Perbedaan scalping dan swing trading terletak pada durasi menahan posisi, frekuensi trading, dan gaya analisis yang dibutuhkan. Yuk, cari tahu lebih lanjut perbedaan dan cara memilih antara keduanya di bawah ini!
BACA JUGA: 10 Tempat Trading Crypto Tanpa KTP dan Modal Kecil Terbaru!
Apa Itu Scalping?
Scalping adalah strategi trading super cepat yang berfokus menangkap pergerakan harga kecil dalam hitungan detik hingga menit. Di sini, kamu membuka dan menutup posisi berkali-kali dalam satu sesi bahkan bisa puluhan sampai ratusan kali sehari. Timeframe yang dipakai biasanya sangat pendek, seperti grafik 1–5 menit.
Tujuannya sederhana: ambil profit kecil, tetapi sering. Karena itu, scalping menuntut konsentrasi penuh, eksekusi cepat, dan kemampuan membaca pergerakan mikro di chart. Kamu bakal sering mengandalkan indikator teknikal jangka pendek seperti EMA, RSI, atau Bollinger Bands.
Strategi ini sangat aktif. Cocok buat kamu yang punya waktu penuh untuk memantau pasar dan tahan dengan tekanan cepat. Tapi, risiko biaya trading membengkak dan stres tinggi juga perlu dipertimbangkan.
Apa Itu Swing Trading?
Swing trading adalah strategi jangka menengah, di mana kamu menahan posisi selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Fokusnya bukan lagi pergerakan menit ke menit, tapi tren besar yang sedang berlangsung.
Sebagai swing trader, kamu menganalisis grafik 4 jam hingga harian untuk mencari momentum yang kuat. Pendekatan ini lebih “tenang”, karena kamu hanya perlu mengecek pasar beberapa kali sehari. Kamu bisa menggabungkan analisis teknikal dengan fundamental seperti berita proyek kripto, kondisi pasar, atau sentimen global.
Keuntungannya, profit per trade biasanya lebih besar dibanding scalping. Namun, swing trading tetap punya risiko, terutama ketika terjadi pergerakan harga tak terduga saat malam hari atau akhir pekan.
Perbedaan Scalping dan Swing Trading

Perbedaan scalping dan swing trading dapat dilihat dari durasi trading, intensitas kerja, risiko, dan gaya analisis yang dibutuhkan. Scalping bergerak cepat, intens, dan mengandalkan banyak transaksi kecil. Sementara itu, swing trading lebih santai, fokus pada tren jangka menengah, dan cocok untuk kamu yang tidak bisa memonitor chart sepanjang waktu.
Berikut ini adalah tabel perbandingan scalping vs swing trading supaya kamu bisa lebih mudah memahaminya:
BACA JUGA: Memahami Istilah Testnet Crypto dan Perbedaannya dengan Mainnet
| Aspek | Scalping | Swing Trading |
| Durasi Menahan Posisi | Detik hingga menit | Beberapa hari sampai minggu |
| Frekuensi Trading | Sangat sering (puluhan–ratusan kali per hari) | Jarang (beberapa kali per minggu/bulan) |
| Timeframe Chart | 1–5 menit | 4 jam – harian |
| Gaya Analisis | Fokus teknikal jangka pendek | Kombinasi teknikal + fundamental |
| Kebutuhan Waktu | Harus pantau chart terus-menerus | Cukup pantau beberapa kali sehari |
| Profit per Trade | Kecil tapi sering | Lebih besar per posisi |
| Risiko Utama | Biaya transaksi menumpuk, stres tinggi | Risiko gap harga overnight |
| Cocok Untuk | Trader agresif, full time, suka aksi cepat | Pemula, part-time trader, suka tren jangka menengah |
Dengan memahami perbedaan scalping dan swing trading ini, kamu lebih mudah menilai mana strategi yang cocok untuk gaya hidup dan toleransi risiko kamu.
Mana yang Sebaiknya Kamu Pilih?
Perbedaan scalping dan swing trading menunjukkan bahwa masing-masing punya tantangan dan kelebihannya sendiri. Scalping cocok buat kamu yang ingin pergerakan cepat, punya waktu penuh, dan siap menghadapi tekanan tinggi. Sementara swing trading lebih ramah untuk pemula karena ritmenya lebih santai, analisisnya lebih terstruktur, dan frekuensi trading-nya tidak terlalu padat.
Apa pun pilihanmu, pastikan kamu tetap belajar, mencoba dengan dana kecil dulu, dan membangun manajemen risiko yang konsisten.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



