Indonesia tercatat masuk dalam daftar 10 besar negara dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap memecoin sepanjang 2025, berdasarkan laporan State of Memecoins Report 2025 yang dirilis CoinGecko.
Data tersebut disusun berdasarkan distribusi minat pengguna dari berbagai negara, termasuk AS, India, Nigeria, Jerman, Turki, Belanda, Filipina, Vietnam, Brasil dan Indonesia sebagai salah satu pasar yang aktif.
Laporan ini menunjukkan bahwa minat terhadap memecoin tidak hanya datang dari negara maju, tetapi juga didominasi oleh pasar berkembang yang memiliki basis pengguna kripto ritel cukup kuat.
Lonjakan Pasar, Kemudian Mengalami Koreksi Tajam
Menurut laporan CoinGecko, pasar memecoin sempat mengalami kebangkitan luar biasa setelah penurunan pasca bull cycle 2021. Pada Desember 2024, kapitalisasi pasar memecoin mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sekitar US$150,6 miliar, melampaui rekor puncak 2021 yang berada di kisaran US$88 miliar.

Lonjakan tersebut didorong kombinasi beberapa faktor utama, termasuk kemunculan platform peluncuran token baru seperti PumpFun, meningkatnya aktivitas token di jaringan Solana, serta narasi politik global yang ikut memicu minat spekulatif.
Namun, setelah memasuki 2025, tren berubah signifikan. Kapitalisasi pasar memecoin menurun tajam hingga sekitar US$47,2 miliar pada November 2025. Penurunan tersebut mencerminkan perubahan sentimen pasar serta berkurangnya aktivitas perdagangan setelah fase spekulatif mereda.
CoinGecko menyebut bahwa fluktuasi ekstrem ini menggambarkan karakter memecoin yang sangat dipengaruhi tren komunitas, momentum pasar, serta faktor sosial yang berkembang secara dinamis.
Dogecoin Tetap Dominan, Tema Anjing Masih Kuasai Pasar
Di tengah banyaknya token baru yang bermunculan, Dogecoin tetap menjadi memecoin terbesar dengan pangsa pasar sekitar 47,3 persen.
Jika Dogecoin dikeluarkan dari perhitungan, kategori memecoin bertema anjing masih mendominasi sekitar 39,5 persen dari total kapitalisasi pasar memecoin, diikuti kategori lain seperti katak, kucing, dan tema viral lainnya.

Data ini menunjukkan bahwa elemen komunitas, budaya internet, dan narasi digital masih memegang peranan penting dalam menentukan daya tarik memecoin di pasar global.
Volume Perdagangan Melonjak, Peran Bursa Besar Sangat Signifikan
CoinGecko mencatat bahwa volume perdagangan memecoin meningkat drastis sepanjang 2024. Rata-rata volume perdagangan harian memecoin naik hingga sekitar 767,1 persen, dari sekitar US$1,1 miliar pada 2023 menjadi sekitar US$9,7 miliar pada 2024.
Puncak volume bahkan sempat mencapai sekitar US$87,4 miliar setelah sejumlah memecoin besar seperti PEPE dan WIF terdaftar di platform perdagangan besar seperti Coinbase dan Robinhood.
“Listing di bursa besar terbukti menjadi katalis penting yang mendorong lonjakan aktivitas perdagangan,” tulis CoinGecko dalam laporannya.
Namun demikian, volume perdagangan kembali menurun pada 2025 seiring melemahnya momentum pasar dan berkurangnya aktivitas spekulatif. Kondisi tersebut berjalan seiring dengan penurunan kapitalisasi pasar yang terjadi pada periode yang sama.
Distribusi Minat Global: Indonesia Ikut Masuk dalam Kelompok Negara Paling Suka Memecoin
Pada 2025, AS tercatat sebagai negara dengan tingkat ketertarikan paling tinggi terhadap memecoin, dengan kontribusi sekitar 30 persen dari total tampilan halaman terkait memecoin pada November 2025.

Angka ini meningkat dibanding awal tahun yang berada di kisaran 20 persen. Sementara itu, sebagian besar negara yang masuk dalam daftar 10 besar berasal dari pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Masuknya Indonesia dalam daftar ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki minat besar terhadap memecoin, sekaligus menempatkannya sebagai bagian dari ekosistem pengguna kripto global yang aktif.
“Sebagian besar ketertarikan terhadap memecoin didorong oleh komunitas di pasar negara berkembang,” tulis laporan tersebut.
Launchpad Popular, Tapi Memecoin Independen Tetap Mendominasi
Meskipun platform launchpad menjadi semakin popular karena mempermudah peluncuran token baru dan memperluas eksposur proyek, memecoin “independen” masih mendominasi pasar.

Sekitar 86,2 persen dari total kapitalisasi memecoin berasal dari token yang tidak diluncurkan melalui platform launchpad. Data ini menunjukkan bahwa reputasi, komunitas dan narasi yang kuat tetap menjadi faktor penentu utama keberhasilan sebuah memecoin di pasar.
Ekosistem Solana Ikut Berperan
Solana juga tercatat sebagai salah satu jaringan blockchain yang menopang tingginya aktivitas memecoin dan ekosistem on-chain secara keseluruhan.

Dalam tujuh hari terakhir, sepuluh dApp di jaringan Solana mencatat pendapatan terbesar, dengan PumpFun berada di posisi teratas mencatat sekitar US$6,97 juta, disusul Axiom sekitar US$4,48 juta, serta Jupiter dengan pendapatan sekitar US$3 juta.
Di bawahnya terdapat Phantom yang membukukan sekitar US$1,62 juta, kemudian GODL Protocol dengan US$1,14 juta dan Meteora sekitar US$1,1 juta. Sementara itu, AntFun menghasilkan sekitar US$757 ribu, diikuti Ore dengan US$681 ribu, Macaron sekitar US$673 ribu, serta DEX Screener yang menutup daftar dengan pendapatan sekitar US$604 ribu.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



