Platform blockchain IoTeX mendadak menjadi sorotan setelah kabar peretasan mencuat ke publik. Isu ini cepat menyebar di komunitas kripto dan memicu berbagai spekulasi soal besaran kerugian yang ditimbulkan.
Di tengah ramainya perbincangan, tim IoTeX mengakui adanya eksploitasi pada sistem mereka. Namun, mereka membantah angka kerugian yang beredar luas dan menyebut nilainya lebih kecil dari estimasi sejumlah analis on-chain.
Angka Kerugian IoTeX Masih Jadi Perdebatan
Kabar ini mencuat setelah terdeteksi aktivitas mencurigakan pada salah satu vault milik IoTeX. Dalam pernyataan yang diunggah pada Minggu (22/02/2026), tim mengakui adanya “suspicious activity” dan menegaskan bahwa kerugian lebih kecil dari rumor yang beredar.
“Tim kami telah mengendalikan situasi dan jaringan IoTeX sedang diamankan. Data terbaru mengonfirmasi bahwa dampak eksploitasi tersebut sekitar US$2 juta (termasuk USDC, USDT, IOTX, dan WBTC),” tulis mereka di X.
Namun, narasi berbeda datang dari analis on-chain Specter. Dalam tweet yang diunggah sehari sebelumnya, ia memperkirakan total kerugian mencapai sekitar US$4,3 juta atau setara Rp72 miliar, dua kali lipat dari klaim resmi tim.
“Private key milik IoTeX kemungkinan telah diretas, sehingga dompet mereka terkuras dengan total kerugian sekitar US$4,3 juta. Penyerang menguras berbagai aset kontrak, termasuk: USDC, USDT, IOTX, PAYG, WBTC, dan BUSD,” ujarnya.

Perbedaan angka ini memunculkan pertanyaan besar di ruang publik. Apakah kerugian benar hanya sekitar US$2 juta seperti klaim resmi, atau ada dana tambahan yang belum sepenuhnya terungkap?
Modus Peretasan IoTeX
Berdasarkan temuan Specter, pelaku tidak sekadar mencuri lalu kabur. Ia menduga private key IoTeX telah dikompromikan, sehingga memberi akses bagi peretas untuk menguras sejumlah aset kontrak dalam satu waktu.
Dana yang berhasil digondol lebih dulu ditukar menjadi ETH. Setidaknya 45 ETH kemudian di-bridge ke jaringan Bitcoin, strategi yang membuat proses pelacakan menjadi jauh lebih kompleks.
Tak hanya itu, dalam insiden ini peretas juga terpantau mencetak 111 juta token CIOTEX. Aksi tersebut mengindikasikan adanya kendali atas fungsi penerbitan token, celah yang dinilai cukup serius dalam tata kelola smart-contract.

IoTeX menyebut insiden peretasan ini sebagai serangan terencana oleh aktor profesional yang menargetkan banyak chain. Artinya, ini bukan aksi acak, melainkan bagian dari operasi yang lebih luas.
Sebagai langkah mitigasi, IoTeX menghentikan sementara operasional chain. Deposit dan layanan normal dijadwalkan kembali dibuka dalam 24–48 jam setelah proses peningkatan keamanan rampung.
Insiden ini menegaskan satu hal: di tengah pesatnya perkembangan blockchain, keamanan tetap menjadi fondasi utama. Satu celah saja dapat memicu kerugian besar dan mengguncang kepercayaan pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



