Trader dan investor tengah menanti ke mana arah langkah Bitcoin setelah terkoreksi. Harga BTC hari ini terpantau melemah ke kisaran US$101.000, turun lebih dari 9,6 persen dalam sepekan terakhir. Lalu, apa yang menanti Bitcoin di depan? Berikut pandangan para analis mengenai pergerakan selanjutnya.
Rally Terhenti, Bitcoin Masuki Fase Bearish
Berdasarkan analisis yang diunggah oleh RLinda pada Selasa (04/11/2025), Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mencatat ATH baru di US$126.000. Namun sejak puncak tersebut, harga terus terkoreksi dan menandakan tekanan jual mulai meningkat.
Secara teknikal, pola pergerakan harga menunjukkan fase range-bound dengan area support penting di kisaran US$103.000–US$104.000, yang kini telah tertembus, sementara resistance utama berada di area US$120.000–US$125.000.
Kondisi ini menandakan pasar sedang berada dalam fase “cooling off” setelah reli panjang sejak Mei, dengan volume perdagangan yang menurun sebagai tanda bahwa pelaku pasar menunggu katalis baru sebelum mengambil langkah agresif.

Sebelumnya, saat mendekati US$104.000, muncul tekanan beli yang kuat — mengindikasikan buyer masih berusaha mempertahankan bias bullish BTC jangka menengah. Namun, beberapa kali kegagalan menembus area resistance sejak Agustus memperlihatkan melemahnya momentum positif.
Dengan harga kini yang menembus support utama di US$103.000, struktur tren jangka pendek mulai condong ke bearish, meski secara keseluruhan tren besar masih berada di jalur bullish. Dari sisi fundamental, ketidakpastian pasar juga menahan laju kenaikan.
“Alasan koreksi: Aksi ambil untung, di mana trader menarik dana setelah kenaikan. Inflasi dan sikap hati-hati The Fed (Powell tidak menjamin pemangkasan suku bunga pada Desember). Penutupan pemerintahan AS: Minimnya data ekonomi membuat pasar kehilangan acuan,” jelasnya.
Jika tekanan jual berlanjut, Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi menuju area US$95.000. Namun, apabila harga berhasil kembali menembus dan naik ke US$103.000, peluang rebound menuju US$120.000–US$125.000 akan kembali terbuka.
Koreksi BTC Bisa Berlanjut Hingga US$55.000
Senada dengan RLinda, analis lain, CryptoCove, menilai bahwa Bitcoin kini berada di ambang breakout bearish besar. Grafik mingguan BTC menunjukkan pola rising wedge yang cenderung bearish, mengindikasikan fase koreksi yang bisa berlangsung cukup lama.
“Bitcoin berada di ambang terjadinya breakout besar ke bawah dari pola rising wedge pada grafik mingguan. Saya tidak lagi bersikap bullish terhadap Bitcoin untuk 6–8 bulan ke depan,” jelas CryptoCove dalam analisanya.
Pola rising wedge ini terbentuk ketika harga terus naik namun momentum mulai melemah, terlihat dari garis tren atas dan bawah yang menyempit. Saat ini, Bitcoin berada di ujung pola tersebut, menandakan potensi breakdown ke bawah yang dapat memicu koreksi lebih dalam.

Support level krusial yang menjadi perhatian berada di kisaran US$100.000–US$103.000. Jika level ini gagal dipertahankan, maka konfirmasi penurunan dari pola wedge akan semakin kuat dan membuka peluang koreksi menuju area US$77.000–US$78.000.
Lebih lanjut, CryptoCove memproyeksikan bahwa apabila penurunan berlanjut hingga US$55.000, area tersebut justru bisa menjadi peluang beli menarik — titik akumulasi potensial bagi investor jangka panjang sebelum terjadinya reversal besar berikutnya.
Meski prospek jangka pendek Bitcoin melemah, fase koreksi seperti ini justru bisa menjadi momen akumulasi ideal sebelum reli baru dimulai. Penting untuk tetap memantau support level kunci dan sentimen pasar global sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



