Prediksi menarik kembali datang dari pendiri Binance, Changpeng Zhao. Kali ini, ia memantik diskusi soal masa depan pasar modal dengan menilai bahwa mekanisme IPO pada akhirnya akan beralih ke blockchain.
CZ Sebut IPO Bakal Berpindah ke Blockchain
CZ Binance pada Selasa (08/09/2026) membuat unggahan singkat mengenai masa depan IPO. Meski hanya terdiri dari beberapa kata, pernyataannya cukup berani dan langsung menarik perhatian.
“IPO akan beralih ke blockchain,” tulis CZ. Ia tidak menjelaskan detail lebih lanjut, tetapi pernyataan tersebut memberi gambaran mengenai arah perkembangan pasar modal yang ia bayangkan ke depan.
Pandangan itu sebenarnya tidak muncul tiba-tiba. Pada Agustus 2026, CZ sudah menyerukan konsep “tokenize everything” dan menilai blockchain dapat memperluas cara perusahaan maupun negara menghimpun modal global.
Saat itu, ia menyoroti kemungkinan saham diterbitkan dalam bentuk token. Menurut CZ, model berbasis blockchain dapat membuka akses lebih luas karena distribusi aset tidak sepenuhnya bergantung pada jalur konvensional.
“Negara atau perusahaan mana yang tidak ingin menjual saham mereka yang telah ditokenisasi kepada semua orang di dunia?” ujar Changpeng Zhao kala itu.
Jika gagasan tersebut berlanjut hingga tahap IPO, dampaknya lebih besar. Blockchain bukan hanya menjadi tempat memperdagangkan token saham, tetapi berpotensi digunakan sejak proses penerbitan hingga distribusi sekuritas.
Nasdaq hingga NYSE Mulai Bangun Jalurnya
Narasinya terasa semakin realistis karena bursa besar tidak sekadar mengamati blockchain. Nasdaq, misalnya, mulai memperkuat infrastruktur digital sekaligus mendorong skema tokenisasi dan penyelesaian transaksi berbasis blockchain.
Proposal terbaru Nasdaq yang diajukan kepada SEC pada Januari 2026 juga melibatkan Depository Trust Company. Dalam rencana tersebut, DTCC menangani tokenisasi dan penyelesaian transaksi melalui program percontohan tiga tahun.
Pergerakan serupa juga terlihat di NYSE yang tengah mengembangkan platform perdagangan sekuritas tokenisasi dengan mekanisme on-chain settlement. Sementara itu, Cboe dan London Stock Exchange mulai mengejar jam perdagangan lebih panjang.
NYSE Siapkan Platform Blockchain untuk Saham dan Aset Tokenisasi
Dari sisi regulator, SEC memperjelas posisi hukumnya terhadap model tersebut. Lembaga itu menegaskan bahwa sekuritas tokenisasi memiliki status hukum sesuai instrumen dasarnya meski direpresentasikan melalui jaringan blockchain.
Artinya, blockchain berpotensi mengubah cara saham diterbitkan dan diperdagangkan tanpa menghapus aturan yang berlaku. Hak investor, kewajiban penerbit, keterbukaan informasi, dan kepatuhan tetap mengikuti kerangka regulasi sekuritas.
RWA Tembus US$39 Miliar, TradFi Makin Dekat dengan Blockchain
Transformasi tersebut juga didorong oleh pemain keuangan besar. CEO BlackRock bahkan menyebut tokenisasi sebagai arah baru sistem finansial karena dapat membuat berbagai aset lebih efisien dan mudah diakses.
Goldman Sachs dan BNY juga telah membawa tokenisasi ke pasar uang, sementara BlackRock serta Fidelity ikut masuk dalam ekosistem tersebut. Di sisi lain, JPMorgan aktif menguji penggunaan blockchain untuk instrumen keuangan.
JPMorgan bahkan pernah bertemu dengan crypto task force SEC untuk membahas potensi migrasi aktivitas pasar modal ke blockchain publik. Diskusinya mencakup perubahan struktur pasar, risiko, manfaat, hingga peluang efisiensi transaksi.
Pasarnya sendiri tumbuh cepat. Data RWA.xyz menempatkan nilai aset RWA yang ditokenisasi sekitar US$39 miliar, setelah sebelumnya dilaporkan mencatat angka US$38 miliar pada Agustus 2026.

Skalanya jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. nilai tersebut telah tumbuh hampir sepuluh kali lipat dibandingkan 2024, memperlihatkan tokenisasi mulai berkembang menjadi bagian serius dari infrastruktur keuangan.
Di segmen saham, pertumbuhan juga terlihat. Robinhood Stock Tokens mencatat 862.800 holder pada awal September, sementara tokenized stock secara keseluruhan mencatat peningkatan pengguna dan volume transfer yang tajam.
Karena itu, ucapan CZ soal IPO on-chain terdengar semakin relevan, meski belum menjadi kenyataan umum. Infrastruktur dasarnya mulai dibangun, permintaan tumbuh, dan institusi besar perlahan membawa pasar modal ke blockchain.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


