi blockchain secara lebih luas di sektor ekonomi digital nasional.

BACA JUGA:  Peran Perempuan Indonesia Kian Kuat di Siber dan Blockchain

Kerja sama tersebut juga bertujuan mempertahankan peran rupiah sebagai dasar nilai dalam transaksi aset digital. Penggunaan IDRX yang dipatok 1:1 terhadap rupiah memungkinkan proses tokenisasi dilakukan tanpa bergantung pada mata uang asing.

Dengan pendekatan ini, pelaku usaha dan investor domestik dapat berpartisipasi dalam ekosistem aset digital dengan instrumen yang lebih relevan dengan kondisi pasar Indonesia.

Penguatan Infrastruktur dan Ekosistem Tokenisasi

Dalam tahap awal implementasi, IDRX dan Solana Superteam Indonesia memprioritaskan pembangunan infrastruktur teknis dan penguatan ekosistem pendukung.

Fokus utama diarahkan pada kesiapan sistem, integrasi dengan platform digital, serta pengembangan standar operasional untuk penerbitan dan perdagangan aset yang ditokenisasi.

Selain itu, kedua pihak juga mendorong keterlibatan pengembang lokal dan pelaku industri dalam proses pengembangan.

Perwakilan Superteam Indonesia, Mario Nurcahyanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini difokuskan pada kesiapan adopsi di tingkat institusional.

BACA JUGA:  SBI Holdings Rilis Tokenisasi Obligasi dengan Bonus XRP

“Superteam Indonesia berfokus pada kesiapan adopsi institusional dan penguatan ekosistem. Kolaborasi dengan IDRX kami arahkan agar pengembangan tokenisasi aset di Indonesia berjalan dengan infrastruktur yang matang dan siap diimplementasikan,” ujar Mario.

Melalui pendekatan tersebut, kerja sama ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan jaringan mitra strategis.

Dengan dukungan komunitas Solana dan mitra lokal, proyek tokenisasi diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di berbagai sektor produktif, termasuk industri kreatif, UMKM dan properti.

Dampak terhadap Akses Investasi dan Pembiayaan

Tokenisasi aset berbasis rupiah dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas akses investasi dan pendanaan di Indonesia.

Dengan sistem fractional ownership, aset bernilai besar dapat dibagi menjadi unit-unit digital yang lebih kecil, sehingga memungkinkan masyarakat dengan modal terbatas untuk turut berpartisipasi dalam kepemilikan aset.

Skema ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan alternatif melalui penerbitan token berbasis aset riil.

BACA JUGA:  Manta dan Pruv Buka Peluang Investasi Padel di Indonesia via Tokenisasi

OJK menilai bahwa tokenisasi RWA berpotensi mengubah pola kepemilikan dan penciptaan nilai aset di sektor keuangan digital.

Melalui mekanisme fractional ownership, partisipasi ekonomi dapat diperluas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen. Penilaian tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan model tokenisasi yang lebih terstruktur dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam praktiknya, aset yang telah ditokenisasi dapat diperdagangkan melalui platform digital yang terintegrasi, sehingga meningkatkan likuiditas dan efisiensi transaksi.

Investor dapat memantau kepemilikan dan pergerakan aset secara real-time, sementara penerbit aset memperoleh transparansi dalam pengelolaan dana dan distribusi nilai.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia