Galaxy Research telah merilis laporan resmi berisi 26 prediksi kripto untuk tahun 2026 yang memetakan arah masa depan industri aset digital.
Laporan ini menjawab apa yang berpotensi terjadi pada ekosistem kripto, siapa aktor utama yang akan terdampak, kapan pergeseran terjadi, di mana pusat aktivitas berlangsung, mengapa perubahan diperkirakan muncul, serta bagaimana arah pasar akan terbentuk.
Prediksi ini menyoroti Bitcoin, Solana, jaringan layer-1, DeFi, stablecoin, integrasi keuangan tradisional, hingga peran kecerdasan buatan dalam aktivitas on-chain.
“Tahun 2026 diperkirakan sangat dinamis, namun potensi pertumbuhan industri tetap terbuka lebar. Fondasi infrastruktur semakin matang dan mendorong prospek jangka panjang pasar kripto tetap kuat,” tulis Galaxy Research.
Prediksi Pasar Kripto untuk Tahun 2026
1. Bitcoin Berpeluang Mencapai Rekor Baru
Galaxy memprediksi harga Bitcoin masih berpotensi mencetak titik tertinggi sepanjang masa (ATH) pada 2026, meskipun volatilitas pasar tinggi.
BTC akan mencapai US$250.000 pada akhir tahun 2027. Menurut mereka, tahun 2026 terlalu kacau untuk diprediksi, meskipun Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa pada tahun 2026 masih mungkin terjadi.
Pasar opsi saat ini memperkirakan peluang yang hampir sama antara US$70.000 atau US$130.000 untuk akhir bulan Juni 2026, dan peluang yang sama antara US$50.000 atau US$250.000 pada akhir tahun 2026.
2. Internet Capital Markets di Solana Akan Berkembang Pesat
Galaxy memprediksi sektor yang mereka sebut “Internet Capital Markets” di Solana akan tumbuh hingga miliaran dolar. Pertumbuhan ini dipicu oleh peningkatan aktivitas finansial on-chain yang semakin terintegrasi dengan produk keuangan modern.
Juga, pergeseran ini diperkuat oleh peningkatan struktur pasar di Solana dan permintaan token dengan nilai fundamental.
“Seiring preferensi investor beralih ke bisnis on-chain yang berkelanjutan daripada siklus meme yang bersifat sementara, Internet Capital Markets akan menjadi pilar utama aktivitas ekonomi Solana,” tulis tim Galaxy.
3. Akan Ada Layer-1 yang Mengabadikan Aplikasi Penghasil Pendapatan
Galaxy memperkirakan akan muncul blockchain layer-1 yang mengintegrasikan aplikasi penghasil revenue langsung ke dalam protokol inti. Dengan model ini, nilai ekonomi aplikasi tidak hanya mengalir ke pengguna, tetapi kembali memperkuat ekosistem token jaringan.
“Karena aplikasi semakin mempertahankan sebagian besar nilai yang mereka hasilkan, semakin banyak blockchain yang mengeksplorasi apakah primitif penghasil pendapatan tertentu harus disematkan langsung ke dalam protokol untuk memperkuat ekonomi tingkat token,” tulis tim Galaxy.
4. Proposal Pengurangan Inflasi Solana Tidak Akan Berhasil
Isu tingkat inflasi Solana memicu perdebatan di komunitas sepanjang tahun lalu. Meskipun proposal baru untuk menurunkan inflasi (SIMD-0411) diajukan pada November, komunitas belum mencapai kesepakatan mengenai langkah yang paling tepat.
“Mulai muncul pandangan bersama bahwa pembahasan soal inflasi justru mengalihkan fokus dari prioritas Solana yang lebih mendesak, seperti penyempurnaan mikrostruktur pasar jaringan tersebut,” ungkap tim Galaxy.
Galaxy pun melihat proposal terkait pengurangan inflasi Solana tidak akan disahkan dan bahkan berpotensi ditarik. Komunitas dinilai lebih memprioritaskan stabilitas ekosistem dan pengembangan teknis yang lebih fundamental.
