Jangan Cuma Tebak, Begini Cara Melacak Akumulasi Whale XRP

Pergerakan whale XRP kerap menjadi perhatian karena wallet dengan kepemilikan besar dapat memindahkan jutaan hingga ratusan juta XRP dalam sekali transaksi. Namun, melihat transfer dalam jumlah besar saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa whale sedang membeli atau mengakumulasi XRP.

XRP Ledger (XRPL) merupakan blockchain publik, sehingga alamat, saldo dan transaksi yang tercatat di jaringan dapat diperiksa oleh siapa pun melalui blockchain explorer. Dengan memanfaatkan data tersebut, investor sebenarnya dapat mencari sendiri indikasi apakah whale XRP sedang menambah kepemilikan atau justru memindahkan asetnya ke tempat lain.

Untuk melakukannya, tidak dibutuhkan kemampuan coding atau perangkat khusus. Beberapa layanan seperti XRPScan, Bithomp dan CryptoQuant sudah menyediakan data yang dapat digunakan untuk membaca aktivitas tersebut.

Mulai dengan Mencari Wallet Besar XRP

Langkah pertama adalah mencari akun yang memegang XRP dalam jumlah besar. Salah satu cara termudah adalah membuka halaman XRP Rich List and Balance Distribution di XRPScan.

XRP richlist

Halaman tersebut menampilkan distribusi saldo XRP pada jaringan. Data saldo diperbarui secara berkala dan memungkinkan pengguna memperoleh gambaran mengenai konsentrasi XRP berdasarkan kelompok kepemilikan.

Alternatif lainnya adalah XRP Rich List milik Bithomp. Bithomp menyediakan daftar 100 akun dengan saldo XRP terbesar, sekaligus informasi distribusi kepemilikan di XRP Ledger.

Namun, ada satu hal penting, yakni wallet besar tidak otomatis merupakan whale investor.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sebagian alamat dengan saldo XRP sangat besar dapat berkaitan dengan bursa, perusahaan, layanan kustodian atau entitas lain. Karena itu, daftar tersebut sebaiknya digunakan sebagai titik awal investigasi, bukan bukti bahwa pemilik alamat tertentu sedang melakukan akumulasi.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 24 Juli 2026: AVAX, BEAT, ENA, DASH dan STABLE Dekati Titik Krusial, Reli atau Berbalik?

Periksa XRP yang Masuk dan Keluar

Setelah menemukan alamat yang menarik, salin alamat tersebut dan masukkan ke Bithomp Explorer atau XRPScan.

Bithomp memungkinkan pengguna mencari akun maupun hash transaksi XRP Ledger dan melihat aktivitas yang terkait dengan alamat tersebut. Di sinilah pola whale XRP mulai dapat dibaca.

Misalnya, sebuah wallet menerima 3 juta XRP, kemudian menerima lagi 2 juta XRP beberapa hari kemudian. Pada periode yang sama, hanya 500.000 XRP yang keluar.

Secara sederhana:

  • XRP masuk: 5 juta XRP
  • XRP keluar: 500.000 XRP
  • Perubahan bersih: sekitar 4,5 juta XRP

Kenaikan saldo bersih yang terjadi berulang kali lebih menarik untuk diperhatikan daripada satu transaksi besar.

Sebaliknya, jika wallet menerima 20 juta XRP tetapi beberapa jam kemudian mengirimkan hampir seluruhnya ke alamat lain, transaksi tersebut belum cukup kuat untuk disebut sebagai akumulasi.

Karena itulah pembaca sebaiknya mengamati pola beberapa transaksi dan perubahan saldo dalam suatu periode, bukan terpaku pada satu transfer.

Cari Tahu Apakah XRP Mengalir ke Bursa

Langkah berikutnya adalah membandingkan aktivitas wallet besar dengan arus XRP menuju exchange.

