Kalender ekonomi terbaru pekan ini didominasi data inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang berpotensi menggerakkan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Setelah reli yang cukup kuat, pasar kripto sedang mengambil napas. Banyak investor kini menunggu sederet rilis data penting dari AS. Kalau kamu baru mulai berinvestasi, memahami kalender ekonomi terbaru bisa membantumu membaca arah pasar dan tidak mudah panik saat harga bergerak tajam. Yuk, kita bahas satu per satu.
BACA JUGA:Â Michael Saylor Comeback? Transaksi Bitcoinnya Kembali Jadi Sorotan!
Bitcoin Rehat di Tengah Kalender Ekonomi Terbaru
Melansir laman CoinDesk, Bitcoin turun sekitar 1 persen sejak Jumat dan melemah lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir. Harganya bergerak di kisaran US$82.900 setelah mundur dari level US$84.000. Investor tampaknya sedang mencerna kenaikan harga sebelumnya sambil menunggu data ekonomi.
CoinDesk juga melaporkan bahwa pekan lalu bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga acuan ke level 4 persen dengan sikap yang cenderung ketat (hawkish). Suku bunga tinggi biasanya membuat aset berisiko seperti kripto kurang menarik, karena investor bisa mendapat imbal hasil lebih aman dari instrumen lain. Karena itu, setiap data yang memengaruhi arah kebijakan The Fed akan diperhatikan dengan saksama.
Data Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi dalam Kalender Ekonomi Terbaru
Menurut kalender yang dirilis, deretan data dimulai pada 29 September dengan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller yang diperkirakan naik 2,2 persen secara tahunan. Angka ini hanya sedikit di atas sebelumnya, yaitu 2,1 persen.
Sorotan lebih besar datang pada 30 September, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu akan dirilis data final pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua yang diperkirakan 1,5 persen, turun dari 2,1 persen.
Di waktu yang sama, indeks Core PCE untuk Agustus diperkirakan naik 0,3 persen secara bulanan, lebih tinggi dari sebelumnya 0,2 persen. Core PCE adalah ukuran inflasi yang paling diperhatikan The Fed.
Kalau inflasi ternyata lebih panas dari perkiraan, pasar bisa khawatir suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama, dan itu bisa menekan harga kripto. Sebaliknya, angka yang lebih adem bisa memberi ruang napas bagi pasar.
Data Tenaga Kerja Jadi Sorotan Utama
Puncak kalender ekonomi terbaru pekan ini ada pada 1 dan 2 Oktober. Melansir laman CoinDesk, klaim tunjangan pengangguran awal diperkirakan 199 ribu, hampir sama dengan sebelumnya yang 197 ribu. Pada hari yang sama, indeks aktivitas manufaktur ISM diperkirakan naik tipis ke 54,8 dari 54,6. Angka di atas 50 menandakan sektor manufaktur masih berekspansi.
Data terpenting adalah Nonfarm Payrolls atau jumlah lapangan kerja baru di luar sektor pertanian, yang rilis 2 Oktober sekitar pukul 19.30 WIB. CoinDesk mencatat perkiraannya 84 ribu pekerjaan baru, jauh di bawah 162 ribu pada rilis sebelumnya. Rata-rata upah per jam untuk September diperkirakan naik 0,3 persen, sama seperti sebelumnya.
Prediksinya berupa skenario, bukan kepastian. Jika lapangan kerja melambat sesuai perkiraan, sebagian investor mungkin berharap The Fed lebih longgar, dan itu bisa menjadi kabar baik bagi kripto.
Namun, pelemahan yang terlalu dalam bisa memicu kekhawatiran resesi dan membuat investor menjauhi aset berisiko. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan bisa memperkuat kekhawatiran suku bunga tetap tinggi.
BACA JUGA:Â 7 Istilah Kripto yang Wajib Dipahami Sebelum Beli Bitcoin atau XRP
Agenda Kripto yang Ikut Meramaikan Kalender Ekonomi Terbaru
Selain data makro, terdapat sejumlah peristiwa lain di dunia kripto. Jaringan Solana membuka masa aktivasi pembaruan besar bernama Alpenglow pada 28 September. Pembaruan ini mengganti mekanisme konsensus lama dengan protokol baru untuk mengurangi beban transaksi voting di jaringan.
Ada juga pembukaan token (token unlock), yaitu saat token yang sebelumnya terkunci mulai bisa diperdagangkan. Canton membuka sekitar 0,38 persen pasokan beredarnya senilai US$20,7 juta pada 28 September, dan Falcon Finance membuka 2,39 persen senilai US$9,73 juta pada 29 September.
Pembukaan token dalam jumlah besar terkadang menambah tekanan jual. Di luar itu, Korea Blockchain Week digelar di Seoul pada 29 September hingga 1 Oktober.
Apa yang Bisa Kamu Pelajari dari Kalender Ekonomi Terbaru Ini?
Kalender ekonomi terbaru pekan ini menunjukkan bahwa harga kripto tidak hanya dipengaruhi kabar dari dunia blockchain, tetapi juga data inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tenaga kerja AS. Bitcoin sedang rehat sejenak, dan rilis pada 30 September hingga 2 Oktober bisa menentukan arah berikutnya. Ingat, tulisan ini bersifat edukatif dan bukan saran investasi, jadi tetap lakukan riset sendiri dan kelola risikomu dengan bijak.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