5. Blockchain Korporasi Akan Digunakan Secara Nyata
Prediksi kripto 2026 dari Galaxy menilai bahwa blockchain korporat tidak lagi sekadar uji coba, melainkan akan masuk tahap penerapan nyata.
Gelombang berikutnya diperkirakan berbentuk jaringan layer-1 khusus sektor, di mana penerbit dan bank yang teregulasi dapat berperan di level validator, sementara blockchain publik dimanfaatkan untuk likuiditas, jaminan dan price discovery.
Model ini akan menegaskan perbedaan antara L1 publik yang netral dan L1 korporat yang terintegrasi penuh, dengan proses penerbitan, penyelesaian, hingga distribusi berada dalam satu ekosistem perusahaan.
6. Pendapatan Application Layer Akan Mengungguli Network Layer
Pada 2026, rasio pendapatan yang diperoleh dari application layer diperkirakan akan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pendapatan network layer.
Hal ini terjadi karena aktivitas perdagangan, DeFi, dompet, dan berbagai aplikasi konsumen baru semakin mendominasi sumber biaya on-chain, sehingga penangkapan nilai bergeser menjauh dari lapisan dasar.
Di saat yang sama, jaringan terus menekan kebocoran nilai melalui pengurangan MEV serta mendorong efisiensi biaya di L1 dan L2, yang pada akhirnya memperkecil basis pendapatan infrastruktur.
7. Stablecoin Akan Menyalip Sistem Pembayaran Tradisional
Kecepatan transaksi stablecoin masih jauh melampaui metode pembayaran tradisional. Pasokan stablecoin terus tumbuh sekitar 30–40 persen per tahun, diikuti peningkatan volume transaksinya.
Saat ini, transaksi stablecoin telah melampaui jaringan kartu kredit besar seperti Visa dan sudah memproses sekitar setengah volume sistem ACH.
Dengan definisi GENIUS Act yang diperkirakan berlaku pada awal 2026, pertumbuhan stablecoin berpotensi semakin cepat, melampaui tren historis seiring bertambahnya adopsi token yang ada serta hadirnya pemain baru di pasar.
8. Gugatan Terhadap Kebijakan Pengecualian SEC
SEC diperkirakan akan menghadapi gugatan dari pelaku pasar tradisional terkait kebijakan “innovation exemption” yang diberikan kepada sektor kripto dan DeFi. Pihak yang berpotensi menggugat bisa berasal dari perusahaan perdagangan, penyedia infrastruktur pasar, hingga kelompok lobi keuangan.
Mereka diperkirakan akan menilai kebijakan tersebut sebagai pengganti pembuatan regulasi komprehensif, khususnya terkait perluasan penggunaan sekuritas yang ditokenisasi, sehingga mendorong sengketa hukum dengan regulator.
9. SEC Diperkirakan Longgarkan Aturan untuk Sekuritas Tokenisasi
Galaxy menilai bahwa SEC akan memberikan bentuk keringanan regulasi untuk memperluas penggunaan sekuritas tokenisasi di DeFi melalui skema “innovation exemption.”
Keringanan ini bisa berupa surat tanpa tindakan atau mekanisme pengecualian baru yang memungkinkan sekuritas on-chain legal masuk ke pasar DeFi publik, bukan sekadar dipakai untuk proses back-office.
Tahap awal penyusunan aturan formal diproyeksikan dimulai pada paruh kedua 2026 untuk mengatur penggunaan kripto dan sekuritas tokenisasi oleh broker, bursa, dan pelaku pasar tradisional lainnya.
10. Stablecoin bermitra dengan TradFi
Stablecoin yang terhubung dengan keuangan tradisional diperkirakan akan mengalami konsolidasi, karena pasar dinilai tidak akan mendukung terlalu banyak pilihan.
Konsumen dan pelaku usaha kemungkinan hanya akan menggunakan satu atau dua stablecoin dengan penerimaan terluas.
Tren ini sudah terlihat dari inisiatif sembilan bank besar global serta kolaborasi PayPal dan Paxos melalui PYUSD. Keberhasilan akan bergantung pada skala distribusi dan konektivitas dengan infrastruktur finansial, sehingga lebih banyak penerbit stablecoin diperkirakan akan membangun kemitraan strategis untuk merebut pangsa pasar yang besar.
