Aster baru saja meluncurkan inisiatif bernama Rocket Launch pada Jumat (24/10/2025) — sebuah langkah yang berpotensi menjadi katalis besar bagi ASTER. Program ini bukan sekadar ajang promosi token baru, melainkan strategi penting bagi perpetual DEX tersebut untuk semakin memperkuat posisinya di pasar.
Transformasi Aster dari Sekadar Launchpad
Kebanyakan platform hanya memfasilitasi peluncuran token sekali jalan. Namun, Rocket Launch mengubah konsep itu menjadi perjalanan berkelanjutan. Aster ingin memastikan bahwa proyek baru tidak sekadar “terbit dan tenggelam,” melainkan tumbuh secara organik.
Ibarat sebuah taman, Aster menyediakan tanah subur berupa likuiditas dan visibilitas. Proyek yang menyumbangkan dana, yang digunakan untuk membeli kembali ASTER. Langkah ini menciptakan efek ganda: memperkuat nilai ASTER sekaligus mengisi kolam hadiah bagi para pengguna.
Melalui mekanisme ini, Aster tidak hanya mendukung proyek baru, tetapi juga menjaga siklus ekonomi internalnya tetap sehat. Proyek mendapat perhatian dan likuiditas, sementara pengguna memperoleh insentif nyata atas kontribusi mereka.
Dengan begitu, setiap peluncuran bukan sekadar promosi sesaat, melainkan strategi jangka panjang yang menguntungkan semua pihak. Inilah bentuk simbiosis unik yang jarang ditemukan di platform lain dalam dunia DeFi.
Bagaimana Cara Kerja Rocket Launch?
Setiap kampanye Rocket Launch memiliki reward pool berisi ASTER dan token partisipan. Pengguna cukup memperdagangkan pasangan token tertentu di pasar spot atau perpetual, lalu hadiah dibagikan berdasarkan porsi volume trading mereka.
Untuk ikut serta, peserta harus memenuhi syarat kepemilikan minimum ASTER. Aturan ini memastikan hanya pengguna yang berkomitmen pada ekosistem yang dapat berpartisipasi — layaknya tiket eksklusif bagi investor yang ingin mendapat akses awal ke proyek baru.
Sistem ini juga membuat partisipasi menjadi lebih sehat dan berkelanjutan, karena pesertanya benar-benar terlibat dalam pertumbuhan ekosistem, bukan sekadar mengejar hadiah jangka pendek.
Sebagai contoh, kampanye perdana Rocket Launch menghadirkan APRO (AT), proyek oracle yang menyediakan data lintas RWA, AI, dan DeFi, dengan total hadiah US$200.000 dalam bentuk ASTER dan AT sebagai “uji terbang” pertama Rocket Launch.
Katalis untuk Pertumbuhan DeFi dan ASTER
CEO Aster, Leonard, menyebut bahwa masa depan DeFi tidak lagi ditentukan oleh sekadar biaya rendah atau kedalaman likuiditas, melainkan oleh kemampuan menangkap peluang on-chain sejak dini — dan Rocket Launch menjadi jawaban atas visi tersebut.
“Rocket Launch membantu pasar lebih cepat mengenali tren yang menjanjikan, memungkinkan proyek untuk dikenal dan dinilai secara efektif melalui aktivitas perdagangan yang nyata,” jelasnya.
Aster berperan layaknya pelabuhan antariksa tempat roket-roket proyek baru siap meluncur, sementara holder ASTER adalah awak yang mendapat akses pertama menuju perjalanan tersebut.
Setiap peluncuran baru tidak hanya menambah aktivitas perdagangan di platform, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perpetual DEX yang mampu memadukan pasar spot dan futures secara efisien dan berkelanjutan.
ASTER Bersiap Lepas Landas
Rocket Launch bukan sekadar fitur baru, tapi strategi jangka panjang yang menempatkan Aster di posisi unik di dunia DeFi. Dengan menggabungkan launchpad, trading rewards, dan buyback, perpetual DEX ini menciptakan siklus pertumbuhan yang memperkuat satu sama lainnya.
Setiap peluncuran proyek baru membantu menambah likuiditas dan aktivitas di platform, sekaligus memberi peluang bagi pengguna untuk terlibat sejak tahap awal. Ekosistem pun tumbuh secara alami dan berkelanjutan.
Jika berhasil, Rocket Launch bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan dan memperkuat posisi ASTER sebagai token dengan utilitas nyata. Dalam dunia kripto yang sarat proyek sementara, Aster berupaya menjadi roket yang tidak hanya meluncur, tapi tetap mengorbit. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



