Intip Peluang Besar di Tengah Koreksi Harga Bitcoin

Pergerakan koreksi harga Bitcoin pada paruh kedua tahun 2025 disebut bukan tanda bahaya, melainkan fase sehat dalam siklus kenaikan yang masih berlanjut.

Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant menjelaskan bahwa penurunan harga Bitcoin dari sekitar US$120.000 ke US$110.000 terjadi bersamaan dengan peningkatan aliran masuk koin berumur 0–1 hari ke bursa.

Fenomena tersebut, menurutnya, menandakan dua hal utama, yakni trader jangka pendek sedang mengambil keuntungan, sementara pasar tengah mengalami reposisi likuiditas menjelang volatilitas baru.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar sedang melakukan penyesuaian alami, bukan pembalikan tren,” ujar PelinayPA.

Ia menambahkan, aktivitas koin yang disimpan lebih dari enam bulan sebagian besar masih tidak bergerak, menunjukkan bahwa para pemegang jangka panjang tidak melakukan penjualan besar-besaran.

Jika penjualan signifikan terjadi, lonjakan pada kelompok usia kepemilikan tersebut akan terlihat jelas di data on-chain. Namun, sejauh ini, tidak ada tanda-tanda tekanan jual dari kelompok investor jangka panjang.

BACA JUGA:  Peter Schiff: Bitcoin Bakal Anjlok 84 Persen, Jual BTC Sekarang!

Situasi ini memperkuat pandangan bahwa koreksi harga Bitcoin kali ini masih berada dalam kerangka pasar bullish yang sehat. Pasokan yang tetap stabil dari pemegang jangka panjang menandakan tingkat kepercayaan yang tinggi dan risiko rendah terhadap aksi jual besar.

Sinyal Konsolidasi Sehat dan Potensi Target Baru

Dalam laporan tersebut, PelinayPA menegaskan bahwa perilaku seperti ini umum terjadi di pertengahan atau fase matang dari siklus bull market.

Menurutnya, koreksi harga Bitcoin berfungsi sebagai momen penyegaran pasar yang menyehatkan tren jangka panjang. Saat ini, pasar berada dalam fase konsolidasi alami di tengah kenaikan struktural yang berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan dapat menguji kembali level US$102.000 seiring tekanan jual dari pemegang baru. Namun, karena tekanan ini tidak berasal dari investor lama, dampaknya terhadap tren utama dinilai terbatas.

BACA JUGA:  Kapan Timothy Ronald Diperiksa Polisi? Ini Perkembangannya

“Koreksi ini justru membuka peluang masuk bagi investor yang sebelumnya menunggu momentum akumulasi,” tulis PelinayPA.

Lebih lanjut, ia memperkirakan terdapat kemungkinan sekitar 55 persen bahwa puncak bull market belum tercapai.

Selama koin berumur antara enam bulan hingga sepuluh tahun tidak bergerak, arah pasar diperkirakan masih mengarah ke atas. Bila tekanan jual berlanjut, harga dapat menguji support di kisaran US$102.600, namun prospek jangka panjang tetap positif.

Prediksi Target Baru Harga Bitcoin di Atas US$160.000

Pandangan serupa juga datang dari analis independen Crypto GEMs, yang menggunakan metode analisis Diminishing Golden Curves untuk memproyeksikan arah harga berikutnya. Menurut analis tersebut, target selanjutnya untuk Bitcoin berada di kisaran US$160.000 hingga US$170.000.

Proyeksi ini memperkuat pandangan bahwa fase koreksi saat ini bukanlah sinyal pelemahan struktural, melainkan bagian dari perjalanan menuju level harga yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, XRP, LINK, DOGE, PEPE Lagi Panas Banget

Analis menilai, jika pasar terus mempertahankan pola distribusi pasokan yang sehat dan dukungan investor institusional tetap kuat, Bitcoin berpotensi melanjutkan tren naiknya hingga akhir tahun.

Dalam konteks ini, pelaku pasar disarankan untuk memandang koreksi harga Bitcoin bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai fase alami yang memperkuat struktur pasar.

Secara keseluruhan, data on-chain menegaskan bahwa fondasi jangka panjang Bitcoin masih solid. Ketika volatilitas jangka pendek memicu kepanikan, investor berpengalaman justru melihatnya sebagai peluang emas untuk memperkuat posisi mereka. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia