Iran Ancam Hancurkan Kapal di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Masih Rapuh

Iran kembali meningkatkan tensi di kawasan Teluk dengan mengeluarkan ancaman tegas terhadap kapal asing yang melintas di selat Hormuz tanpa izin resmi, meskipun gencatan senjata dengan AS telah diumumkan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh otoritas Iran dan langsung memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur perdagangan energi global yang krusial.

“Anda harus mendapatkan izin dari angkatan laut Sepah Iran untuk melewati selat ini. Jika ada kapal yang mencoba melintas tanpa izin, akan dihancurkan,” ujar seorang pejabat Iran, dilansir dari New York Post, pada Rabu (8/4/2026).

Jadi, meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata, Iran masih belum memberikan kebebasan penuh terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Aktivitas Pelayaran Terganggu, Perusahaan Global Masih Menahan Diri

Dampak dari kebijakan dan ancaman tersebut langsung terasa pada aktivitas pelayaran internasional. Perusahaan pelayaran global seperti Maersk dan Hapag-Lloyd dilaporkan masih berhati-hati untuk kembali beroperasi penuh di selat Hormuz.

BACA JUGA:  ICE Suntik Rp10,14 Triliun ke Polymarket, Ini Tujuannya

Mereka menilai situasi keamanan belum sepenuhnya stabil setelah lebih dari 30 insiden maritim terjadi selama konflik berlangsung.

Saat ini, ratusan kapal tanker dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk dengan muatan mencapai ratusan juta barel minyak.

kapal di selat hormuz

Iran menawarkan jalur aman dengan koordinasi militer, namun ancaman terhadap kapal yang tidak memiliki izin membuat banyak perusahaan memilih untuk menunda perjalanan mereka. Kondisi ini mencerminkan tingginya risiko operasional yang masih membayangi jalur tersebut.

Selain itu, Iran sebelumnya juga disebut tengah mempertimbangkan kebijakan baru berupa biaya transit bagi kapal yang melintasi selat Hormuz. Tarif yang diusulkan bahkan dapat mencapai hingga US$2 juta per perjalanan.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Iran untuk memperkuat kontrol terhadap salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia.

Gencatan Senjata Dipertanyakan, Risiko Konflik Masih Terbuka

Meski gencatan senjata telah diumumkan, situasi di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda.

BACA JUGA:  Wells Fargo Daftarkan Merek Dagang WFUSD, Stablecoin Baru?

Iran tetap mempertahankan pendekatan militer dalam mengawasi dan mengontrol aktivitas di selat Hormuz. Hal ini diperkuat oleh pernyataan lanjutan dari pejabat Iran yang menegaskan bahwa kesiapan untuk kembali berkonflik masih tetap ada.

“Meskipun demikian, gencatan senjata masih rapuh. Namun, kami lebih memilih perdamaian abadi, tetapi Iran tidak takut untuk kembali berperang jika AS ingin menempuh jalan yang sama,” ungkap seorang pejabat Iran.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa kesepakatan damai yang ada saat ini lebih bersifat sementara dan belum menjamin stabilitas jangka panjang. Di sisi lain, laporan mengenai aktivitas militer, termasuk serangan drone di kawasan Teluk, semakin memperkuat keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait