Di tengah fluktuasi pasar kripto, pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) mengingatkan bahwa peluang terbaik membeli Bitcoin justru muncul saat pasar diliputi ketakutan, bukan ketika euforia memuncak.
Pernyataan ini kembali memantik diskusi di komunitas kripto, seiring sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih dan masih dibayangi kehati-hatian.
Beli Bitcoin Saat Pasar Masuki Fase Fear
Changpeng Zhao menegaskan bahwa investor Bitcoin yang cerdas tidak masuk pasar di puncak harga. Dalam unggahan di X pada Kamis (25/12/2025), ia menyoroti pola psikologis yang sering terjadi di kalangan investor ritel.
Banyak orang menyesal tidak membeli Bitcoin lebih awal ketika harga sudah mencetak rekor tertinggi, padahal mereka yang benar-benar masuk lebih dulu melakukannya saat pasar dibayangi ketidakpastian.
“Faktanya, mereka yang membeli lebih awal tidak membeli di ATH. Mereka membeli ketika pasar dipenuhi ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan (fear, uncertainty, and doubt),” jelasnya.
Pernyataan CZ disampaikan saat pasar kripto masih bergerak tidak stabil. Meski indikator sentimen mulai keluar dari zona “Extreme Fear”, pemulihan yang terjadi lebih mencerminkan sikap hati-hati, bukan optimisme kuat.

Menurut CZ, fase inilah yang kerap menjadi momen akumulasi bagi smart investor. Ketika sentimen negatif mendominasi dan kepercayaan pasar rapuh, keputusan rasional justru diuji dan sering kali berbuah hasil dalam siklus Bitcoin berikutnya.
Dukungan Komunitas dan Narasi Siklus Pasar
Pandangan CZ mendapat dukungan dari komunitas kripto. Sejumlah pengguna di X sepakat bahwa akumulasi terbaik dilakukan saat pasar diliputi keraguan. Salah satunya, Lawrence Lanzilli, mendorong investor memanfaatkan periode liburan akhir tahun.
“Tepat sekali CZ. Kekayaan nyata dibangun saat keraguan, bukan euforia. Koreksi saat liburan adalah hadiah terbaik untuk akumulasi. Institusi sedang diam-diam mengoleksi untuk potensi breakout pada 2026,” tegasnya.
Pengguna lain menambahkan bahwa harga menjadi investor awal bukan hanya soal modal, tetapi juga mental. Ia menyebut keberanian untuk menekan tombol beli saat sentimen publik memburuk sebagai tantangan terbesar.
“Semua orang menginginkan peluang, tapi tidak ada yang siap menghadapi rasa mual yang datang bersamanya. Harga menjadi yang lebih awal bukan hanya soal modal, melainkan juga nyali untuk menekan tombol beli ketika linimasa sedang terbakar,” tulis 1CrypticPoet.
RWAlytics, penyedia wawasan tokenisasi asal Australia, turut menyoroti fenomena serupa. Mereka menilai banyak trader menginginkan harga murah, tetapi enggan menghadapi rasa takut yang biasanya menyertainya.
“Semua orang menginginkan harga awal, bukan ketakutan di fase awal. Keyakinan dibangun saat FUD terjadi, bukan di level tertinggi sepanjang masa (ATH),” tegasnya.
Pasar Kripto Tertekan, Bitcoin Tetap Dominan
Secara makro, pasar kripto saat ini masih berada di bawah tekanan yang cukup. Hingga 25 Desember, total kapitalisasi pasar crypto tercatat turun 1,5 persen menjadi sekitar US$2,96 triliun.
Meski demikian, aktivitas perdagangan tetap terjaga dengan volume 24 jam yang mencapai angka US$100,49 miliar. Tekanan harga ini menunjukkan pelemahan yang relatif merata di berbagai aset digital.
Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin tetap mempertahankan dominasinya. Kapitalisasi pasar BTC mendekati US$1,75 triliun, menegaskan posisinya sebagai aset utama di saat seluruh pasar bergejolak.
Tak sedikit investor yang menilai strategi akumulasi masih relevan, terutama untuk aset berfundamental kuat. Dalam siklus kripto, keuntungan jangka panjang kerap berpihak pada mereka yang mampu mengelola emosi di tengah ayunan antara optimisme dan ketakutan.
Pesan CZ pun menegaskan kembali satu pelajaran penting dalam siklus pasar kripto: peluang jarang lahir di tengah euforia. Justru saat pasar dipenuhi ketakutan dan keraguan, ruang bagi keputusan rasional terbuka lebih lebar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