11. Saham yang Ditokenisasi Akan Digunakan Sebagai Jaminan
Bank dan perusahaan pialang besar diperkirakan akan mulai menerima saham yang ditokenisasi sebagai jaminan. Hingga saat ini, penggunaan saham tokenisasi masih terbatas dan lebih banyak berada pada tahap uji coba di lingkungan DeFi serta blockchain privat yang dipimpin institusi keuangan besar.
Namun, perubahan mulai terlihat karena penyedia infrastruktur inti di sektor keuangan tradisional semakin mempercepat transisi ke sistem berbasis blockchain, sementara regulator menunjukkan dukungan yang lebih jelas.
“Pada tahun mendatang, sangat mungkin kita akan melihat bank atau broker besar menerima setoran saham yang ditokenisasi di blockchain dan memperlakukannya setara dengan sekuritas tradisional dalam ekosistem keuangan,” tulis tim Galaxy.
12. Jaringan Kartu Global Mulai Gunakan Stablecoin untuk Penyelesaian Lintas Batas
Sedikitnya satu dari tiga jaringan kartu pembayaran terbesar di dunia diperkirakan akan mengalihkan lebih dari 10 persen volume penyelesaian transaksi lintas batasnya ke stablecoin berbasis blockchain publik pada 2026.
Meski demikian, sebagian besar pengguna akhir tidak akan melihat perubahan ini karena antarmuka tetap ditampilkan dalam format tradisional.
Di balik layar, penyelesaian antar entitas regional akan menggunakan dolar yang ditokenisasi guna memangkas waktu kliring, kebutuhan pendanaan awal, serta risiko dalam sistem perbankan korespondensi.
13. DEX Akan Menguasai Lebih dari 25 Persen Volume Spot Dunia
Galaxy melihat bursa terdesentralisasi (DEX) akan menguasai lebih dari 25 persen volume perdagangan spot gabungan pada akhir 2026.
Meskipun bursa terpusat (CEX) masih mendominasi likuiditas dan menjadi pintu masuk utama bagi pengguna baru, sejumlah perubahan struktural mendorong semakin banyak aktivitas perdagangan berpindah ke blockchain.
Dua faktor utama yang memperkuat tren ini adalah akses tanpa kewajiban KYC serta struktur biaya yang lebih efisien, sehingga menarik bagi pengguna dan pelaku pasar yang menginginkan friksi lebih rendah serta fleksibilitas komposisi yang lebih besar dalam ekosistem DeFi.
14. Dana Kelolaan DAO Diperkirakan Dikelola Sepenuhnya dengan Futarchy
Nilai aset perbendaharaan DAO yang dikelola sepenuhnya melalui mekanisme futarchy diperkirakan akan melampaui US$500 juta.
Berdasarkan prediksi sebelumnya bahwa futarchy akan memperoleh adopsi yang lebih luas, kini dinilai bahwa model tata kelola berbasis pasar ini telah menunjukkan efektivitas yang cukup di dunia nyata.
Dengan bukti tersebut, organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) diperkirakan mulai mengandalkan futarchy sebagai satu-satunya sistem pengambilan keputusan dalam pengelolaan modal serta penentuan arah strategis organisasi.
15. Pinjaman Kripto Akan Melejit
Total pinjaman berbasis kripto yang beredar diperkirakan akan melampaui US$90 miliar berdasarkan perhitungan snapshot akhir kuartal. Melanjutkan momentum 2025, volume pinjaman di ekosistem kripto, baik melalui platform DeFi maupun CeFi, diproyeksikan terus berkembang di sepanjang tahun 2026.
Pangsa pinjaman on-chain juga diperkirakan semakin dominan, seiring semakin banyaknya institusi yang mengandalkan protokol DeFi untuk kebutuhan peminjaman dan pengelolaan modal mereka.
16. Volatilitas Suku Bunga Stablecoin Akan Tetap Terkendali
Volatilitas suku bunga stablecoin diperkirakan tetap terkendali, dengan biaya pinjaman melalui aplikasi DeFi tidak akan melampaui 10 persen. Peningkatan partisipasi institusional dalam aktivitas pinjam-meminjam on-chain diproyeksikan menambah kedalaman likuiditas dan menghadirkan modal yang lebih stabil, sehingga menekan fluktuasi suku bunga.
