Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan ketahanan di tengah kepanikan investor ritel. Menurut laporan XWIN Research Japan di CryptoQuant, pasar saat ini tengah memasuki fase akumulasi senyap, di mana investor besar dan institusi memanfaatkan aksi jual berbasis ketakutan untuk borong Bitcoin dalam jumlah besar.
Pada saat artikel ini disusun, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$102.890 dengan kenaikan 1,29 persen dalam 24 jam terakhir dan volume perdagangan spot harian mencapai US$9,44 miliar.
Data on-chain menunjukkan pergeseran kepemilikan dari tangan lemah ke tangan kuat, menandakan fase awal konsolidasi sebelum potensi reli besar berikutnya.
Investor Besar Ambil Alih saat Pasar Takut
Menurut XWIN Research Japan, aksi jual dari investor ritel masih didorong oleh ketakutan dan tekanan jangka pendek.
“Ketika pasar diliputi rasa takut, investor besar melihat peluang untuk membangun posisi jangka panjang,” ujar analis XWIN.
Laporan tersebut mencatat bahwa JPMorgan kini memegang lebih dari 5,28 juta saham Bitcoin ETF milik BlackRock (IBIT), naik 64 persen sejak Juni, dengan nilai sekitar US$340 juta.
Sementara itu, whale menambah sekitar 30.000 BTC dalam sepekan terakhir, atau setara dengan hampir US$3 miliar. XWIN menyebutkan bahwa akumulasi ini bukan spekulasi, melainkan strategi jangka panjang yang dilakukan saat pasar masih dikuasai ketakutan.
Sebaliknya, investor ritel justru melakukan penjualan karena tekanan psikologis dan kondisi ekonomi makro yang memburuk.
Di AS, pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober mencapai 153.000 kasus, tertinggi sejak 2003. Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen turun ke 50,3, mendekati titik terendah historis. Kondisi ini memperdalam kecenderungan investor kecil untuk menjual aset berisiko seperti Bitcoin.
Namun, di sisi lain, sinyal kebijakan moneter menunjukkan kemungkinan pergeseran arah. Presiden The New York Fed, John Williams, memberi indikasi bahwa The Fed dapat kembali memperluas neraca keuangannya, tanda awal potensi quantitative easing.
Jika likuiditas benar-benar mengalir kembali ke pasar, Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset pertama yang diuntungkan.
Pola Teknikal dan Dukungan Kuat BTC
Secara teknikal, analis Ali Martinez mengidentifikasi tiga level support penting Bitcoin berdasarkan Pricing Bands, yakni di US$98.340, US$75.475, dan US$55.980. Ketiga level ini dianggap sebagai area pertahanan penting jika tekanan jual meningkat.
Sementara itu, analis Crypto Cove menyoroti bahwa Bitcoin kini berada dalam pola descending broadening wedge pada timeframe 1 jam.
Pola ini sering kali diikuti oleh pergerakan naik setelah fase konsolidasi. Menurutnya, begitu resistance di US$107.000 berhasil ditembus, kelanjutan tren bullish menuju US$117.000 akan menjadi sangat mungkin.

Data on-chain memperkuat pandangan optimistis tersebut. Indikator UTXO Age Bands menunjukkan bahwa koin yang telah disimpan lebih dari tiga tahun kini mencapai porsi tertinggi dalam nilai yang terealisasi, menandakan dominasi pemegang jangka panjang.

Pola serupa tercatat pada fase dasar siklus pasar Bitcoin di 2019 dan 2020, periode sebelum harga memasuki tren naik signifikan.
Dengan akumulasi institusional yang meningkat, tekanan jual dari investor kecil justru memberi peluang bagi pergerakan harga yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area support utama, sinyal akumulasi senyap ini dapat menjadi fondasi untuk reli besar berikutnya. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



