IMF Buka Suara soal Stablecoin, Peluang Besar tapi Risikonya Serius

Stablecoin makin sulit dipandang sebagai eksperimen kecil di industri kripto. IMF menilai aset digital ini menawarkan efisiensi besar, tetapi juga membawa risiko baru bagi negara berkembang.

Pesan itu disampaikan Dan Katz, First Deputy Managing Director IMF, saat berbicara di University of Cape Town pada Jumat (07/08/2026), dengan fokus pada stablecoin dan akses dolar digital.

Stablecoin Tumbuh Pesat, tetapi Skalanya Masih Terbatas

Menurut Katz, kapitalisasi pasar stablecoin meningkat hampir tiga kali lipat sepanjang 2021 hingga 2025, mencerminkan pertumbuhan pesat aset tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data DefiLlama per Minggu (09/08/2026), kapitalisasi pasar stablecoin kini berada di kisaran US$300 miliar, didominasi USDT sebesar US$183 miliar dan USDC sekitar US$72 miliar.

Kapitalisasi Pasar Stablecoin - DefiLlama
Kapitalisasi Pasar Stablecoin – DefiLlama

Dominasi dolar AS juga terlihat sangat kuat. Hampir 99 persen stablecoin yang beredar saat ini berdenominasi dolar, meski secara keseluruhan skalanya masih relatif kecil dibandingkan sistem keuangan global.

BACA JUGA:  Hore! Harga Bitcoin Bentuk Sinyal Bullish, Analis Sebut Targetkan 73 Ribu Dolar

Namun, ukurannya yang terbatas tidak membuat potensi dampaknya ikut kecil. IMF melihat stablecoin dapat membawa perubahan besar pada sektor pembayaran sekaligus memunculkan risiko baru.

“Stablecoin menawarkan potensi manfaat yang signifikan, terutama dengan meningkatkan persaingan dalam pembayaran dan layanan keuangan, tetapi juga membawa potensi risiko yang signifikan,” jelas Katz.

Aktivitasnya pun sudah cukup besar. Volume transaksi stablecoin disebut melampaui US$30 triliun pada 2025, meski sebagian besar masih berasal dari ekosistem kripto, termasuk bot trading dan arbitrase algoritmik.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

IMF Soroti Risiko Dolariasi Lewat Stablecoin

Di balik potensi tersebut, IMF menaruh perhatian khusus pada negara berkembang karena stablecoin dapat mempermudah masyarakat mengakses aset berbasis dolar melalui dompet digital.

Kemudahan itu berpotensi mempercepat dolarisasi, terutama di negara dengan inflasi tinggi, mata uang tidak stabil, kebijakan makro lemah, atau akses terhadap dolar AS yang terbatas.

Berbeda dari pola dolarisasi konvensional, penyebaran stablecoin juga dapat berlangsung jauh lebih cepat karena aksesnya tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur perbankan tradisional.

BACA JUGA:  Hyundai Gunakan USDT, Sinyal Stablecoin Makin Dilirik Perusahaan Besar?

“Secara teori, substitusi melalui stablecoin dapat menyebar jauh lebih cepat karena smartphone dan aplikasi pesan membuat akses serta adopsinya jauh lebih mudah,” jelas Katz.

Risiko lain muncul dari stablecoin mata uang lokal yang tidak selalu menjadi solusi. Ketika berada pada blockchain yang sama, aset tersebut justru dapat mempermudah konversi menuju stablecoin dolar AS.

Transaksi melalui platform DEX, liquidity pool, atau peer-to-peer (P2P) juga dapat menggeser aktivitas valuta asing dari jalur perbankan menuju ekosistem on-chain yang lebih sulit dipantau regulator.

Begini Pandangan IMF Terkait Stablecoin

IMF Ingatkan Regulasi Stablecoin Tak Bisa Dipukul Rata

Perbedaan tingkat risiko tersebut membuat IMF menilai kebijakan stablecoin perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara, bukan diterapkan dengan pendekatan yang seragam.

Pertimbangannya mencakup tingkat dolarisasi, kekuatan ekonomi, struktur pasar keuangan, hingga pola masyarakat dalam mengakses valuta asing dan juga menggunakan mata uang kripto berbasis fiat.

BACA JUGA:  Microsoft Ungkap Peretas Pakai BNB Chain untuk Tanam Malware Jahat

“Pendekatan satu ukuran untuk semua berisiko menghasilkan regulasi berlebihan dalam satu konteks dan respons yang terlalu lemah dalam konteks lainnya,” jelas Katz.

Selain menyesuaikan aturan, regulator juga didorong memperbaiki pengumpulan data, memperluas pengawasan terhadap exchange, kustodian, penyedia on-ramp dan off-ramp, serta memperkuat kerja sama lintas negara.

Pada akhirnya, IMF melihat stablecoin tetap dapat menghadirkan biaya pembayaran lebih murah dan persaingan lebih besar, selama inovasinya berkembang tanpa mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait