Minat investor kripto Indonesia terhadap aset global semakin meningkat seiring hadirnya produk tokenisasi yang memungkinkan akses ke saham dan ETF internasional melalui platform berbasis blockchain.
Fenomena ini terlihat dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak awal 2026, ketika sejumlah platform lokal mulai menghadirkan instrumen tokenisasi yang merepresentasikan perusahaan global ternama.
Berdasarkan laporan IDN Times pada Senin (16/3/2026), tokenisasi aset dunia nyata (RWA) menjadi jembatan baru bagi investor kripto Indonesia untuk masuk ke pasar keuangan global tanpa harus melalui jalur konvensional.
Melalui teknologi ini, aset seperti saham dan obligasi dapat dikonversi menjadi token digital yang bisa diperdagangkan secara fleksibel di dalam aplikasi kripto. Investor kripto Indonesia kini dapat memiliki eksposur terhadap perusahaan seperti Mastercard, JPMorgan, Chevron, hingga AMD hanya melalui satu platform.
Salah satu platform yang mendorong tren ini adalah PINTU, yang dalam beberapa waktu terakhir menambahkan sejumlah aset tokenisasi baru. Kehadiran produk ini tidak hanya memperluas pilihan investasi, tetapi juga mengubah cara investor kripto Indonesia mengakses pasar global secara lebih praktis dan efisien.
Volume Transaksi Melonjak, Investor Kripto Mulai Diversifikasi Global
Peningkatan minat investor kripto Indonesia terhadap tokenisasi tercermin dari pertumbuhan aktivitas perdagangan di dalam aplikasi. Data internal menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam volume transaksi pada kategori ini.
“Berdasarkan data internal, kategori tokenisasi aset di aplikasi PINTU menunjukkan performa signifikan pada Februari 2026. Kami mencatat lonjakan trading volume per pengguna sebesar 45 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad.
Lonjakan ini mengindikasikan bahwa investor kripto Indonesia mulai memanfaatkan tokenisasi sebagai alternatif diversifikasi portofolio. Selain aset kripto tradisional, mereka kini dapat mengalokasikan dana ke instrumen global yang sebelumnya sulit dijangkau.
Tokenisasi juga memberikan sejumlah keunggulan, seperti kemampuan untuk melakukan perdagangan selama 24 jam tanpa batasan waktu bursa, serta fitur fractional ownership yang memungkinkan pembelian aset dalam jumlah kecil.
Hal ini membuat investor kripto Indonesia, khususnya dari kalangan ritel, memiliki akses yang lebih inklusif terhadap pasar global.
Akses Global dalam Satu Aplikasi
Kemudahan akses menjadi salah satu faktor utama yang mendorong adopsi tokenisasi di kalangan investor kripto Indonesia. Tanpa perlu membuka akun di broker luar negeri atau melalui proses administratif yang kompleks, investor kini dapat mengakses berbagai aset global langsung dari aplikasi.
“Kami ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk menjangkau berbagai aset global dalam satu aplikasi yang aman, praktis, dan teregulasi oleh OJK. Kami berharap masyarakat dapat mengeksplorasi peluang ini secara bijak,” ujar Iskandar.
Selain saham, tokenisasi juga mencakup ETF global yang memberikan eksposur lebih luas terhadap berbagai sektor ekonomi internasional. Hal ini memungkinkan investor kripto Indonesia untuk melakukan diversifikasi lintas aset dan wilayah dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Di sisi lain, pertumbuhan pasar tokenisasi secara global juga menunjukkan tren yang kuat. Nilai pasar RWA telah mencapai puluhan miliar dolar AS dan diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain oleh institusi keuangan besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



