Inilah 3 Skenario Postur Harga Bitcoin Berikutnya

Analis kripto CobraVanguard menilai pasar kripto sedang berada pada fase yang sepenuhnya dikendalikan oleh perilaku whale dan aliran likuiditas besar.

Ia menegaskan bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini tidak lagi ditentukan oleh emosi pasar, melainkan oleh pesanan beli dan jual berskala besar yang secara aktif membentuk struktur pergerakan harga di balik layar.

Analisis ini disampaikan berdasarkan pemetaan pesanan kumulatif pada grafik 4 jam yang menunjukkan bagaimana pelaku pasar utama mengendalikan momentum.

whale order Bitcoin

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurut analisis tersebut, harga Bitcoin menghadapi hambatan kuat di area atas karena keberadaan sell wall besar. Di kisaran sekitar US$90.000, tercatat tembok jual masif senilai sekitar US$50 juta yang membuat potensi breakout menjadi sulit.

CobraVanguard menyebut bahwa setiap pergerakan ke area tersebut tanpa dukungan volume kuat justru berpotensi menjadi bull trap bagi pelaku pasar yang terlalu cepat mengambil keputusan.

“Pasar saat ini berada dalam rentang yang dikendalikan, bukan tren yang benar-benar lepas,” ujar CobraVanguard.

BACA JUGA:  Dari Rp200 Ribu ke Rp1 Triliun: Kisah Warga Malaysia Pemilik Domain AI.com

Zona Support dan Perburuan Likuiditas

Di sisi bawah, analis tersebut menegaskan adanya minat beli besar yang siap menahan tekanan penurunan. Area sekitar US$84.600 disebut sebagai support mid-range penting sementara wilayah US$82.000 dideskripsikan sebagai buy wall besar dengan kekuatan likuiditas sekitar US$108 juta.

Selain itu, zona US$81.600 hingga US$81.300 disebut sebagai area penyerapan likuiditas, tempat tekanan jual biasanya mulai melambat karena terserap oleh pesanan beli skala besar. Kondisi ini menjadi alasan mengapa harga Bitcoin tidak serta-merta jatuh tajam saat memasuki area kritis tersebut.

CobraVanguard menjelaskan bagaimana perilaku candle menunjukkan perbedaan pola antara akumulasi dan distribusi. Di area rendah, whale cenderung menempatkan pesanan beli besar, menunjukkan indikasi akumulasi. Sebaliknya, di area tinggi ditemukan aktivitas penjualan berulang yang mencerminkan distribusi.

Dengan kondisi ini, harga Bitcoin dinilai berada dalam rentang yang dikontrol secara ketat, bukan pasar tren bebas yang bergerak tanpa kendali. Situasi ini juga menjelaskan mengapa pergerakan cenderung terlihat penuh jebakan bagi trader yang emosional.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya

Tiga Skenario Pergerakan Harga Bitcoin ke Depan

Skenario 1: Kenaikan Valid Jika Bertahan di Atas US$90.000

Dalam skenario pertama, CobraVanguard menyebut skenario bullish baru dianggap valid apabila harga Bitcoin mampu bertahan di atas US$90.000 dan membangun struktur stabil di atas level tersebut.

Jika kondisi ini terpenuhi, target kenaikan diproyeksikan menuju US$92.000, US$95.000, hingga area psikologis US$100.000.

Skenario 2: Pergerakan Sideways untuk Menguras Likuiditas

Skenario kedua yang dinilai paling mungkin dalam jangka pendek adalah pergerakan sideways di kisaran US$86.000 hingga US$90.000. Dalam fase ini, pasar berpotensi masuk ke zona “jebakan” yang membersihkan likuiditas dua arah.

Pada kondisi tersebut, harga Bitcoin cenderung bergerak dinamis namun tetap terkontrol, dengan tujuan menguji kesabaran dan disiplin pelaku pasar.

Skenario 3: Penurunan Lebih Dalam sebagai Fase Persiapan

Skenario ketiga menggarisbawahi kemungkinan penurunan menuju US$84.600 atau bahkan mendekati US$82.000 sebagai bagian dari proses pengumpulan likuiditas yang lebih dalam.

BACA JUGA:  Citi Siap Hadirkan Kustodi Bitcoin Tingkat Institusional

CobraVanguard menegaskan potensi penurunan ini tidak selalu berarti perubahan sentimen menjadi bearish ekstrem, melainkan fase persiapan sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Dengan demikian, arah harga Bitcoin dalam waktu dekat dinilai masih berada di bawah kendali pelaku besar, sementara pasar ritel diharapkan memahami dinamika likuiditas sebelum mengambil keputusan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait