ASTER, koin asli dari platform perpetual DEX ternama, mengumumkan penundaan jadwal unlock yang awalnya dijadwalkan pada awal November 2025. Perubahan ini dilakukan dengan alasan tertentu yang berpotensi mempengaruhi para holder token serta strategi pasar.
Jadwal Unlock ASTER Diundur ke 2026
Berdasarkan tweet yang diunggah oleh AB Kuai Dong pada Sabtu (15/11/2025), percakapan tim Aster mengonfirmasi perubahan tersebut. Tim Aster menyatakan bahwa baru-baru ini terjadi modifikasi pada ekonomi token platform.
Penundaan ini dilakukan untuk menjaga nilai ASTER, karena token saat ini dianggap belum memiliki utilitas nyata. Jadwal unlock yang awalnya direncanakan pada 2025 dibatalkan dan dipindahkan ke musim panas 2026, bahkan ada yang mundur hingga 2035.
“Ekonomi token awalnya dirancang agar ada unlock ekosistem setiap bulan, tetapi karena Aster tidak memiliki rencana penggunaan, token unlock tersebut tidak dilaksanakan,” demikian tertulis pada screenshot percakapan yang diunggah oleh Dong.
Langkah ini menghilangkan tekanan jual, menciptakan supply shock untuk ASTER. Mereka juga memperkuat dominasinya di sektor perp DEX, konsisten melampaui pesaing utama dalam volume, sementara mekanisme buyback-nya efektif mendorong apresiasi nilai token.
Berdasarkan data DeFiLlama, platform Aster saat ini menduduki posisi kedua dengan volume mingguan mencapai US$64,7 miliar, sedangkan Hyperliquid berada di posisi ketiga dengan volume US$62 miliar.

Luncurkan Reward Senilai US$10 Juta untuk Tarik Pengguna
Kabar penundaan unlock ini bersamaan dengan peluncuran program trading dengan hadiah fantastis. Berdasarkan tweet resmi Aster pada Sabtu ini, mereka meluncurkan program trading berhadiah US$10 juta bertajuk “Double Harvest Era”.
“Mulai 17 November hingga 21 Desember, Aster akan menyelenggarakan kompetisi perpetual trading terbesar: lima fase mingguan, total hadiah hingga US$10.000.000, dan hanya 1.000 posisi di leaderboard setiap fasenya,” jelas tim Aster.
Penundaan jadwal unlock token sekaligus peluncuran program trading besar menunjukkan strategi Aster untuk menjaga nilai koin, menarik lebih banyak pengguna, dan mempersiapkan peluncuran Layer-1 yang tengah dikembangkan.
Dengan langkah ini, platform perpetual DEX tersebut semakin memperkuat posisinya di pasar sekaligus membuka peluang baru bagi trader dan investor untuk mendapatkan keuntungan.
Visi Baru Aster: Dari Blockchain Tanpa Gas Fee hingga Tokenisasi Saham
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



