Investor Kondang di Shark Tank Bidik Siklus Baru Kripto, Ini yang Ia Pantau

Pasar crypto kembali menarik perhatian Kevin O’Leary. Investor yang dikenal lewat Shark Tank itu mulai membuka posisi baru, tetapi kali ini ia melihat sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pergerakan harga Bitcoin.

Kevin O’Leary Balik Berburu Kripto untuk Siklus Berikutnya

Dikutip dari laporan The Block pada Jumat (18/09/2026), O’Leary mengungkapkan dirinya kembali membeli aset kripto dan mulai menempatkan taruhan baru untuk menghadapi siklus pasar berikutnya.

Pernyataan itu ia sampaikan kepada Gareth Jenkinson dalam Avalanche Summit di New York. Setelah sempat lebih berhati-hati, Chairman O’Leary Ventures tersebut kini kembali aktif mencari peluang di pasar aset digital.

“Aku kembali masuk pasar, membeli posisi baru, dan mulai memasang taruhan untuk siklus berikutnya,” ujar O’Leary, menegaskan bahwa ia sudah mulai membangun posisi untuk fase pasar selanjutnya. 

Sentimen Pasar Crypto Netral-Bullish Pasca The Fed Kerek Suku Bunga, Ini Faktanya

Namun, fokusnya bukan sekadar mencari kripto potensial yang bisa naik paling cepat. Menurut O’Leary, fase berikutnya justru akan ditentukan oleh blockchain mana yang berhasil mendapat adopsi luas di sektor tertentu.

BACA JUGA:  PENGU Comeback, Jalan Pulang ke US$0,01 Mulai Terbuka

Ia mengaku berbicara dengan sejumlah CEO dari berbagai industri mengenai blockchain yang sedang mereka pertimbangkan. Menariknya, pilihan mereka belum mengarah pada satu ekosistem yang sama.

Bursa Saham Bisa Jadi Momen Besar untuk Blockchain

Di antara berbagai sinyal yang ia pantau, O’Leary menilai keputusan bursa saham besar untuk mengadopsi blockchain bisa menjadi titik balik penting bagi industri aset digital secara keseluruhan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ia menyebut langkah ini sebagai “watershed moment.” Ketika bursa besar memilih blockchain tertentu, ekosistem keuangan lain kemungkinan akan terdorong menyesuaikan diri dengan standar dan kebutuhan bursa tersebut.

Efeknya bisa meluas. Bukan hanya perdagangan kripto, tetapi juga infrastruktur pasar modal, penyelesaian transaksi, hingga tokenisasi berpotensi mengikuti jaringan yang telah dianggap memenuhi kebutuhan institusi besar.

Pandangan ini membuat taruhan O’Leary terasa berbeda dibandingkan sekadar mengejar reli harga. Ia tampaknya sedang mencari blockchain yang berpeluang menjadi infrastruktur bagi aktivitas finansial berskala jauh lebih besar.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 7 September 2026: DOGE, TIA, ZEC, PONS dan FLOKI Kasih Sinyal Panas, Siapa Paling Siap Meledak?

Bitcoin, Regulasi, dan Taruhan Lain O’Leary

O’Leary juga menyinggung kemunduran CLARITY Act. Meski tersendat, ia memperkirakan regulasi kripto akan kembali masuk agenda karena pemerintah mulai membangun kerangka perpajakan untuk aset digital.

“Jika pemerintah menerapkan kebijakan pajak terhadap aset ini, maka yang dibutuhkan adalah regulasi yang lebih banyak, bukan lebih sedikit,” ujarnya. Meski begitu, ia tidak memperkirakan CLARITY Act akan lolos sebelum pemilu paruh waktu.

CEO Indodax Ungkap Tren Kripto Berikutnya Setelah NFT dan Meme Coin

Untuk Bitcoin, O’Leary melihat ruang bagi aset tersebut untuk mengisi sekitar 1 hingga 3 persen alokasi aset alternatif, serupa dengan bagaimana sebagian institusi memperlakukan emas dalam portofolio mereka.

Kembalinya O’Leary ke pasar kripto bukan sekadar cerita investor kondang yang mulai membeli lagi. Ia sedang menunggu momen ketika blockchain masuk lebih dalam ke mesin utama sistem keuangan tradisional. 

BACA JUGA:  Dari Kripto ke Obligasi AS, Binance Buka Pintu Baru Lewat 11 ETF

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait