Setelah sukses menarik lebih dari 15.000 pengunjung pada debutnya, Indonesia Card Party kembali Oktober 2026 dengan konsep yang lebih playful, interaktif, dan penuh kejutan bagi pencinta trading card.
Indonesia Card Party Balik Lagi dengan “Trade or Treat”
Indonesia Card Party atau ICP akan kembali digelar pada 17 hingga 18 Oktober 2026 di Multi Purpose Hall, Agora Mall, Jakarta. Acara berlangsung selama dua hari, mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB.
Kali ini, ICP datang dengan tema “Trade or Treat”. Konsep tersebut membuat pengalaman pengunjung tidak hanya berputar pada aktivitas berburu, membeli, menjual, ataupun menukar kartu koleksi.
Sesuai temanya, area trading akan dipadukan dengan berbagai game, kuis, challenge, dan aktivitas interaktif. Sepanjang acara, pengunjung juga berkesempatan membawa pulang hadiah dengan total nilai lebih dari Rp100 juta.
“Tahun ini kami ingin membuat ICP terasa lebih playful dan penuh kejutan. Pengunjung mungkin datang untuk trade, tetapi kami ingin mereka pulang dengan treat dan pengalaman yang tak terlupakan,” ujar Anson Chew.

CEO OCX tersebut menjelaskan, berbagai aktivitas itu sengaja dihadirkan agar pengalaman di ICP terasa lebih hidup. Jadi, pengunjung tidak hanya datang untuk bertransaksi, tetapi juga bermain, berinteraksi, dan menikmati suasana bersama komunitas.
Dari Berburu Kartu sampai Main Bareng Kreator
Pengunjung bisa menikmati ICP sesuai minat masing-masing, mulai dari belajar memainkan Pokémon, One Piece, dan Yu-Gi-Oh!, berburu kartu incaran, hingga mencoba berbagai aktivitas yang tersedia sepanjang acara.
Suasananya juga akan diramaikan puluhan KOL dan content creator yang terlibat langsung dalam game, tantangan, serta sesi bermain di main stage maupun berbagai booth.
Bagi yang baru mulai mengenal trading card, ICP menyediakan Learn and Play Hub sebagai tempat belajar bermain dengan suasana santai, tanpa perlu merasa harus menjadi kolektor berpengalaman.

Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi Creator and Community Hub, Experience Zone, konsultasi grading kartu, VIP Lounge, serta Red Team versus Blue Team yang membawa sedikit nuansa kompetitif ke dalam acara.
Dengan format tersebut, gelaran ICP ingin menjadi ruang yang bisa dinikmati lebih luas, bukan hanya oleh kolektor dan pemain TCG, tetapi juga keluarga, kreator, penghobi, hingga pengunjung baru.
Target 15.000 Pengunjung, Tiket Mulai Rp35 Ribu
Target besar pada edisi kedua bukan tanpa alasan. Saat pertama kali digelar pada 2 hingga 3 Mei 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, ICP berhasil menarik lebih dari 15.000 pengunjung.
Antusiasme itu juga terlihat dari kehadiran lebih dari 120 vendor dan 80 kreator. Pada Oktober nanti, ICP menargetkan kembali 15.000 lebih pengunjung, dengan 130 lebih booth dan 80 lebih kreator.
“Edisi pertama memberi kami banyak pelajaran tentang apa yang dicari pengunjung saat datang ke ICP. Di edisi kedua, kami ingin memberikan lebih banyak alasan bagi mereka untuk ikut bermain,” tambah Anson.
Untuk tiket, harga early bird dibuka mulai Rp35.000 per orang, sedangkan akses VIP dibanderol Rp400.000. Harga tersebut berlaku hingga akhir September dan tersedia melalui situs resmi Loket.com.
Setelah periode early bird berakhir, tiket reguler tersedia Rp50.000 untuk single, Rp80.000 untuk couple, Rp100.000 untuk family, sementara tiket VIP dipatok sebesar Rp500.000.

Pilihan yang hadir juga beragam, mulai dari Pokémon, Yu-Gi-Oh!, One Piece, Magic: The Gathering, Weiss Schwarz, Digimon, sports cards, kartu graded, figurine, aksesori, hingga merchandise.
ICP 2026 diselenggarakan OCX bersama One Labs, dengan Blockchainmedia.id sebagai media partner. Informasi tiket dan pembaruan acara lainnya dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Card Party.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


