Minat risiko di pasar aset digital menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025. Seiring dengan melemahnya selera spekulasi, arus modal investor kripto mulai meninggalkan altcoin berkapitalisasi kecil dan beralih ke aset yang dinilai lebih likuid serta sensitif terhadap kondisi makro, khususnya Bitcoin dan Ethereum.
Data dari Wintermute menunjukkan bahwa durasi reli altcoin semakin pendek, sementara aktivitas derivatif di segmen tersebut menyusut signifikan.
Berdasarkan laporan Bloomberg, durasi median reli altcoin pada 2025 hanya bertahan sekitar 20 hari. Angka ini jauh lebih singkat dibandingkan periode sebelumnya, ketika reli dapat berlangsung lebih lama.
Dalam periode yang sama, open interest di pasar berjangka altcoin turun sekitar 55 persen sejak Oktober, menghapus lebih dari US$40 miliar eksposur di pasar derivatif. Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya aktivitas spekulatif dan menurunnya penggunaan leverage di kalangan investor kripto.
Sementara itu, aliran dana justru terkonsentrasi pada Bitcoin dan Ethereum. Kedua aset ini dinilai memiliki likuiditas lebih tinggi serta daya tahan yang lebih baik di tengah ketidakpastian global. Kondisi tersebut mendorong pergeseran strategi investor kripto dari aset berisiko tinggi ke instrumen yang dianggap lebih stabil.
Arus Modal Menyusut di Altcoin
Tekanan pada altcoin semakin terlihat dari menurunnya minat perdagangan dan berkurangnya eksposur derivatif. Wintermute mencatat bahwa reli altcoin kini cenderung lebih cepat berakhir, dengan pola kenaikan yang tidak lagi berkelanjutan.
Penurunan open interest di pasar berjangka menunjukkan bahwa investor kripto mulai mengurangi posisi spekulatif mereka, terutama pada aset dengan kapitalisasi kecil.
Situasi ini berdampak langsung pada melemahnya performa mayoritas altcoin terhadap Bitcoin. Indeks altcoin season, yang mengukur apakah sebagian besar altcoin mampu mengungguli Bitcoin, tercatat berada di level rendah. Hal tersebut menandakan bahwa pasar belum memasuki fase altcoin season seperti pada siklus sebelumnya.
Sejumlah analis menilai bahwa kehati-hatian investor kripto dipicu oleh kondisi makro global yang masih penuh ketidakpastian.
Fluktuasi suku bunga, tekanan inflasi, serta dinamika pasar keuangan global membuat investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi. Akibatnya, altcoin yang biasanya lebih volatil kehilangan daya tarik sebagai instrumen spekulatif jangka pendek.
Bitcoin dan Ethereum Jadi Pilihan Utama
Di tengah pelemahan altcoin, Bitcoin dan Ether justru menguat posisinya sebagai tujuan utama arus modal. Dominasi Bitcoin tercatat berada di kisaran 59 persen dari total kapitalisasi pasar kripto, sementara Ethereum menguasai sekitar 12 hingga 13 persen.
Konsentrasi ini mencerminkan preferensi investor kripto terhadap aset dengan ekosistem yang lebih matang dan likuiditas yang lebih dalam.
Bitcoin, yang sering dipandang sebagai “safe haven” di pasar kripto, kembali menarik minat investor dalam kondisi risk-off. Ethereum, sebagai aset utama dalam ekosistem aplikasi terdesentralisasi, juga tetap menjadi pilihan karena utilitasnya yang luas dan perannya dalam berbagai inovasi blockchain.
Peralihan ini menunjukkan bahwa investor kripto semakin selektif dalam menempatkan dana. Alih-alih mengejar keuntungan cepat dari altcoin berisiko tinggi, mereka lebih memilih aset yang dianggap memiliki fundamental lebih kuat dan volatilitas yang relatif lebih terkendali.
Kondisi pasar saat ini menggambarkan fase konsolidasi risiko, di mana arus modal bergerak menuju aset yang lebih mapan. Selama sentimen kehati-hatian ini berlanjut, altcoin berkapitalisasi kecil diperkirakan masih akan menghadapi tekanan, sementara BTC dan ETH tetap menjadi pusat perhatian investor kripto global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