Di saat yang sama, arbitrase antara suku bunga on-chain dan off-chain semakin mudah dilakukan, sementara suku bunga off-chain sendiri diperkirakan cenderung menurun hingga 2026.
“Kondisi ini membuat biaya pinjaman di ekosistem DeFi tetap rendah, bahkan dalam kondisi pasar bullish, dengan suku bunga off-chain berperan sebagai batas bawah utama,” tulis tim Galaxy.
17. Token Privasi Akan Berkembang Lebih Besar
Galaxy melihat kapitalisasi pasar gabungan token privasi akan melampaui US$100 miliar pada akhir 2026. Sepanjang kuartal terakhir 2025, koin privasi mencatat momentum signifikan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap privasi on-chain di tengah aliran dana yang makin besar ke ekosistem blockchain.
Di antara tiga aset privasi utama, Zcash mencatat lonjakan hampir 800 persen dalam periode tersebut, Railgun meningkat sekitar 204 persen, sementara Monero mengalami pertumbuhan lebih moderat sekitar 53 persen. Tren ini menunjukkan bahwa minat terhadap perlindungan data transaksi di jaringan publik semakin menguat.
18. Pasar Prediksi Akan Mencatat Volume Tinggi
Volume perdagangan mingguan di Polymarket diproyeksikan secara konsisten melampaui US$1,5 miliar pada tahun 2026. Pasar prediksi kini menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto, dengan Polymarket saat ini sudah mendekati angka US$1 miliar dalam volume nominal mingguan.
Galaxy menilai peningkatan ini akan berlanjut seiring hadirnya lapisan efisiensi modal baru yang memperkuat likuiditas, serta meningkatnya arus transaksi yang dipicu pemanfaatan AI, yang pada akhirnya mendorong frekuensi perdagangan menjadi semakin tinggi.
19. Peluncuran ETF Kripto Akan Kian Meluas
Lebih dari 50 ETF berbasis altcoin, ditambah sekitar 50 produk ETF kripto lainnya (di luar ETF spot aset tunggal), diperkirakan akan diluncurkan di AS.
Setelah SEC menyetujui standar pencatatan umum, laju peluncuran produk ETF spot berbasis altcoin dinilai akan meningkat pada tahun 2026. Sepanjang 2025 saja, pasar telah menyaksikan masuknya lebih dari 15 ETF spot untuk aset seperti Solana, XRP, Hedera, Dogecoin, Litecoin dan Chainlink.
Galaxy Research memperkirakan aset utama lainnya yang telah diidentifikasi juga akan menyusul dengan pengajuan ETF spot mereka sendiri, seiring meningkatnya minat institusional dan perluasan akses investasi berbasis kripto.
20. Arus Dana ETF Kripto Tembus Puluhan Miliar Dolar
Arus masuk bersih ETF kripto di AS diperkirakan akan melampaui US$50 miliar. Pada 2025, produk ETF spot kripto telah mencatatkan net inflow sekitar US$23 miliar, dan angka tersebut diproyeksikan meningkat pada 2026 seiring semakin dalamnya adopsi institusional.
Pencabutan pembatasan rekomendasi oleh perusahaan pialang, serta langkah platform besar seperti Vanguard yang sebelumnya tertutup kini mulai membuka akses terhadap dana kripto, dinilai akan memperkuat arus masuk baru.
Dengan kondisi tersebut, BTC dan ETH saja diperkirakan sudah mampu melampaui level inflow tahun 2025, sementara ekspansi ETF berbasis altcoin turut memperluas pangsa investasi.
21. Bitcoin Akan Menjadi Bagian Portofolio Investasi Standar
Platform alokasi aset besar diperkirakan akan menambahkan Bitcoin ke dalam portofolio model standarnya.
