Dugaan kasus penipuan yang menyeret nama Timothy Ronald dan Kalimasada melalui kelas edukasi yang mereka bangun, Akademi Crypto, masih berlanjut. Perkembangan terbaru datang dari Skyholic, pihak yang menginisiasi serta merangkul para peserta yang mengaku dirugikan.
Melalui kanal komunikasinya, Skyholic mengklaim telah menyiapkan skema awal pengajuan refund bagi mantan member Akademi Crypto. Langkah ini disebut sebagai upaya awal untuk memberikan jalan keluar bagi peserta yang merasa dirugikan.
Form Refund Dibuka untuk Ex-Member Akademi Crypto
Berdasarkan pesan yang dibagikan oleh admin bernama Steve Sky888 di grup “Paguyuban Member Rungkad” yang diinisiasi akun Skyholic888 pada Kamis (15/01/2026), mantan member Akademi Crypto yang merasa dirugikan disebut memiliki peluang untuk mengajukan refund.
Peluang tersebut dibuka melalui sebuah formulir refund yang disediakan khusus bagi mantan peserta. Formulir ini berfungsi sebagai sarana pengumpulan data awal dari pihak-pihak yang mengaku mengalami kerugian akibat mengikuti kelas Akademi Crypto.
Di dalam formulir tersebut, peserta diminta mengisi sejumlah informasi penting, mulai dari bukti pembayaran Akademi Crypto, nomor ponsel, alamat email, hingga data pendukung lainnya. Data ini disebut akan digunakan untuk keperluan verifikasi serta penyusunan laporan lanjutan.

Skyholic888 menjelaskan bahwa pada tahap awal, pengajuan refund difokuskan pada kelas yang dibangun oleh Timothy Ronald dan Kalimasada. Fokus ini diambil lantaran kelas tersebut disebut tidak memiliki sertifikasi resmi.
“Setelah berdiskusi dengan beberapa ahli, meskipun kerugian tidak sepenuhnya dapat diganti, masih ada kemungkinan dana kelas bisa dikembalikan. Hal ini karena kelas tersebut diduga tidak memiliki sertifikasi,” jelas Skyholic888.
Proses Hukum Masih Berjalan, Tersangka Bisa Bertambah
Di sisi lain, upaya pelaporan hukum oleh para mantan member Akademi Crypto juga disebut masih berlangsung. Dalam pesan terpisah, pengelola grup mengungkapkan bahwa mereka masih aktif mengumpulkan korban lain guna menyusun laporan polisi secara kolektif.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan menerima laporan dari ratusan mantan member Akademi Crypto. Skyholic888 beserta jajaran admin grup juga secara aktif membagikan bukti tambahan yang diklaim berkaitan dengan kasus tersebut.
Salah satu narasi yang mencuat adalah potensi bertambahnya tersangka, tidak hanya terbatas pada Timothy Ronald dan Kalimasada. Narasi ini mengarah pada pihak-pihak lain yang diduga memiliki hubungan kemitraan atau aliran dana.
“Pihak yang berpartner dengan Timothy bersiap untuk turut dimintai pertanggungjawaban. Mereka bisa dijerat pasal TPPU. Seluruh pihak yang terasosiasi, pernah menerima aliran dana, atau memiliki afiliasi dengan Timothy akan ditelusuri,” tulis Skyholic.
Bukti Ini Buka Sisi Lain Kasus Dugaan Penipuan Timothy Ronald
Dengan proses refund yang mulai dibuka dan jalur hukum yang terus berjalan, para mantan peserta kini berada di persimpangan antara menunggu pengembalian dana atau menanti hasil akhir penegakan hukum yang masih berkembang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



