Keuntungan ratusan ribu dolar dari satu taruhan di platform pasar prediksi Polymarket memicu kecurigaan di komunitas. Analisis on-chain mengaitkan trader tersebut dengan figur di balik World Liberty Financial (WLFI). Namun, temuan itu dibantah oleh firma analitik blockchain Bubblemaps.
Taruhan Penangkapan Maduro di Polymarket
Perbincangan di X memanas setelah seorang trader Polymarket meraup lebih dari US$400.000 usai memprediksi penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Taruhan ini dipasang hanya beberapa jam sebelum peristiwa terjadi, memicu dugaan akses informasi orang dalam.
Isu ini pertama kali diangkat oleh analis on-chain Andrew “10 GWEI”. Dalam utasnya yang dipublikasikan pada Senin (05/01/2026), ia menyoroti aliran dana ke akun Polymarket milik trader tersebut yang dinilai tidak biasa.

Menurut Andrew, terdapat dua dompet yang hampir tidak memiliki aktivitas lain selain menerima dana dari Coinbase, lalu langsung menyetorkannya ke Polymarket sesaat sebelum taruhan dilakukan.
“Kedua akun tersebut tidak memiliki transaksi lain selain pendanaan dari bursa Coinbase dan setoran selanjutnya ke Polymarket. Saya mencatat bahwa dompet kedua (2i7HJJ) menerima pendanaan dari Coinbase sebesar 252,39 SOL pada 1 Januari,” jelasnya.
Andrew menyebut kecocokan ini sebagai “99 percent match”, seraya menilai kesamaan waktu, nominal transaksi, dan pola aliran dana yang digunakan dalam taruhan penangkapakan pemimpin Venezuela sebagai indikasi kuat adanya keterkaitan tersembunyi.
Keterkaitan dengan WLFI dan Dugaan Insider Trading
Kecurigaan semakin menguat setelah terungkap bahwa dompet terkait menggunakan ENS dan SNS dengan nama yang menyerupai “Steven Charles”. Nama tersebut kemudian dikaitkan dengan Steven Charles Witkoff, salah satu pendiri World Liberty Financial (WLFI).
“Steven Charles atau Steven Charles Witkoff(?) merupakan salah satu pendiri World Liberty Financial (WLFI), yang berarti ia berpotensi memiliki akses terhadap informasi orang dalam,” ungkap Andrew dalam analisanya.

Lebih lanjut, Andrew menyoroti transaksi bernilai jutaan dolar antara beberapa dompet dengan alamat ber-ENS “stevencharles.sol”. Menurutnya, keterkaitan ini mempersempit bahwa seluruh rangkaian aktivitas tersebut hanyalah kebetulan acak di dalam jaringan blockchain yang luas.
Temuan lain yang ikut disorot adalah pergerakan dana setelah keuntungan dari Polymarket ditarik ke Coinbase. Tercatat adanya penarikan token Fartcoin senilai US$170.000 ke salah satu wallet crypto yang sebelumnya telah disebut.
Jeda waktu yang hanya berlangsung beberapa jam antara penarikan kemenangan dan pembelian aset kripto tersebut kembali dinilai sebagai “kebetulan menarik” yang semakin memperkuat dugaan adanya praktik insider trading.
Andrew merangkum seluruh temuannya dalam beberapa poin, mulai kecocokan nominal transaksi, kesamaan nama, hingga urutan waktu pergerakan dana. Ia pun melemparkan pertanyaan terbuka kepada publik: apakah semua ini benar-benar sekadar kebetulan?
Bubblemaps Angkat Bicara soal Klaim Insider Trading
Menanggapi ramainya tudingan tersebut, firma analitik blockchain Bubblemaps angkat bicara dan menolak kesimpulan yang beredar. Menurutnya, menyebut satu pola alamat sebagai kecocokan adalah klaim yang menyesatkan dan tidak proporsional dengan data yang ada.
Bubblemaps menjelaskan bahwa jika analisis diperluas dengan mempertimbangkan waktu dan nominal dana, ribuan dompet lain juga dapat menunjukkan pola serupa. Artinya, pola tersebut tidak cukup unik untuk dijadikan dasar mengaitkan identitas atau kepemilikan dompet kripto.
“Jeda waktunya terlalu besar. Selisih satu hari antara dana masuk dan juga keluar dari crypto exchange tidak memiliki makna khusus,” tulisnya Bubblemaps X, Senin (05/01/2026).
Mengungkap Dugaan Bitcoin US$60 Miliar Milik Presiden Venezuela!
Lebih lanjut, Bubblemaps menyoroti bahwa analisis Andrew hanya fokus pada aliran SOL, padahal setoran ke crypto exchange bisa dilakukan dalam berbagai aset lain seperti. Jika kripto tersebut dan nilai dolar yang setara dihitung, akan muncul lebih banyak kecocokan lain.
Hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan keterkaitan langsung dengan WLFI. Perdebatan ini menegaskan bahwa kemiripan pola transaksi di blockchain belum tentu mencerminkan hubungan nyata, dan bisa saja hanya kebetulan semata.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



