Iran Gunakan Stablecoin untuk Akali Sanksi Global

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah memindahkan dana kripto senilai hampir US$1 miliar melalui dua perusahaan kripto yang terdaftar di Inggris sejak 2023.

Temuan ini diungkap oleh perusahaan intelijen blockchain TRM Labs pada hari Jumat (9/1/2026), yang menyatakan bahwa jaringan tersebut digunakan untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan stablecoin, terutama USDT di jaringan Tron.

Menurut laporan TRM Labs, dua entitas bernama Zedcex Exchange Ltd dan Zedxion Exchange Ltd berperan sebagai pusat pemrosesan transaksi kripto yang terhubung langsung dengan aktivitas keuangan IRGC.

Sekitar 56 persen dari total volume transaksi kedua perusahaan tersebut berasal dari alamat dompet yang dikaitkan dengan IRGC atau jaringan yang berafiliasi dengannya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Sepanjang periode 2023 hingga 2025, aliran dana yang terhubung dengan IRGC tercatat meningkat tajam. Pada 2023, volumenya sekitar US$23,7 juta, melonjak menjadi US$619,1 juta pada 2024, lalu menurun menjadi US$410,4 juta pada 2025.

IRGC Iran Stablecoin

Meski persentase aktivitas IRGC menurun pada 2025, nilainya tetap tergolong besar dan menunjukkan penggunaan kripto secara sistematis.

TRM Labs menyebut bahwa penggunaan stablecoin berbasis Tron dipilih karena efisiensi biaya, kecepatan transaksi, serta likuiditas tinggi. Infrastruktur ini memungkinkan pergerakan dana lintas negara tanpa bergantung pada sistem perbankan konvensional.

BACA JUGA:  Singapura Jadi Pusat Digital Banking Lewat Terobosan Baru SGB

“Temuan ini menunjukkan bahwa IRGC tidak hanya menyalahgunakan aset kripto secara sporadis, tetapi membangun infrastruktur keuangan berbasis stablecoin untuk mendukung aktivitas mereka secara berkelanjutan,” ungkap TRM Labs dalam laporannya.

Jaringan Bursa Inggris dan Struktur Korporasi

Zedcex dan Zedxion secara hukum terdaftar sebagai perusahaan di Inggris, namun laporan TRM Labs menyebut keduanya memiliki struktur korporasi yang minimal, dengan alamat kantor virtual dan catatan operasional yang terbatas.

Meski terdaftar sebagai entitas terpisah, aktivitas on-chain menunjukkan bahwa keduanya beroperasi sebagai satu jaringan terpadu.

Kedua perusahaan tersebut juga dikaitkan dengan Babak Morteza Zanjani, seorang tokoh finansial Iran yang sebelumnya tersangkut kasus penghindaran sanksi internasional. Struktur kepemilikan dan pengelolaan yang tidak transparan disebut mempermudah penggunaan perusahaan ini sebagai perantara transaksi kripto dalam skala besar.

Dalam praktiknya, Zedcex dan Zedxion tidak berfungsi seperti bursa kripto ritel biasa. TRM Labs menilai peran utama mereka lebih menyerupai hub pemrosesan stablecoin, yang menerima, mengelola dan mendistribusikan dana ke berbagai dompet tujuan.

BACA JUGA:  Whale Pindahkan US$8,3 Miliar Bitcoin ke Binance, Siap Jual?

aliran dana

Dana yang mengalir melalui kedua platform tersebut tidak berhenti di tingkat bursa. TRM Labs melacak aliran dana ke sejumlah platform kripto di Iran, termasuk Nobitex, Wallex, dan Aban Tether, yang berfungsi sebagai titik lanjutan dalam jaringan keuangan tersebut.

Salah satu transaksi yang disorot melibatkan pengiriman lebih dari US$10 juta ke dompet yang dikaitkan dengan individu yang disanksi oleh AS karena keterlibatan dalam pendanaan kelompok Houthi di Yaman. Transaksi ini dilakukan melalui stablecoin, tanpa melewati lembaga keuangan tradisional.

Stablecoin sebagai Jalur Keuangan Alternatif

Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan USDT di jaringan Tron menjadi komponen kunci dalam strategi keuangan IRGC. Stablecoin memungkinkan penyimpanan nilai dalam bentuk digital yang relatif stabil, sekaligus memberikan fleksibilitas tinggi untuk transaksi lintas batas.

TRM Labs menyatakan bahwa jaringan ini tidak hanya berfungsi untuk menyimpan dana, tetapi juga menghubungkan sistem kripto dengan layanan pembayaran di dunia nyata. Beberapa entitas di Turki, termasuk penyedia layanan pembayaran digital dan lembaga keuangan lokal, tercatat memiliki keterkaitan transaksi dengan jaringan tersebut.

BACA JUGA:  Triv Buka Akses Obligasi Global Lewat Tokenized Bond ETF

Konektivitas ini memperluas jangkauan penggunaan dana kripto, dari sekadar aset digital menjadi alat pembayaran yang dapat diakses di luar ekosistem blockchain.

Dalam laporan resminya, TRM Labs menekankan bahwa pola ini menunjukkan perubahan signifikan dalam cara pihak yang berada di bawah sanksi memanfaatkan teknologi blockchain. Bukan lagi sekadar sebagai sarana transaksi terbatas, melainkan sebagai jalur keuangan alternatif berskala besar.

“Kasus ini menunjukkan bagaimana stablecoin dan blockchain publik dapat dimanfaatkan sebagai infrastruktur finansial lintas negara,” tulis TRM Labs.

Temuan tersebut juga menggarisbawahi meningkatnya peran stablecoin dalam pergerakan dana global, termasuk oleh pihak-pihak yang menghadapi pembatasan ekonomi internasional.

Meski persentase aktivitas IRGC di jaringan Zedcex dan Zedxion menurun pada 2025, nilainya tetap mencerminkan skala operasi yang signifikan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia