Ini Penyebab Harga Bitcoin Jatuh ke US$20.000 Lagi

Pada Rabu (29/06/2022), harga Bitcoin (BTC) jatuh ke US$19.899 menyusul penjualan oleh investor setelah sesi perdagangan New York yang volatil.

Sementara, Ether (ETH) turun 9 persen ke harga US$1.114 dan aset kripto lain seperti Solana (SOL) serta Shiba Inu (SHIB) merosot lebih dari 10 persen.

Di luar pasar kripto, saham teknologi turut menjadi korban dimana Nasdaq 100 Index (NDX) jatuh hampir empat persen sebelum perdagangan ditutup.

Harga Bitcoin Jatuh Lagi 

Kelesuan pasar kripto dan pasar modal tradisional dipicu oleh beragam penyebab, salah satunya adalah pernyataan oleh Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, terkait rencana tegas menghadapi inflasi.

Investor kripto terdampak oleh keputusan regulator terkait tingkat suku bunga. Kelompok kelas aset besar cenderung melemah bila regulator memutuskan untuk melakukan pengetatan moneter demi menekan laju inflasi.

Pada hari Selasa (28/06/2022), Lagarde menegaskan kembali komitmennya untuk melonggarkan tekanan inflasi. Ia berkata kendati kondisi ekonomi sedang tidak jelas, laju normalisasi suku bunga tidak dapat ditentukan sebelum terjadi.

ZyCrypto melansir, Lagarde menyatakan Bank Sentral Eropa berniat meningkatkan tiga suku bunga kunci sebesar 0,25 persen atau 25 basis point di saat pertemuan berikutnya pada tanggal 21 Juli setelah mengakhiri program stimulus pembelian obligasi.

Terakhir kali bank sentral tersebut meningkatkan suku bunga di wilayah Uni Eropa pada tahun 2011. Kendati demikian, Lagarde menjelaskan bila inflasi jangka pendek bertahan atau semakin parah, peningkatan suku bunga lebih besar akan dilakukan pada pertemuan bulan September.

Hal ini menandakan peningkatan suku bunga lebih besar dapat terjadi.

Selama dua bulan terakhir, penambang Bitcoin menjual hasil penambangan di tengah keuntungan yang tergerus dan harga energi yang melonjak.

Menurut laporan Arcane Research, penambang melakukan penjualan besar-besaran pada bulan Mei. Sejumlah perusahaan penambang yang sahamnya diperdagangkan menjual 100 persen produksi bulan Mei.

Kendati penjualan oleh penambang seringkali menjadi pertanda pasar kripto berada di tahap bearish terakhir, penjualan BTC dalam jumlah besar oleh penambang dapat berdampak negatif terhadap harga BTC.

BTC terlihat lemah di rentang harga U$20 ribu tetapi sejumlah analis memrediksi harganya dapat meningkat dari rentang tersebut. Saat ini BTC diperdagangkan di harga US$20.029 menurut data CoinGecko setelah menurun 1,5 persen selama 24 jam terakhir.

Bila harga BTC tembus di bawah all-time high 2018 sebesar US$19.798 hal tersebut dapat memicu penjualan lebih lanjut dan berujung kepada harga BTC di bawah US$17 ribu.

Keputusan bank sentral di AS dan Eropa berdampak besar terhadap sentimen investor bagi kelas aset beresiko, termasuk BTC dan kripto lainnya. [ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait