Indeks Kelangkaan Bitcoin Tembus Level Tertinggi Sejak Oktober, Apa Artinya?

Ketersediaan Bitcoin untuk diperdagangkan di pasar bursa kembali menjadi sorotan setelah indikator on-chain menunjukkan penurunan pasokan yang cukup pesat.

Analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant melaporkan bahwa Binance BTC Scarcity Index baru-baru ini mencapai level tertinggi sejak Oktober, menandakan bahwa jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dijual di pasar saat ini semakin terbatas.

Pasokan Bitcoin di Bursa Menyusut, Indeks Kelangkaan Melonjak

Dalam laporan terbarunya, Arab Chain mencatat bahwa Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.000 ketika indeks kelangkaan tersebut mendekati level 5,10. Angka ini mencerminkan perubahan pada struktur pasokan yang tersedia di Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia.

kelangkaan BTC scarcity index

IKLAN
Chat via WhatsApp

Indikator Scarcity Index digunakan untuk mengukur seberapa langka Bitcoin yang tersedia untuk perdagangan langsung di bursa. Ketika nilai indeks berada pada level positif yang tinggi, hal itu menandakan bahwa jumlah Bitcoin yang siap dijual relatif lebih sedikit dibandingkan rata-rata historisnya.

Menurut Arab Chain, kondisi tersebut dapat meningkatkan sensitivitas harga terhadap perubahan permintaan di pasar.

BACA JUGA:  Perang Meletus, Robert Kiyosaki Bahas 5 Dampak Serius ke Keuangan dan Ekonomi

“Ketika pasokan Bitcoin di bursa semakin terbatas, pergerakan harga dapat menjadi lebih cepat jika terjadi lonjakan permintaan,” ungkap Arab Chain.

Secara historis, periode ketika indeks kelangkaan Bitcoin berada di level tinggi sering kali bertepatan dengan fase bullish di pasar. Hal ini terjadi karena berkurangnya pasokan di bursa dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi kenaikan harga, terutama jika permintaan dari investor tetap kuat.

Sebaliknya, ketika indeks ini berada di wilayah negatif, kondisi tersebut biasanya menunjukkan peningkatan arus masuk Bitcoin ke bursa. Situasi tersebut sering diartikan sebagai potensi tekanan jual yang lebih besar karena lebih banyak aset tersedia untuk dilepas ke pasar.

Arab Chain juga mencatat bahwa indikator tersebut sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir. Indeks bahkan sempat turun ke wilayah negatif sebelum akhirnya kembali naik secara tajam ke zona positif.

Pergeseran ini dinilai dapat mencerminkan perubahan perilaku investor, di mana sebagian pemilik Bitcoin kemungkinan memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang seperti cold storage, sehingga mengurangi pasokan yang tersedia di bursa.

BACA JUGA:  Kazakhstan Siap Investasi Rp5,88 Triliun ke Aset Kripto

Struktur Teknikal Isyaratkan Potensi Fase Pemulihan

Di tengah kondisi pasokan yang semakin terbatas, sejumlah analis teknikal juga menyoroti kemungkinan perubahan struktur pergerakan Bitcoin dalam jangka menengah.

Analis kripto GainMuse menilai bahwa pada time frame 16 jam, pasar Bitcoin saat ini berpotensi sedang mempersiapkan fase pemulihan harga setelah sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup tajam.

analisis BTC 13 MARET

Dalam analisis tersebut dijelaskan bahwa harga Bitcoin sempat stabil di dekat garis macro support sebelum membentuk pola ascending consolidation channel dengan volatilitas yang semakin menyempit.

Pola ini sering muncul setelah fase kapitulasi pasar dan dapat menjadi indikasi awal terbentuknya struktur pemulihan.

GainMuse menjelaskan bahwa potensi kenaikan dapat muncul apabila harga Bitcoin berhasil menembus batas atas dari kanal konsolidasi tersebut. Jika penembusan terjadi, pasar berpeluang bergerak menuju area descending macro resistance yang berada di atas struktur saat ini.

BACA JUGA:  Ferry Irwandi Soroti Tujuan Bitcoin, Benarkah Selama Ini Disalahpahami?

Sementara itu, data on-chain lain juga menunjukkan perubahan aktivitas pelaku pasar besar. Analis kripto Ali Martinez melihat bahwa jumlah transaksi whale Bitcoin turun tajam dalam sepekan terakhir. Aktivitas transaksi bernilai besar tersebut dilaporkan turun hampir 80 persen, dari sekitar 4.268 transaksi menjadi hanya 863 transaksi.

whale BTC

Penurunan aktivitas whale ini dapat mencerminkan fase konsolidasi pasar, di mana pelaku besar memilih menahan posisi sambil menunggu arah pergerakan berikutnya.

Dalam konteks yang sama, kombinasi antara pasokan Bitcoin yang semakin terbatas di bursa dan penurunan aktivitas whale dapat menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika pasar dalam waktu dekat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait