Lebih dari 125 organisasi yang bergerak di sektor aset digital menyatakan penolakan bersama terhadap rencana pembatasan imbal hasil atau reward pada stablecoin.
Aksi kolektif ini dipimpin oleh Blockchain Association dan disampaikan melalui surat resmi kepada pihak legislatif AS. Mereka menilai, upaya membatasi mekanisme imbal hasil pada stablecoin berpotensi melemahkan persaingan, mengurangi manfaat bagi konsumen, serta menahan laju inovasi dalam industri kripto yang saat ini berkembang pesat di tingkat global.
Penolakan tersebut mencerminkan sikap tegas industri kripto yang tidak ingin pertumbuhan ekosistem pembayaran berbasis blockchain menjadi terhambat oleh kebijakan yang dianggap membatasi daya saing.
Koalisi Industri Kripto Dorong Perlindungan Inovasi Pembayaran Digital
Dalam pernyataannya, koalisi industri kripto menegaskan bahwa mekanisme imbal hasil stablecoin bukanlah aktivitas berisiko tinggi, melainkan bagian dari inovasi layanan yang memberikan nilai tambah kepada pengguna.
Mereka membandingkan program reward stablecoin dengan skema cashback yang lazim digunakan di sektor keuangan tradisional seperti kartu kredit.
Oleh karena itu, jika pembatasan diterapkan secara luas, industri menilai manfaat bagi pengguna akan berkurang, daya tarik stablecoin akan melemah dan posisi berbagai platform yang selama ini menjadi motor pertumbuhan industri kripto dapat terdampak.
CEO Blockchain Association, Summer Mersinger, menegaskan bahwa pembatasan terhadap reward stablecoin berpotensi bertolak belakang dengan tujuan mendorong kemajuan teknologi pembayaran digital.
“Kongres mencapai keseimbangan dalam GENIUS, menjaga pilihan konsumen sekaligus memungkinkan teknologi pembayaran baru untuk berinovasi. Upaya untuk membatasi imbalan yang sah sekarang akan mengurangi persaingan pasar, memperkuat penyedia pembayaran yang sudah ada dan menggoyahkan kerangka kerja yang baru saja disahkan,” ujar Mersinger.
Koalisi industri kripto juga menyampaikan bahwa langkah pembatasan tersebut dikhawatirkan akan memberi keuntungan lebih besar kepada sistem keuangan tradisional dibandingkan ekosistem digital yang sedang berkembang.
Mereka menilai, pembatasan seperti itu berpotensi mengurangi kesempatan pelaku industri kripto dalam menghadirkan layanan pembayaran yang kompetitif, inovatif dan relevan dengan kebutuhan ekonomi digital.
Dampak bagi Ekosistem dan Pengguna Stablecoin
Industri kripto memandang stablecoin sebagai salah satu pilar penting dalam ekosistem pembayaran berbasis blockchain karena memungkinkan transaksi cepat, efisien dan mudah diakses.
Jika reward stablecoin dibatasi, industri khawatir minat pengguna akan menurun, inovasi pada platform aplikasi dan dompet digital melambat, serta dinamika pertumbuhan industri kripto secara keseluruhan bisa terpengaruh.
Selain itu, industri menilai pembatasan reward juga dapat menghambat persaingan sehat yang selama ini mendorong peningkatan kualitas layanan di sektor aset digital.
Surat terbuka yang dikirimkan oleh lebih dari 125 organisasi ini juga menjadi bentuk konsolidasi sikap industri kripto dalam menyuarakan kepentingan ekosistem secara kolektif.
Mereka menegaskan bahwa stabilitas pasar, daya tarik layanan, serta kemajuan teknologi pembayaran berbasis blockchain akan lebih kuat jika inovasi tidak dibatasi oleh kebijakan yang dianggap kurang tepat sasaran.
Dengan penolakan ini, industri kripto berharap jalur pengembangan stablecoin tetap terbuka, memberikan ruang persaingan yang adil, serta menjaga daya tarik bagi pengguna di seluruh dunia.
Aksi bersama ini menunjukkan bagaimana industri kripto semakin solid dalam menjaga ekosistemnya dari kebijakan yang dinilai berpotensi menghambat perkembangan.
Dengan posisi yang saat ini semakin strategis dalam sistem keuangan digital global, industri kripto menegaskan bahwa stablecoin membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu melindungi inovasi, bukan membatasinya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



