Gelombang efisiensi kembali menghantam industri kripto. Kali ini, Coinbase memangkas sekitar 14 persen tenaga kerjanya. Di balik keputusan ini, ada dua faktor besar yang saling berkaitan: tekanan pasar dan percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini bukan sekadar penghematan biasa. Coinbase menempatkan AI sebagai inti strategi baru mereka, sekaligus mengubah cara tim bekerja, struktur organisasi, hingga peran manajemen.
Restrukturisasi Coinbase, Fokus ke Tim Berbasis AI
CEO Brian Armstrong menjelaskan bahwa perusahaan tengah merespons dua tekanan sekaligus. Pertama, kondisi pasar yang melemah dan memengaruhi kinerja bisnis secara kuartalan.
Kedua, percepatan perkembangan AI yang dinilai mulai mengubah cara kerja tim secara fundamental. Perubahan ini membuat perusahaan perlu beradaptasi lebih cepat daripada sebelumnya.
“Kami melakukan penyesuaian untuk membangun Coinbase agar lebih ramping, cepat, dan berorientasi pada AI. Kami perlu kecepatan dan fokus seperti saat awal berdiri sebagai startup, dengan AI sebagai inti,” tulisnya di X, Selasa (05/05/2026).
Langkah ini diharapkan dapat memangkas birokrasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Dengan struktur yang lebih ringkas, koordinasi antar tim di salah satu crypto exchange terbesar ini juga menjadi lebih efisien.
Tak hanya itu, peran pemimpin kini berubah. Mereka dituntut menjadi “player-coach”, terlibat langsung dalam eksekusi, seiring bergesernya fokus perusahaan ke tim kecil berbasis AI untuk mendorong produktivitas.
700 Karyawan Coinbase Terdampak PHK
Langkah ini berdampak pada sekitar 700 karyawan. Meski terdengar keras, Brian Armstrong menegaskan bahwa perusahaan akan memberikan paket kompensasi yang cukup menarik bagi mereka yang terdampak.
“Kepada yang terdampak, kami menyediakan paket dukungan untuk membantu masa transisi ini. Karyawan di AS akan menerima minimal 16 minggu gaji pokok (ditambah 2 minggu untuk setiap tahun masa kerja), vesting ekuitas, serta 6 bulan program COBRA,” tambahnya.
Dalam dokumen yang diajukan ke SEC, Coinbase memperkirakan biaya restrukturisasi ini mencapai sekitar US$50 juta hingga US$60 juta. Angka tersebut mencakup pesangon dan berbagai manfaat terminasi lainnya.
Perusahaan juga menargetkan proses ini akan selesai pada kuartal kedua 2026. Hal ini menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar keputusan jangka pendek, melainkan bagian dari strategi transformasi yang lebih besar.
Industri Kripto Masuki Era AI
Langkah yang diambil oleh Coinbase bukanlah yang pertama di industri teknologi. Dalam beberapa bulan terakhir, tren serupa mulai terlihat di berbagai perusahaan, seiring tekanan pasar dan dorongan efisiensi yang makin kuat.
Gemini, misalnya, pada Februari lalu mengumumkan rencana pemangkasan 200 pekerjaan atau sekitar 25 persen dari total karyawan. Langkah ini juga diiringi dengan penarikan operasi dari beberapa wilayah seperti Inggris, Uni Eropa, dan Australia.
Sementara itu, Crypto.com pada Maret memangkas 12 persen tenaga kerjanya. Perusahaan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi untuk memfokuskan sumber daya pada area pertumbuhan utama, termasuk pengembangan AI.
Fenomena ini memperlihatkan satu benang merah yang jelas. Kecerdasan buatan tidak lagi sekadar alat bantu produktivitas, tetapi telah menjadi alasan utama dalam merombak struktur organisasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


