Iran dilaporkan tengah membuka opsi pembayaran menggunakan aset kripto untuk transaksi ekspor persenjataan militer kepada negara asing.
Berdasarkan laporan Financial Times pada hari Kamis (1/1/2026), dengan menyebut bahwa kebijakan tersebut berasal dari Ministry of Defence Export Center (Mindex), lembaga resmi milik pemerintah Iran yang menangani penjualan senjata ke luar negeri.
Langkah ini ditempatkan sejajar dengan dua metode pembayaran lain yang sudah digunakan, yakni barter dan pembayaran menggunakan mata uang rial Iran.
Menurut laporan tersebut, Mindex menyatakan telah memiliki jaringan klien di sekitar 35 negara yang berpotensi menjadi pasar ekspor persenjataan. Opsi pembayaran menggunakan kripto disebut dimaksudkan untuk memperluas fleksibilitas transaksi dan mempermudah proses pembayaran lintas negara.
Ekspor Senjata Canggih Termasuk Rudal, Drone dan Kapal Perang
Dalam penjelasan yang dipublikasi, Iran tidak hanya menawarkan perlengkapan militer standar, melainkan juga sejumlah persenjataan berteknologi tinggi. Beberapa sistem yang ditampilkan antara lain rudal balistik Emad, drone tempur Shahed, kapal perang kelas Shahid Soleimani, hingga sistem pertahanan dan senjata tempur lainnya.
Situs resmi Mindex juga disebut telah diverifikasi keasliannya melalui peninjauan arsip, data pendaftaran, serta infrastruktur teknis yang digunakan.
Upaya ini menegaskan bahwa Iran ingin tetap menjaga posisi sebagai salah satu pemasok peralatan militer di pasar internasional. Dengan mempublikasikan secara terbuka opsi pembayaran berbasis aset digital, negara tersebut menunjukkan kesiapan untuk memanfaatkan mekanisme transaksi modern dalam hubungan dagang pertahanan.
Tidak hanya itu, kebijakan ini juga menandakan Iran ingin memastikan transaksi ekspor tetap dapat berlangsung meskipun situasi geopolitik global kerap memengaruhi mekanisme transaksi tradisional.
Strategi Ekonomi dan Geopolitik dalam Skema Pembayaran Alternatif
Dari sisi tujuan, penggunaan kripto dipandang sebagai bagian dari strategi ekonomi dan geopolitik Iran. Opsi pembayaran alternatif ini dinilai memberi ruang tambahan bagi negara-negara mitra yang mungkin menghadapi keterbatasan akses ke sistem keuangan biasa.
Dengan begitu, pembelian persenjataan dinilai tetap dapat berlangsung melalui jalur pembayaran yang lebih fleksibel dan tidak hanya bergantung pada sistem valuta tradisional.
Mindex mengoperasikan portal digital yang memungkinkan calon pembeli mengakses informasi, melihat katalog produk militer, serta menjalin komunikasi dengan otoritas terkait untuk proses pemesanan.
Sistem tersebut dinilai mempermudah negara klien dalam menjajaki penawaran serta memahami spesifikasi senjata yang disediakan Iran.
Hingga saat artikel ini dirilis, belum ada penjelasan resmi lebih lanjut mengenai negara mana saja yang tertarik ataupun tengah menjajaki mekanisme pembayaran kripto untuk pembelian senjata.
Namun, informasi ini dinilai cukup untuk memicu perhatian global, baik dari sisi keamanan kawasan maupun dinamika hubungan diplomatik antarnegara. Situasi ini diperkirakan masih akan berkembang, seiring dengan potensi respons internasional terhadap kebijakan baru Iran tersebut.
Dengan demikian, perkembangan ini memperlihatkan bagaimana Iran berusaha menyesuaikan diri dengan ekosistem transaksi global yang semakin digital, sekaligus menandai babak baru dalam praktik perdagangan militer internasional yang kini mulai bersentuhan dengan teknologi aset kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