CryptoQuant menyediakan metrik Whale to Exchange Flow untuk XRP Ledger. Indikator tersebut mengukur volume koin yang berpindah antara whale dan bursa sehingga dapat digunakan untuk melihat seberapa aktif aset milik whale bergerak menuju atau keluar dari platform perdagangan.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 6 Agustus 2026: PUMP, ZEC, HYPE, ZRO dan TAO Dekati Momen Krusial, Reli Besar Menanti?

XRP Ledger Whale to Exchange Flow (Total) - Binance

Ini penting karena XRP yang masuk ke wallet bursa menjadi lebih mudah digunakan untuk aktivitas perdagangan. Namun, transfer ke bursa tidak membuktikan bahwa XRP tersebut langsung dijual.

Contohnya terlihat pada data CryptoQuant sepanjang 2026. Pada Februari, salah satu analisis CryptoQuant mencatat cumulative whale inflow XRP menuju Binance telah mencapai sekitar 3,8 miliar XRP sejak awal tahun.

Beberapa bulan kemudian, metrik yang sama menunjukkan perubahan kondisi. CryptoQuant mencatat whale inflow XRP ke Binance turun sekitar 34,4 persen dari level akhir Juni menjadi sekitar 947,4 juta XRP, level terendahnya dalam sekitar dua bulan pada saat analisis tersebut diterbitkan.

Perubahan seperti inilah yang lebih berguna dibanding sekadar melihat berita tentang satu transaksi whale.

Jangan Salah Mengartikan Withdrawal sebagai Pembelian

Misalnya ditemukan transaksi 10 juta XRP dari alamat yang teridentifikasi berkaitan dengan bursa menuju wallet pribadi.

Transaksi tersebut memang menunjukkan XRP keluar dari alamat bursa, tetapi belum membuktikan seseorang baru saja membeli 10 juta XRP.

Transfer itu bisa merupakan penarikan investor ke self-custody, perpindahan antar-wallet milik suatu entitas, aktivitas kustodian, settlement transaksi sebelumnya, atau bentuk pengelolaan wallet lainnya.

Karena itu, indikasi akumulasi menjadi lebih kuat jika wallet tujuan terus mengalami peningkatan saldo dan XRP tersebut tidak segera berpindah kembali.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 5 Agustus 2026: WLD, ATOM, ERA, ADA dan AVAX Beri Sinyal Bullish, Mana yang Paling Berpotensi?

Pendekatan ini juga menghindarkan investor dari kesalahan umum, seperti menganggap setiap transaksi besar sebagai sinyal bullish.

Waspadai XRP yang Berhubungan dengan Escrow

Khusus untuk XRP, aktivitas escrow juga perlu dibedakan dari aktivitas whale biasa.

Menurut dokumentasi resmi XRP Ledger, escrow mengunci XRP atau aset fungible sehingga aset tersebut tidak dapat digunakan sampai kondisi tertentu terpenuhi.

Karena itu, pergerakan XRP yang berkaitan dengan mekanisme escrow tidak seharusnya langsung diterjemahkan sebagai pembelian atau penjualan whale.

XRPScan sendiri memisahkan informasi XRP yang berada dalam escrow dari circulating supply pada halaman distribusi saldonya.

Kapan Whale XRP Bisa Dianggap Sedang Akumulasi?

Tidak ada satu indikator on-chain yang dapat memastikan motif pemilik wallet. Namun, dugaan akumulasi whale XRP menjadi lebih masuk akal ketika beberapa kondisi muncul bersamaan.

Saldo wallet besar terus meningkat, jumlah XRP yang masuk lebih besar daripada yang keluar, aset bertahan di wallet dalam periode tertentu, dan pada saat bersamaan tidak terlihat lonjakan besar transfer whale menuju bursa.

Semakin banyak konfirmasi yang muncul, semakin kuat indikasinya. Sebaliknya, satu transfer bernilai puluhan juta XRP sebaiknya tidak digunakan sendirian sebagai dasar mengambil keputusan investasi.

Dengan pendekatan tersebut, investor tidak hanya mengikuti headline tentang pergerakan whale, tetapi dapat memeriksa sendiri data XRP Ledger dan memahami konteks di balik transaksi besar yang terjadi. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait