Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo dengan layar dalam berukuran 7,6 inci dan fitur Split View yang memungkinkan dua aplikasi berjalan berdampingan. Kemampuan multitasking tersebut membuka skenario menarik bagi pengguna kripto yang ingin memantau pasar tanpa terus berpindah aplikasi.
Dalam pengumuman resmi iPhone Duo, Apple mengatakan layar Super Retina XDR 7,6 inci pada perangkat lipat tersebut menyediakan ruang lebih luas untuk menikmati konten, bermain game dan melakukan multitasking. Ketika ditutup, pengguna beralih ke layar luar berukuran 5,4 inci.
Bagi pengguna kripto, konfigurasi tersebut secara praktis dapat dimanfaatkan layaknya “trading station” mini. Misalnya, satu sisi layar digunakan untuk membuka chart harga, sementara sisi lainnya menjalankan aplikasi exchange atau aplikasi informasi pasar.
Namun, penggunaan untuk aktivitas kripto itu merupakan use case editorial, bukan fitur khusus kripto yang diklaim atau dipromosikan Apple. Perusahaan menempatkan Split View sebagai bagian dari kemampuan produktivitas dan multitasking iPhone Duo secara umum.
Split View Bisa Buka Dua Aplikasi Berdampingan
Salah satu perubahan penting yang dibawa iPhone Duo terdapat pada pengalaman iOS 27 yang dirancang khusus untuk menyesuaikan format layar lipat tersebut.
Apple menyebut Split View memungkinkan pengguna membuka dua aplikasi secara berdampingan di iPhone untuk kali pertama. Pengguna cukup memindahkan satu aplikasi ke salah satu sisi layar dalam, kemudian menjalankan aplikasi kedua pada sisi yang tersisa.
Selain membuka dua aplikasi berbeda, pengguna juga dapat menjalankan dua jendela dari aplikasi yang sama, seperti Safari. Aplikasi yang sedang digunakan dapat ditukar dengan cepat, sementara pasangan aplikasi tertentu bisa disimpan agar lebih mudah dibuka kembali.
Fitur tersebut berpotensi relevan bagi pengguna kripto yang terbiasa memantau beberapa sumber informasi secara bersamaan. Chart pasar dapat tetap terlihat ketika pengguna mengecek exchange, berita, data harga, atau informasi pasar lainnya pada jendela kedua.
Dengan begitu, informasi yang biasanya membutuhkan perpindahan antar aplikasi dapat ditempatkan dalam satu bidang pandang. Meski demikian, pengalaman pada masing-masing aplikasi tetap akan bergantung pada dukungan dan optimalisasi dari pengembang aplikasi bersangkutan.
Apple sendiri mengatakan aplikasi buatannya telah dioptimalkan untuk iPhone Duo, sementara pengembang pihak ketiga dapat menyesuaikan aplikasi mereka menggunakan API dan SDK terbaru.
A20 Pro Jadi Mesin di Balik Multitasking iPhone Duo
Kemampuan tersebut ditopang chip A20 Pro, prosesor yang juga digunakan pada jajaran iPhone 18 Pro. Apple memasangkannya dengan sistem manajemen termal baru yang menggunakan vapor chamber untuk mempertahankan performa ketika perangkat menjalankan multitasking, game dan beban kerja kecerdasan buatan (AI).
A20 Pro membawa CPU enam inti yang menurut Apple hingga 20 persen lebih cepat dibandingkan A19 Pro. GPU tujuh intinya diklaim hingga 40 persen lebih cepat dan lebih efisien, sedangkan bandwidth unified memory meningkat 50 persen.
Apple juga memasang display engine baru yang mampu menjalankan layar dalam dan luar secara bersamaan. Hal tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman ketika pengguna berpindah dari mode layar luar ke layar 7,6 inci setelah perangkat dibuka.
Layar dalam iPhone Duo sendiri sekitar 50 persen lebih besar dibandingkan iPhone 18 Pro Max. Panel tersebut turut mendukung ProMotion, Always-On Display dan tingkat kecerahan luar ruangan hingga 3.000 nit.
Kombinasi layar besar, Split View dan A20 Pro pada akhirnya membuat iPhone Duo menawarkan bentuk multitasking yang sebelumnya tidak tersedia pada iPhone. Untuk pengguna kripto, kemampuan itu dapat diterjemahkan menjadi ruang pemantauan pasar yang lebih praktis dalam satu perangkat.
Tetapi iPhone Duo tetap bukan perangkat yang secara khusus dirancang sebagai terminal trading kripto. Potensinya sebagai “trading station” mini muncul dari bagaimana pengguna memanfaatkan kemampuan multitasking yang disediakan Apple, termasuk menjalankan dua aplikasi secara bersamaan pada layar dalamnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