Setelah tiga dari empat perusahaan pialang utama, yakni Wells Fargo, Morgan Stanley dan Bank of America, mencabut pembatasan bagi penasihat untuk merekomendasikan BTC dan mendukung alokasi sekitar 1–4 persen, langkah selanjutnya dinilai adalah memasukkan produk Bitcoin ke daftar rekomendasi resmi serta cakupan riset internal mereka.
Langkah ini akan meningkatkan eksposur BTC secara signifikan di kalangan klien institusional dan investor arus utama.
22. Lebih dari 15 Perusahaan Kripto Akan IPO
Dengan lebih dari 290 perusahaan kripto dan blockchain yang sejak 2018 telah menyelesaikan pendanaan swasta bernilai lebih dari US$50 juta, semakin banyak entitas dinilai siap melakukan pencatatan saham guna memperoleh akses ke modal AS, terlebih di tengah kondisi regulasi yang semakin longgar.
Di antara kandidat yang paling mungkin melangkah ke IPO atau pencatatan saham pada 2026 adalah CoinShares (jika belum terealisasi pada 2025), BitGo yang telah mengajukan permohonan, serta Chainalysis dan FalconX. Langkah tersebut diperkirakan menandai fase pendewasaan baru bagi industri kripto di pasar publik.
23. Penyaringan Perusahaan Pengelola Dana Kripto Akan Terjadi
Sedikitnya lima perusahaan Pengelola Aset Digital (DAT) diperkirakan akan dipaksa menjual aset, diakuisisi, atau tutup pada 2026. Setelah lonjakan pembentukan DAT pada 2025, banyak di antaranya kini diperdagangkan di bawah nilai aset bersih (mNAV), menandakan kelemahan fundamental.
Hanya DAT dengan struktur modal kuat, strategi likuiditas yang solid, serta keselarasan dengan protokol yang relevan yang dinilai mampu bertahan, sementara pemain tanpa perencanaan strategis berpeluang besar tersingkir dari pasar.
24. Isu Debanking Bisa Dorong Politisi Demokrat Lebih Ramah Kripto
Sebagian politisi Demokrat diperkirakan bisa menjadi lebih terbuka terhadap kripto karena kekhawatiran meningkatnya pengucilan finansial akibat kebijakan pelaporan keuangan yang lebih ketat dari FinCEN, khususnya terhadap imigran dan pekerja berupah rendah.
Kondisi ini dapat mendorong mereka melihat jaringan keuangan tanpa izin dan tahan sensor sebagai alternatif. Sebaliknya, sebagian kalangan Republik justru berpotensi bersikap lebih kritis.
“Jika perubahan sikap ini terjadi, hal tersebut menunjukkan bahwa penerimaan terhadap blockchain bergantung pada dinamika kepentingan politik, bukan sekadar garis ideologi tetap,” tulis tim Galaxu.
25. Investigasi Federal Diproyeksikan Menyasar Dugaan Insider Trading di Pasar Prediksi
Pemerintah federal AS diperkirakan akan menyelidiki dugaan perdagangan orang dalam atau manipulasi di pasar prediksi on-chain.
Lonjakan volume, partisipasi anonim tanpa KYC, serta sejumlah skandal terkait penggunaan informasi rahasia dinilai meningkatkan risiko penyalahgunaan, sehingga investigasi kemungkinan dipicu oleh pergerakan harga mencurigakan di pasar prediksi, bukan melalui pengawasan sportsbook tradisional.
26. AI Agent Dorong Dominasi Pembayaran Standar x402 di Jaringan On-Chain
Galaxy memprediksi pembayaran berbasis standar x402 akan menyumbang sekitar 30 persen transaksi harian di Base dan 5 persen transaksi non-voting di Solana pada 2026, menandakan meningkatnya penggunaan infrastruktur on-chain untuk interaksi AI Agent.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kecerdasan agen, adopsi stablecoin yang terus meluas, serta alat pengembang yang semakin matang.
Seiring AI Agent makin sering bertransaksi secara otonom, standar pembayaran seperti x402 akan menjadi komponen inti lapisan eksekusi. Base dan Solana diposisikan sebagai jaringan utama, sementara jaringan baru berfokus pembayaran seperti Tempo dan Arc juga diproyeksikan ikut tumbuh pesat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



