Indonesia Masuk 10 Besar Penambang Bitcoin Dunia, Sumbang 1,6 Persen Hashrate!

Mining Bitcoin dikenal sebagai industri yang padat energi dan bergantung pada teknologi tinggi, sehingga hanya negara dengan infrastruktur kuat yang mampu bertahan. Namun kini, Indonesia berhasil mencatatkan prestasi mengejutkan dengan masuk ke jajaran 10 besar penambang Bitcoin terbesar di dunia.

Dominasi AS dan Pergeseran Peta Global

Menurut laporan Global Hashrate Heatmap Update: Q4 2025 yang diterbitkan oleh Hashrate Index pada Senin (06/10/2025), Indonesia secara resmi masuk ke dalam 10 besar negara dengan kontribusi penambangan Bitcoin tertinggi di dunia.

Data tersebut mencatat bahwa Indonesia menyumbang 1,6 persen dari total hashrate, setara dengan 17 exahash per detik (EH/s). Dengan capaian ini, Indonesia kini sejajar dengan Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Kanada, hingga Oman.

Laporan kuartalan Hashrate Index juga menyoroti pergeseran dinamis dalam peta kekuatan penambangan Bitcoin global. Amerika Serikat masih memimpin dengan pangsa 37,8 persen (389 EH/s), disusul Rusia (15,5 persen) dan Tiongkok (14,1 persen).

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  VP Indodax Singgung Beli Bitcoin Bertahap Usai Jatuh Pasca FOMC
Peringkat Penambang Bitcoin Terbesar di Dunia - Hashrate Index
Peringkat Penambang Bitcoin Terbesar di Dunia – Hashrate Index

Menariknya, laporan tersebut juga menyoroti beberapa negara baru yang sebelumnya kurang diperhitungkan, kini mulai menanjak ke daftar penambang Bitcoin teratas, termasuk Paraguay dan Ethiopia.

“Pertumbuhan baru: Negara-negara seperti Paraguay, Oman, dan Ethiopia kini berhasil masuk ke dalam 10 besar dunia,” seperti tercantum pada laporan tersebut.

Indonesia, dengan 1,6 persen, menempati posisi ke-10 dan menjadi salah satu dari sedikit negara Asia Tenggara yang menembus daftar tersebut. Capaian ini menjadi indikasi kuat bahwa adopsi dan infrastruktur kripto di kawasan Asia semakin berkembang pesat.

Makna di Balik Angka 17 EH/s: Kontribusi, Bukan Lokasi

Meski angka 17 EH/s terbilang besar, penting dipahami bahwa data tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan lokasi fisik perangkat tambang di Indonesia. Hashrate dihitung berdasarkan daya komputasi yang terhubung ke jaringan global melalui mining pool.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Pilih Tunggu Momentum, Tren Belum Jelas

Dengan kata lain, jika sebuah mining pool terdaftar, berafiliasi, atau memiliki server utama di Indonesia, maka kontribusi dari para penambang yang terhubung ke pool tersebut akan tercatat sebagai bagian dari hashrate Indonesia. Sebaliknya, penambang lokal yang bergabung dengan pool luar negeri bisa saja masuk dalam hitungan negara lain.

Angka 17 EH/s ini lebih menggambarkan besarnya kontribusi entitas yang terhubung ke Indonesia dalam jaringan Bitcoin, bukan lokasi fisik mesin mining. Dengan kata lain, data ini menunjukkan asal koneksi dan afiliasi, bukan di mana perangkat tersebut beroperasi.

Ibarat pertandingan sepak bola daring antarnegara, gol dicatat berdasarkan klub asal, bukan lokasi pemain saat mencetaknya. Seorang pemain bisa berlaga di luar negeri, tetapi jika ia membela klub Indonesia, golnya tetap tercatat atas nama Indonesia.

BACA JUGA:  Kripto LUNC Bangkit dari Kubur Pasca Gugatan Jane Street

Analogi ini tepat untuk menjelaskan posisi Indonesia dalam peta penambangan Bitcoin global saat ini — kontribusinya nyata dalam jaringan, meski sebagian kekuatannya mungkin tersebar di luar wilayah fisik negara.

Cara Mining Bitcoin untuk Pemula: Ikuti Panduan Praktis Ini!

Lonjakan Penambang Bitcoin Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia

Masuknya Indonesia ke jajaran 10 besar penambang Bitcoin dunia menjadi tonggak penting bagi industri nasional. Meskipun kontribusinya masih di bawah raksasa seperti AS dan Rusia, capaian ini menegaskan bahwa potensi energi serta minat pelaku lokal terus meningkat pesat.

Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi masa depan industri aset digital di Tanah Air. Dengan dukungan regulasi yang jelas, inovasi berkelanjutan, dan investasi pada energi hijau, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya di peta penambangan Bitcoin global. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia