Indonesia kini menjadi salah satu destinasi ekspansi crypto exchange global. Ketertarikan ini bukan tanpa alasan, seiring besarnya potensi pasar kripto domestik yang terus berkembang.
Berdasarkan laporan terbaru, investor kripto di Indonesia kini mencapai 19,08 juta pengguna, menjadikan Tanah Air sebagai salah satu pasar kripto terbesar di Asia Tenggara dan semakin memperketat persaingan bagi bursa kripto lokal.
Crypto Exchange Top 5 Incar Pasar Indonesia
Di tengah dinamika tersebut, tim redaksi Blockchainmedia.id memperoleh informasi eksklusif pada Rabu (17/12/2025) bahwa salah satu crypto exchange terbesar dunia, yang dikenal sebagai pesaing utama Binance, tengah mempersiapkan ekspansi ke Indonesia.
Sumber menyebutkan bahwa “bursa kripto yang sedang dalam proses launching di market Indonesia”, mengindikasikan langkah yang tidak sekadar uji pasar, melainkan berpotensi besar untuk masuk secara resmi.
Langkah ini berbeda dari sejumlah platform lain yang meski dapat diakses di Indonesia, belum hadir secara resmi. Exchange tersebut disebut memilih jalur ekspansi yang lebih terstruktur dan selaras dengan regulasi yang berlaku.
Dari sisi skala, pemain ini bukan nama kecil. Dengan volume perdagangan harian di atas US$3 miliar, mereka saat ini berada di jajaran top 5 crypto exchange global berdasarkan data CoinMarketCap.
Minat pemain global terhadap Indonesia juga bukan hal baru. Sebelumnya, Robinhood telah resmi masuk ke pasar domestik melalui akuisisi Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto.
Bahkan, pada awal tahun lalu, Blockchainmedia.id juga memperoleh informasi bahwa salah satu crypto exchange populer yang masuk 15 besar global turut melirik Indonesia. Sinyal-sinyal ini memperlihatkan bahwa persaingan industri kripto nasional kian memanas.
Makin Tertekan, Bisakah Bursa Kripto Lokal Bertahan?
Di sisi lain, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi crypto exchange lokal. Dalam beberapa waktu terakhir, pelaku industri domestik disebut tengah menghadapi tekanan berlapis, baik dari sisi regulasi maupun kompetisi.
Revisi UU P2SK dinilai membuat sejumlah bursa kripto lokal mulai meninjau ulang strategi bisnis mereka. Isu sentralisasi serta penyesuaian struktur operasional menjadi perhatian, mengingat dampaknya terhadap keberlanjutan usaha.
Tekanan eksternal semakin terasa dengan masuknya pemain global besar yang menawarkan likuiditas tinggi serta infrastruktur teknologi matang. Situasi ini membuat ruang persaingan bagi pemain lokal semakin sempit.
Tak hanya dari luar, kompetisi juga menguat dari dalam negeri. Munculnya bursa kripto baru yang didukung kelompok konglomerasi nasional turut menambah ketat peta persaingan di pasar domestik.
Adik Prabowo Diam-Diam Masuk ke Bisnis Bursa Kripto Indonesia
Dengan dinamika yang berubah, masa depan crypto exchange lokal berada di persimpangan. Apakah mereka mampu beradaptasi dan bertahan, atau justru tersisih di tengah gempuran pemain besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



