Perkembangan ekosistem Solana kembali menjadi sorotan, terutama setelah sejumlah data on-chain menunjukkan pergerakan modal yang cukup aktif dalam beberapa bulan terakhir.
Kanal YouTube Altcoin Buzz dalam video terbarunya menyoroti empat proyek yang saat ini dinilai memiliki posisi strategis di dalam ekosistem Solana. Bukan sekadar token baru atau proyek hype sesaat, keempatnya disebut tengah membangun fondasi utilitas yang dapat memperkuat pertumbuhan Solana ke depan.
Kami ini tidak mengajak untuk membeli aset apapun, namun mencoba memahami alasan mengapa proyek-proyek tersebut mulai dilirik, baik oleh pengembang, komunitas, maupun para pengamat pasar.
4 Proyek Ekosistem Solana yang Sedang Mencuri Perhatian Pengembang dan Komunitas
1. Jupiter (JUP): Agregator DEX dengan Ekspansi Fitur yang Terus Berkembang
Jupiter menjadi salah satu layanan agregator DEX paling dikenal di jaringan Solana. Fungsinya mengarahkan rute perdagangan agar pengguna mendapatkan harga terbaik saat melakukan pertukaran aset.
Namun, di sisi lain, Jupiter tengah bertransformasi menjadi platform DeFi yang jauh lebih luas dari sekadar layanan swap.
Dalam pembahasan Altcoin Buzz, disebutkan bahwa Jupiter telah menambahkan fitur seperti limit order, dollar-cost averaging (DCA), pasar prediksi, hingga futures.
Selain itu, Jupiter merilis Jupiter Lend, sebuah pasar pinjam-meminjam dengan lebih dari 40 vault sejak masa beta publik. TVL-nya bahkan sempat menembus US$500 juta hanya dalam 24 jam pertama.
Proyek ini juga memperkenalkan stablecoin JUPUSD, bekerja sama dengan Ethena Labs. Tujuannya adalah memperkuat likuiditas dan kemampuan komponibilitas antar aplikasi dalam jaringan Solana. Meski begitu, hanya sekitar 31 persen pasokan token JUP yang telah beredar, sehingga distribusinya masih perlu waktu.
Meski harga token JUP disebut masih tertinggal dari perkembangan ekosistemnya, itu dapat dipahami sebagai refleksi dari pasar yang masih berhati-hati.
2. Pudgy Penguins (PENGU): IP Branding yang Menembus Dunia Nyata
Nama Pudgy Penguins mungkin sudah lebih dulu dikenal sebagai koleksi NFT. Namun, proyek di Solana ini kini berkembang menjadi brand IP yang aktif masuk ke ranah konsumen umum.
Produk fisiknya dijual di berbagai toko besar seperti Amazon hingga Walmart. Bahkan, konten dan karakternya memiliki eksposur media sosial besar, dengan total penayangan konten mencapai ratusan miliar kali di berbagai platform.
Tim Pudgy Penguins juga meluncurkan token liquid staking bernama PENGU SAUL, yang memungkinkan pemegang SOL mendapatkan imbal hasil sambil tetap mempertahankan likuiditasnya. Langkah ini menempatkan brand tersebut lebih dalam ke ekosistem Solana, bukan hanya mengandalkan efek viral.
Dalam video Altcoin Buzz, dikatakan bahwa pendekatan Pudgy Penguins memperlihatkan bagaimana identitas kreatif, komunitas dan utilitas finansial dapat berjalan berdampingan.
“Proyek ini punya lebih dari sekadar token dan hype komunitas,” ujar host Altcoin Buzz.
3. Kamino Finance (KMNO): Menyederhanakan Strategi DeFi Kompleks
Kamino Finance lahir dari kebutuhan untuk menyederhanakan aktivitas DeFi yang sering kali dianggap rumit bagi pengguna baru. Platform ini menawarkan vault otomatis yang mengelola posisi likuiditas terpusat secara mandiri.
Prinsipnya sederhana, pengguna cukup melakukan satu klik untuk mulai mendapatkan hasil, tanpa perlu memantau posisi secara manual.
Selain itu, Kamino menyediakan fitur looping, di mana pengguna dapat meminjam dan mendaur ulang aset untuk meningkatkan eksposur mereka. Namun, seperti strategi ber-leverage lain, risiko tetap perlu diperhatikan.
Hal menarik adalah posisi Kamino sebagai protokol dengan TVL tertinggi kedua di jaringan Solana, namun kapitalisasi token KMNO justru masih relatif kecil. Kondisi seperti ini sering menjadi perhatian analis pasar karena menunjukkan potensi berkembang jika adopsi berlanjut.
4. Phantom Wallet: Dari Dompet Kripto Menjadi Platform Pembayaran
Phantom Wallet adalah dompet non-kustodial yang paling banyak digunakan di ekosistem Solana. Namun, popularitasnya bukan hanya berasal dari kemudahan penggunaan, tetapi juga dari pendekatan ekspansi fitur yang terus dilakukan.
Phantom kini mendukung jaringan lain seperti Ethereum, Polygon, hingga Bitcoin. Selain itu, peluncuran stablecoin CASH, serta integrasi fitur pembayaran, menjadikan Phantom bergerak menuju konsep “wallet-as-a-hub.” Artinya, ia bukan sekadar tempat menyimpan aset, tetapi juga alat pembayaran sehari-hari di dunia nyata.
Dengan lebih dari 15 juta pengguna aktif bulanan, posisi Phantom dalam ekosistem Solana terlihat semakin kuat.
Keempat proyek tersebut menunjukkan bahwa perkembangan Solana tidak hanya datang dari kecepatan transaksinya. Pertumbuhan paling menarik justru terlihat dari proyek-proyek yang membangun utilitas nyata, baik dalam dunia DeFi, branding digital, maupun infrastruktur pembayaran.
Ekosistem yang berkembang bukanlah hasil dari satu pemain besar, tetapi interaksi antara banyak proyek dengan fungsi yang saling terhubung. Dan tampaknya, perjalanan Solana baru saja memasuki babak yang lebih serius. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



