Ini Alasan Utama Mengapa Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok

Harga Bitcoin hari ini masih bergerak sideways setelah anjlok ke US$98.000 pada Rabu lalu. Penurunan tersebut memicu kepanikan di kalangan investor dan trader. Namun, di balik fluktuasi ini, ada faktor makroekonomi yang lebih dalam yang tengah menekan harga BTC saat ini—yakni pengetatan likuiditas dolar AS.

Likuiditas Dolar AS yang Menyusut Tekan Bitcoin

Menurut riset yang dibuat oleh Agarwood Capital dan dipublikasikan oleh SoSoValue pada Rabu (05/11/2025), Sebagai aset tanpa imbal hasil, BTC dipengaruhi oleh ketersediaan dolar AS di pasar keuangan dan pengetatan likuiditas menjadi salah satu alasan di balik penurunan harga Bitcoin hari ini.

“Likuiditas dolar yang ketat sering kali menekan harga BTC, dan inilah salah satu alasan mengapa Bitcoin terlihat lemah sejak pertengahan Oktober, terutama di tengah kondisi ketika indeks Nasdaq justru mencetak rekor tertinggi,” jelas laporan tersebut.

Data menunjukkan bahwa pasar pendanaan jangka pendek di AS sedang tertekan. spread antara Secured Overnight Financing Rate (SOFR) dan Federal Funds Target Rate (FDTR) berubah positif hingga +30 basis poin, menandakan biaya pinjaman antarbank meningkat.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  DJP Gandeng Industri Kripto, Sistem Pelaporan Pajak Baru Disiapkan
SOFR–FDTR Spread and RRP Balance - SoSoValue
SOFR–FDTR Spread and RRP Balance – SoSoValue

Selain itu, Overnight Reverse Repo (RRP) melonjak ke US$50,3 miliar, mengindikasikan bahwa pasar mencari likuiditas tambahan. Akibat kondisi ini, The Fed terpaksa menggelar operasi repo semalam (overnight repo) pada 31 Oktober, menyuntikkan sekitar US$30 miliar ke pasar.

Langkah ini menjadi operasi pertama sejak krisis buyback tahun 2019 dan menandai bahwa kekurangan likuiditas yang terjadi saat ini bukan lagi bersifat sementara, melainkan telah berkembang menjadi persoalan struktural dalam sistem keuangan Amerika Serikat.

TGA Jadi Biang Keladi Pengetatan Likuiditas

Salah satu penyebab pengetatan likuiditas dolar AS berasal dari kenaikan saldo Treasury General Account (TGA) milik Depkeu AS. Secara sederhana, TGA berfungsi sebagai rekening pemerintah di bank sentral yang menampung dana penerbitan obligasi dan penerimaan pajak. 

Ketika saldo TGA meningkat, dana tersebut sebenarnya “ditarik” keluar dari peredaran, membuat pasokan uang di pasar menjadi lebih ketat. Sebaliknya, ketika saldo TGA menurun, dana kembali mengalir ke sistem keuangan dan menambah likuiditas pasar. 

BACA JUGA:  Whale Pindahkan US$8,3 Miliar Bitcoin ke Binance, Siap Jual?

Ibarat bendungan yang menahan aliran air, kenaikan TGA menutup saluran uang ke ekonomi, sementara penurunan TGA membuka kembali arusnya dan memberikan momentum baru bagi aset berisiko.

“Ketika TGA dan RRP sama-sama menurun, cadangan bank meningkat tajam sehingga menciptakan likuiditas dolar AS yang melimpah, yang biasanya disertai kenaikan pada aset berisiko seperti saham dan Bitcoin,” sebagaimana tercantum pada laporan tersebut.

Sejak awal 2025, saldo TGA mendekati US$1 triliun. Pemerintah AS sedang menyiapkan dana cadangan untuk tahun fiskal baru sekaligus mengantisipasi potensi government shutdown. Kondisi ini membuat cadangan bank menyusut dan pasar uang mengetat.

TGA Departemen Keuangan AS - SoSoValue
TGA Departemen Keuangan AS – SoSoValue

Dampaknya terasa langsung. Saat likuiditas terbatas, perbankan cenderung menahan pinjaman dan investor menghindari aset berisiko. Akibatnya, Bitcoin ikut tertekan, mengikuti pola klasik bahwa “uang ketat, pasar lesu”.

Fenomena ini sudah pernah terjadi. Pada pertengahan 2023, ketika TGA turun tajam setelah batas utang dicabut, likuiditas kembali melimpah dan harga Bitcoin pun pulih. Polanya jelas: setiap kali “bendungan TGA” dibuka, pasar kembali mengalir dengan optimisme baru.

BACA JUGA:  Prediksi Bitcoin Terbaru: US$75.000 Berpotensi Jadi Titik Bottom BTC

The Fed Turun Tangan, BTC Berpotensi Pulih

Untuk meredakan tekanan likuiditas, The Fed kembali menyalurkan dana melalui operasi repo harian senilai US$29,4 miliar. Meski belum sebesar tahun 2019, langkah ini menandai pergeseran dari kebijakan pasif menuju manajemen likuiditas aktif.

Overnight Repo The Fed - SoSoValue
Overnight Repo The Fed – SoSoValue

Jika operasi ini berlanjut, efek “mini-QE” atau pelonggaran kuantitatif skala kecil bisa muncul dan mendorong aset berisiko seperti Bitcoin. Goldman Sachs memperkirakan pemerintah AS akan kembali beroperasi pertengahan November, yang dapat menambah sentimen positif.

Koreksi harga Bitcoin hari ini dan yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu kedepan mungkin menjadi fase konsolidasi sebelum pemulihan. Setelah pemerintah kembali berjalan dan tekanan likuiditas mereda, pasar kripto berpeluang mendapatkan momentum baru. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia